Alhamdulillah Ala Kulli Hal Artinya

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tentunya mendapatkan nikmat dari Allah. Makanya sebagai muslim, kita sepatutnya bersyukur salah satunya yaitu mengucap lafal alhamdulillah ala kulli hal.

Memuji Allah merupakan perbuatan baik. Sudah selayaknya bagi makhluk seperti kita untuk memuji Dzat yang Maha Kuasa itu. Dalam kitab Al-Adzkar an-Nawawiyah, Imam Nawawi menulis bab khusus tentang pujian kepada Allah pada halaman 124-126.

Pada awal pembahasan, Imam Nawawi menukil beberapa firman Allah yang berkenaan dengan pujian kepada Allah, seperti:

وَقَلِ الْحَمْدُ لِلّهِ سَيْرِيْكُمِ ايَاتِهِ

Wa qulilhamdu lillahi sayurikum ayatih.

Artinya: “Dan katakanlah, segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya.”(QS. An-Naml: 93)

وَقَلِ الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ لِمْ يَتّخِذْ وَلَدًا

Wa qulilhamdu lillahilladzi lam yattakhidz walada.

Artinya: “Dan katakanlah, segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak.” (QS. Al-Isra’: 111)

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَّكُمْ

Lain syakartum la azidannakum.

Artinya: “Jika kalian bersyukur, maka sungguh Aku akan tambah akan kalian (nikmat).” (QS. Ibrahim: 07)

Selain itu, masih banyak riwayat dan keterangan dari Al-Qur’an dan hadis lainnya. Semua dalil itu menunjukkan bahwa memuji kepada Allah adalah bagian dari ajaran agama Islam.

Bacaan Alhamdulillah 

Banyak lafal atau kata yang bisa kita gunakan untuk memuji Allah. Salah satu contohnya adalah alhamdulillah ala kulli hal, berikut tulisan Arab dan artinya.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

Alhamdulillah Ala Kulli Hal.

Artinya: “Segala puji bagi Allah atas segala keadaan.”

Alhamdulillah Ala Kulli Hal arab artinya

Hadits Ucapan Alhamdulillah

Memuji kepada Allah  menggunakan lafal alhamdulillah ala kulli hal memiliki dasar atau dalil dari hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah riwayat, Ibnu Majah meriwayatkan bahwa ada dzikir yang Nabi ucapkan saat melihat sesuatu yang ia sukai ataupun ia benci.

Berikut ini adalah bunyi hadisnya:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ حَال أَهْلِ النَّار

Dari Aisyah, ia berkata: “Rasulullah SAW ketika melihat sesuatu yang ia senangi maka ia berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang dengan kenikmatannya kebaikan-kebaikan bisa sempurna’. Dan ketika ia melihat sesuatu yang ia benci maka ia berkata, ‘Segala puji bagi Allah atas setiap hal. Yaa rabb, aku berlindung kepadamu dari tingkah laku ahli neraka.'” (HR. Ibnu Majah).

Baca juga :  Doa Ziarah Kubur untuk Orangtua

Pentingnya Memuji Kepada Allah

Pembahasan selanjutnya artikel “alhamdulillah ‘ala kulli hal – tulisan arab dan artinya” adalah pentingnya memuji kepada Allah sebagaimana keterangan yang ada dalam kitab al-adzkar. Sebuah kitab panduan dzikir dan doa yang bersumber dari al-Qur’an dan hadits. Tidak hanya itu, Imam Nawawi selaku mushonnifnya juga mencantumkan keterangan dari para ulama sesuai dengan pembahasannya.

Pada halaman 124, bahwa para ulama berkata sunah hukumnya untuk membaca alhamdulillah (اَلْحَمْدُ للَهِ) bagi tiap pengarang, pengajar, pembelajar, orang yang mengkhitbah (melamar) dan khotib sholat Jum’at sesaat sebelum mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang penting.

Imam asy-Syafi’i berkata :

اُحِبُّ أَنْ يُقَدِّمَ الْمَرْءُ بَيْنَ يَدَيْ خِطْبَتِهِ وَكُلِّ اَمْرٍ طَلَبَهُ : حَمْدَ اللهِ تَعَالَى وَالثَّنَاءَ عَلَيْهِ سُبْحَانَهُ وتَعَالَى وَالصَّلَأةَ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya : Saya menyukai orang yang akan mengerjakan khitbah dan setiap pekerjaan yang menuntut khutbah akan membaca pujian kepada Allah serta sholawat kepada Rasulullah.

Selain itu, membaca hamdalah hukumnya juga sunah ketika selesai makan, minum, bersin, melamar perempuan, setelah akad nikah dan ketika keluar dari kamar mandi. Begitu pula hukumnya sunah adalah membaca hamdalah ketika mengawali pelajaran, ketika pelajar membaca hadis, ilmu fikih dan lain sebagainya.

Sebagus-bagusnya ungkapan pujian kepada Allah dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan tadi adalah:

اَلْحَمْدُ للهِ  رَبِّ الْعَألَمِيْنَ

Alhamdulillah rabbil ‘alamin.

