Abu Yazid al-Bustami, Sufi yang Minta Diajari Sholat Malam

Ada kisah yang perlu direnungkan oleh para orang tua ketika menghadapi tingkah pola anak-anaknya. Salah satunya kisah yang ada dalam kitab Kifayah al atqiya’ wa minhaj al ashfiya’ ini.

Alkisah, seorang sufi bernama Abu Yazid al-Bustami pada masa kecilnya sudah mempelajari Alquran. Dan ketika ia sampai pada surat al-Muzammil, ia bertanya kepada ayahnya, “Wahai ayah, siapakah orang yang mendapatkan perintah untuk melaksanakan qiyamul lail dalam ayat ini?”

(3) يٰاَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ (1) قُمِ الَّيْلَ اِلَّا قَلِيْلًا (2) نِصْفَهُ اَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيْلًا

“Wahai orang yang berselimut (Muhammad)! Bangunlah (untuk sholat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil, (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu” QS al-Muzammil 1-3.

Lantas, ayahnya pun menjawab, “Wahai anakku, ketahuilah dalam ayat ini yang diperintahkan adalah kanjeng Nabi Muhammad”, lantas Abu Yazid menimpali jawaban sang ayah, “Wahai ayah, mengapa engkau tidak mengamalkan apa yang dilakukan kanjeng Nabi Muhammad? Ini merupakan perintah mulia yang diberikan kepada beliau”. Lantas Abu Yazid juga membaca ayat setelahnya;

وَطَاۤىِٕفَةٌ مِّنَ الَّذِيْنَ مَعَكَ

“Dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu”

“Wahai ayah siapakah golongan yang dimaksud dalam ayat ini” tanya Abu Yazid, lantas ayahnya pun menjawab, “Mereka adalah para sahabat kanjeng nabi”. Abu Yazid pun semakin penasaran “Wahai ayah, mengapa engkau tidak melaksanakan sebagaimana sahabat kanjeng nabi?” tanya Abu Yazid sekali lagi. “Wahai anakku mereka adalah golongan yang diberikan kekuatan oleh Allah untuk melakukan qiyamul lail.” Jawab sang ayah.

Baca juga :  Dari Dua Ruang Berbeda

“Wahai ayah, tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak mengikuti kanjeng Nabi Muhammad, dan para sahabat beliau” Sahut Abu Yazid. Mendengar celoteh Abu Yazid, sang ayah lalu melaksanakan qiyamul lail. Tak berhenti sampai disitu, Abu Yazid kecilpun melanjutkan celotehnya, “Wahai ayah, ajarilah aku untuk sholat malam; aku ingin sholat malam bersama ayah”.

Tak disangka ayah Abu Yazid ternyata melarangnya dan berkata “Wahai anakku, kamu masih kecil”. Abu Yazid pun lantas menjawab “Wahai ayah, nanti saat Allah mengumpulkan semua makhluk di hari kiamat dan lalu dibangkitkan, aku akan mengadu kepada Allah, dulu aku ingin belajar sholat malam tetapi ayah menlarangku”.

Mendengar pernyataan Abu Yazid, sang ayah terkejut dan lantas berkata “Ya sudah, berdirilah kita sholat bersama”.

Wallahu A’lam.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *