5 Buku Islami yang Bikin Betah di Rumah Selama Wabah

Lima Buku Islami yang Bikin Betah di Rumah Selama Wabah

COVID-19 telah membuat sendi-sendi kehidupan manusia mengalami banyak perubahan, mulai dari rutin berolahraga hingga rutin mandi baik di kala fajar menyapa, saat waktu dhuhur tiba, dan ketika senja mulai merona.

Pola hidup sehat dan bersih menjadi jargon lebih sering dikumandangkan, bahkan lebih sering daripada adzan. Setidaknya, wabah juga mendatangkan berkah-dari sisi yang lain-meskipun lebih dominan memicu resah, gundah, dan gelisah.

Tak hanya ihwal kesehatan, COVID-19 juga mengubah pola aktivitas pekerjaan manusia sehari-hari lewat slogan WFH (Work From Home). Para Aparatur Sipil Negara, para pendidik, dan beberapa pekerja swasta-tidak semua manusia Indonesia kerja dari rumah-diinstruksikan untuk melakukan rutinitas pekerjaan dari rumah. Hastag staydirumahaja juga semakin populer di jagad media sosial.

Mungkin, pada mulanya aktivitas di dalam rumah terasa baik-baik saja, namun lama-kelamaan seseorang akan tiba pada titik jenuh karena terjebak pada satu titik tertentu dan dipaksa untuk tidak meninggalkan titik tersebut. Bahasa simple-nya seseorang merasa bosan karena tidak bisa ke mana-mana.

Lalu, harus bagaimana jika rasa bosan itu melanda, sedangkan keluar dari rumah dianggap berbahaya?

Banyak hal yang dapat dilakukan sebagai bentuk pertolongan pertama pada rasa bosan, salah satunya adalah membaca buku. Tak tanggung-tanggung, Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Bapak Moh. Hatta dengan lantang mengatakan bahwa beliau rela dijebloskan ke dalam penjara, dengan syarat diperbolehkan membawa buku-tak hanya dibawa, tapi juga dibaca-karena bersama buku, beliau merasa bebas.

Berikut lima (5) buku islami yang bikin betah di rumah selama wabah.

1. Buku Muhammad, Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik

Buku Biografi Nabi Muhammad dengan Judul Muhammad, Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik merupakan karya Martin Lings (Abu Bakr Siraj al-Din). Buku yang pertama ini merupakan kisah riwayat hidup Nabi Muhammad mulai dari masa sebelum dilahirkan hingga masa berduka kala dipanggil oleh Sang Maha Pencipta.

Buku ini diterbitkan oleh PT Serambi Ilmu Semesta dan diterjemahkan dari Muhammad: His Life Based on the Easliest Sources terbitan The Islamic Text Society. Hal yang membuat buku ini menarik untuk dinikmati adalah sumber, narasi, dan detail yang digunakan oleh penulis. Semua kisah Nabi Muhammad dalam buku tersebut ditulis berdasarkan sumber-sumber yang valid dan reliabel, seperti hadits-hadits riwayat Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Tirmidzi, Imam Ahmad bin Muhammad bin Hanbal, Imam Abu Dawud, dan Imam Muhammad bin Majah.

Baca juga :  Duka Sigi, Pengingat untuk Bisa Hidup Bersama

Tak hanya itu, sumber-sumber klasik seperti Sirah Rasulullah karya Ibn Ishaq, Kitab at-Thabaqat al-Kabir karya Ibn Sa’d, dan Kitab al-Maghazi karya Ibn Umar al-Waqidi juga menjadi rujukan.

Narasi dan detail yang disajikan penulis juga cukup mengagumkan, karena mengisahkan kisah-kisah pra kelahiran Nabi Muhammad yang jarang diketahui orang, misal Ayah Nabi Muhammad yang hampir meninggal sebagai tumbal, nama asli kakek Nabi Muhammad yang sebenarnya bukan Abdul Muthalib, dan masih banyak rahasia-rahasia lainnya.

Oleh sebab itu, buku ini mendapatkan predikat best seller, terpilih sebagai biografi Nabi terbaik dalam bahasa Inggris dalam Konferensi Sirah Nasional di Islamabad pada tahun 1983 dan telah diterjemahkan ke dalam 10 bahasa asing (selain bahasa Inggris). Penulisnya menerima bintang kehormatan dari Presiden Mesir, Hosni Mubarak. Bagaimana? Cukup menggiurkan bukan sebagai santapan penghilang bosan?

2. Buku Bilik-Bilik Cinta Muhammad, Kisah Sehari-hari Rumah Tangga Nabi

Buku ini layak dibaca saat masa karantina. Buku ini merupakan karya Nizhar Abazah terbitan Dar al-Fikr dengan judul asl Fi Bayt al-Rasul. Lalu diterjemahkan dan diterbitkan oleh PT Serambi Ilmu Pustaka.

Buku ini menceritakan sikap Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari ketika di dalam rumah bersama istri-istrinya, pelayannya, putrinya, dan para sahabatnya. Hal yang paling menarik dari buku ini adalah fokus cerita yang menyoroti cara Nabi paling mulia berumah tangga yang tidak bertele-tele, sehingga cukup cocok sebagai buku panduan bagi para suami yang sedang ingin belajar memuliakan istrinya sebagaimana Nabi Muhammad memuliakan istri-istrinya.

Tak hanya tentang kebahagiaan, buku ini juga mengisahkan kecemburuan, kesalahpahaman dalam rumah tangga, ujian kemiskinan dalam berumah tangga, dan hal-hal lain seperti ibadah, makan, minum, dan tidur Nabi Muhammad.

Baca juga :  Membimbing Remaja agar Tak Salah Bergaul

Bukankah momen Work From Home adalah momen yang pas untuk saling memahami karakter pasangan, baik suami maupun istri? Tambah romantis pula jika buku ini dibaca berdua serasa dunia hanya milik berdua. Satu info tambahan lagi, buku yang kedua ini juga berpredikat National Best Seller.

3. Buku Taman Pencinta

Buku ketiga yang direkomendasikan saat diserang rasa bosan adalah kitab Raudhah al-Muhibbin wa Nuzhah al-Musytaqin karya Ibnu Qayyim al-Jauzy yang telah diterjemahkan dan diterbitkan oleh Penerbit Noura Books.

Buku ini cukup tebal-karena terdiri atas 600-an halaman-bagi yang mudah lelah membaca, tapi bagi mereka yang penasaran dengan hakikat cinta, sedang berusaha ingin jatuh cinta-terlebih jatuh cinta pada bulan suci yang akan berlalu dalam beberapa hari lagi-, atau sedang sangat rindu kepada Dia yang Maha Cinta; membaca buku ini laksana candu, semakin dibaca, semakin terlena untuk melanjutkannya.

Sesuai dengan judulnya, buku ini membahas segala hal tentang cinta. Menariknya, cinta dalam buku ini diulas berdasarkan Alquran dan hadis-hadis lengkap dengan periwayatnya, kitabnya, beserta halamannya.

Tak hanya itu, ulasan semakin menarik karena disertai kisah-kisah cinta dalam sejarah para Nabi dan Sahabat dan diselipi puisi-puisi yang di dalam bahasa Arab disebut syi’ir indah tentang cinta. Lengkap sudah; ulasan tentang cinta, kisah tentang cinta, dan puisi tentang cinta. Selamat menikmati hari penuh cinta.

4. Buku Matsnawi Karya Jalaluddin Rumi

Bagi kalian yang lebih menyukai buku-buku dengan derajat sastrawi yang tinggi, maka buku yang keempat ini cocok untuk dijadikan bacaan. Buku keempat dari rentetan buku yang bikin betah di rumah selama wabah adalah Matsnawi Ma’nawi karya Jalaluddin Rumi terbitan Omphaloskepsis yang telah diterbitkan dan diterjemahkan oleh Penerbit Zaman.

Siapa yang tak kenal dengan penyair skala dunia Maulana Jalaluddin Rumi. Hampir seluruh kutipan-kutipan cinta di seluruh penjuru dunia, tak pernah ketinggalan menyelipkan salah satu ungkapan cinta Jalaluddin Rumi.

Matsnawi merupakan kumpulan mutiara hikmah dan cerita inspiratif yang disajikan dalam bentuk barisan puisi-puisi indah yang menenteramkan jiwa. Kumpulan mutiara hikmah dan cerita-cerita inspiratif tersebut disarikan dari berbagai sumber, seperti Alquran, hadis, dan cerita rakyat.

Baca juga :  Membangun Budaya Damai dari Rumah

Salah satu kekuatan buku ini terletak pada mutiara hikmah dan kisah-kisahnya yang sangat filosofis dan jarang diketahui orang, seperti kisah tentang Fir’aun yang pernah hampir mengakui Allah sebagai Tuhan. Bagaimana ceritanya Fir’aun yang hampir selamat itu? Bacalah secara perlahan Matsnawi ini. Salah satu mutiara hikmah yang paling saya sukai di dalam matsnawi adalah “Perbuatan buruk membuat doa berbau busuk di hadapan Tuhan”.

5. Novel Rindu Karya Tere Liye

Bagaimana bagi mereka yang tidak menyukai buku non fiksi dan puisi? Keep calm, sebab pertanyaan tersebut akan terjawab pada bagian ini. Buku islami terakhir yang layak dibaca di tengah corona adalah Novel Rindu karya Tere Liye.

COVID-19 telah menghalangi kerinduan mereka yang ingin menginjakkan kaki di tanah kesucian. Beruntungnya, novel Rindu dapat mengobati kerinduan itu. Novel ini berkisah tentang lima cerita yang sedang melakukan perjalanan panjang menuju tempat yang penuh kemuliaan yang dalam setting novelnya perjalanan masih ditempuh menggunakan kapal.

Hal yang paling menarik dalam novel ini adalah alur ceritanya haru, sebagaimana perjalanan ke tanah kemuliaan yang selalu mengharukan. Tetes air mata akan menjadi saksi bahwa segala cerita tentang perjalanan ke tanah penuh kemuliaan selalu dirindukan, bahkan sampai waktu yang tak bisa ditentukan sekalipun.

Akhir kata, selamat membaca.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.