Artinya: Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Memuji Allah Hukumnya Wajib Saat Khutbah

Pembahasan artikel “alhamdulillah ‘ala kulli hal – tulisan arab dan artinya” selanjutnya adalah hukum memuji Allah. Dalam keadaan tertentu, hukum memuji Allah wajib hukumnya.

Baca juga :  Doa Sesudah Belajar Allahumma Arinal Haqqa

Semisal pada saat khutbah. Baik khutbah sholat Jum’at dan selainnya. Sang khotib wajib untuk memuji kepada Allah. Karena Memuji Alllah adalah salah satu rukun dari rukun khutbah.

Paling sedikitnya lafal untuk memuji Allah adalah alhamdulillah. Yang lebih utama adalah menambah dengan bacaan-bacaan pujian lainnya. Pilihan aneka pujian itu sudah masyhur sekali dalam kitab-kitab fikih. Selain itu, memuji Allah dalam khutbah harus menggunakan bahasa Arab.

Alhamdulillah Ala Kulli Hal

Adab Berdzikir Kepada Allah.

Pembahasan artikel “alhamdulillah ‘ala kulli hal – tulisan arab dan artinya” selanjutnya adalah adab berdzikir kepada Allah SWT. Dzikir secara sederhana adalah ingat kepada Allah.

Dzikir juga merupakan ibadah yang sangat mudah. Kita ingat kepada Allah saja sudah mendapatkan pahala. Akan tetapi, tidak semua orang selalu bersemangat untuk berdzikir kepada Allah.

Bila kita belum semangat untuk berdzikir kepada Allah, mintalah kepada-Nya supaya semangat untuk berdzikir. Ketika kita berkehendak dan berkeinginan untuk dzikir, hendaknya kita juga tidak meninggalkan adab atau etika dalam berdzikir.

Beberapa etika berikut merupakan inti sari yang saya ambil dalam kitab al-adzkar :

  1. Orang yang berdzikir hendaknya berada dalam kondisi yang paling sempurna. Maksudnya, apabila ia dalam keadaan duduk, hendaknya ia duduk menghadap kiblat. Duduk dalam keadaan merendah dan khusyuk (tenang).
  2. Apabila tidak bisa berdzikir dalam kondisi seperti ini, maka tetap boleh-boleh saja (tidak makruh). Jika orang tersebut tidak ada udzur dan bisa melaksanakan dzikir sebagaimana kondisi tersebut, lebih baik mengerjakan dzikir sesuai kondisi yang paling sempurna tadi.
  1. Tempat berdzikir hendaknya tempat yang sepi, bersih dan suci. Karena tempat tersebut adalah paling agungnya tempat dalam melaksanakan dzikir. Oleh karena itu, tempat yang utama berdzikir adalah masjid serta tempat-tempat yang mulia.
  2. Orang yang berdzikir hendaknya suci dan bersih. Utamanya adalah bagian mulut. Hendaknya orang yang berdzikir menggunakan siwak (gosok gigi) terlebih dahulu. Karena bau mulut dapat hilang dengan cara siwak atau gosok gigi. Seandainya mulutnya terdapat najis, maka mensucikannya dengan membasuh air. Berkumur dan sebagainya. Bila kita berdzikir dalam keadaan mulut tidak bersih, maka hukumnya makruh tidak sampai haram. Bila kita membaca al-Qur’an sedang mulut kita terdapat najis, maka hukumnya makruh.
  1. Tidak berdzikir dalam posisi atau keadaan yang buruk. Semisal sedang di kamar mandi, bersetubuh, sedang mendengar khutbah, berdiri ketika melaksanakan sholat serta dalam keadaan mengantuk.
  2. Merenungi maknanya. Berdzikir maksudnya adalah hadirnya hati. Orang yang berdzikir hendaknya selalu merenungi makna bacaannya, pikirannya tidak ke mana-mana.
  3. Berdzikir setiap saat. Apabila ia mendapat tugas berdzikir, lalu ia alpa, maka hendaknya ia menyusuli dan mengqadha’nya. Tugas berdzikir seperti ini biasanya bagi mereka yang menjalani laku tarekat dan ada dalam bimbingan mursyid (guru).
  4. Berdzikir sesuai dengan panduan dan ajuran rasulullah. Rasulullah adalah utusan Allah. Ia tentu lebih mengetahui do’a-do’a dari Allah yang terbaik untuk umatnya. Meskipun hal ini tidak menafikan dari berdo’a sesuai ajaran para ulama ataupun berdoa sesuai keinginan sendiri.
  5. Tidak mengeluh bila do’a tak kunjung terkabul. Dalam suatu kesempatan, Gus Baha’ mengatakan bahwa bila doa kita terkabul, berarti Allah sedang menunjukkan kasih sayang-Nya. Bila doa kita tak kunjung terkabul, berarti Allah sedang menunjukkan kekuasaan-Nya.
Baca juga :  Barakallahu Laka Wa Baarakaa Alaika Wa Jamaa Bainakumaa

Demikianlah penjelasan tentang lafal alhamdulillah ala kulli hal lengkap dengan tulisan arab dan artinya. Selain itu, ada juga mengenai hamdalah, pentingnya memuji Allah, hukum hingga adab berdzikir. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat taufiq, hidayah dan ma’unah agar selalu mengingat Allah dan memuji-Nya. Amiin. Sekian. Terima kasih. Semoga bermanfaat.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *