Arti Anjay dalam Bahasa Arab

Anjay Arab

Kata anjay atau anjā (أَنْجَي) dalam kamus bahasa Arab yang berakar dari kata najā (نَجَى), yakni jenis fi’il tsulatsi mujarrad (فعل ثلاثى مجرد) apabila ditashrif secara istilakhi maka berbunyi نَجَى يَنْجُو نَجْوًا berarti “selamat”. Kata أَنْجَي (Anjā) sendiri merupakan jenis fi’il naqish mu’tal lam (فعل ناقص معتل لام) mengikuti wazan اَفْعَلَ yang mempunyai faidah ta’diyah (للتعدية), sehingga artinya “menyelamatkan”. Dengan begitu, kata أَنْجَي masuk dalam kategori fi’il tsulatsi mazid (فعل ثلاثى مزيد).

Kalau kita merujuk kamus Al-Munawwir halaman 1392, kata najā atau anjā maknanya tidaklah tunggal alias punya banyak makna. Sehingga kata tersebut juga bisa menyesuaikan konteks dan bentuk perubahan huruf.

Sebagian kaum Muslim barangkali tidak menyadari ternyata kata Anjay (أَنْجَي) disebutkan beberapa kali dalam ayat-ayat Al Quran. Arti kata Anjay dalam Al Quran antara lain memiliki makna “menyelamatkan”, sebagaimana termaktub dalam Surat Yunus ayat ke-22 berikut ini:

هُوَ الَّذِي يُسَيِّرُكُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا كُنْتُمْ فِي الْفُلْكِ وَجَرَيْنَ بِهِمْ بِرِيحٍ طَيِّبَةٍ وَفَرِحُوا بِهَا جَاءَتْهَا رِيحٌ عَاصِفٌ وَجَاءَهُمُ الْمَوْجُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ أُحِيطَ بِهِمْ ۙ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ لَئِنْ أَنْجَيْتَنَا مِنْ هَٰذِهِ لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ

Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata): “Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur”.

Sebelum akhir ayat di atas berbunyi kata أَنْجَيْتَنَا (anjaytanā) yang berarti Engkau menyelamatkan/selamatkan kami”. Arti ini didapat sebab kata Anjā bertemu dengan ضمير المخاطب (dhamir mukhatabتَ (ta) yang artinya “Engkau” dan ضمير المتكلم مع الغير (dhamir mutakallim ma’al ghairناَ () yang artinya kami/kita. Istilah dhamir dalam bahasa Indonesia dikenal dengan kata pengganti, sedangkan dhamir dalam istilah bahasa Inggris disebut pronoun.

Selain Surat Yunus ayat ke-22 di atas, berikut ini beberapa ayat lain dalam Al-Qur’an yang berbunyi kata “Anjā”:

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ أَنْجَيْنَا الَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوءِ

“Maka setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang orang berbuat jahat.” (QS. Al-A’raf: 165)

وَإِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ الْبَحْرَ فَأَنْجَيْنَاكُمْ وَأَغْرَقْنَا آلَ فِرْعَوْنَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu, sehingga kamu dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun, sedang kamu menyaksikan.” (QS. Al-Baqarah: 50)

فَأَنْجَيْنَاهُ وَالَّذِينَ مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِنَّا

“Maka Kami selamatkan dia (Hud) dan orang-orang yang bersamanya dengan rahmat Kami...” (QS. Al-A’raf: 72)

وَاَنْجَيْنَا مُوْسٰى وَمَنْ مَّعَهٗٓ اَجْمَعِيْنَ

“Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya.” (QS. Asy-Syu’ara: 65)

فَلَوْلَا كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِنْ قَبْلِكُمْ أُولُو بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّنْ أَنْجَيْنَا مِنْهُمْ

“Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka.” (QS. Hud: 116)

وَأَنْجَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ

“Dan telah Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka itu selalu bertakwa.” (QS. An-Naml: 53)

فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ

“Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikutnya, kecuali istrinya. Dia (istrinya) termasuk orang-orang yang tertinggal.” (QS. Al-A’raf: 83)

وَإِذْ أَنْجَيْنَاكُمْ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ

“Dan (ingatlah wahai Bani Israil) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir‘aun) dan kaumnya, yang menyiksa kamu dengan siksaan yang sangat berat…” (QS. Al-A’raf: 141)

Padanan Arti Anjay (أَنْجَي)  dalam Ayat Al Qur’an

Kata anjay atau anjā dalam bahasa Arab yang bermakna “menyelamatkan/selamatkan” memiliki padanan kata, yakni kata najjā (نَجَّى) yang artinya juga sama “menyelamatkan/selamatkan”. Kata Najja disusun dari wazan فَعَّلَ yang mempunyai beberapa faidah, antara lain ta’diyyah (تعدية) dan taktsir (تكثير).

Berikut ini beberapa ayat yang mengandung kata najjā (نَجَّى) yang maknanya sepadan dengan anjā (أَنْجَي):

وَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا هُودًا وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِنَّا وَنَجَّيْنَاهُمْ مِنْ عَذَابٍ غَلِيظٍ

“Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Huud dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami; dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat.” (QS. Hud: 58)

وَنَجَّيْنَاهُمَا وَقَوْمَهُمَا مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ

“Dan Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana yang besar.” (QS. As-Saffat: 115)

وَلَقَدْ نَجَّيْنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنَ الْعَذَابِ الْمُهِينِ

“Dan sesungguhnya telah Kami selamatkan Bani Israil dari siksa yang menghinakan.” (QS. Ad-Dukhan: 30)

Demikian kajian arti kata anjay atau anjā (أَنْجَي) menurut kamus bahasa Arab yang contoh-contohnya dapat ditemukan dalam beberapa ayat Al Qur’an.

Lantas, apa tujuan kita mempelajari kata yang mirip dengan ‘istilah’ yang saat ini sedang ramai di Indonesia? Tujuannya agar pikiran kita tetap waras, kritis, dan mendapatkan hidayah dengan selalu membaca dan menelaah kandungan Al Qur’an. Wallahu a’lam.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *