Beasiswa S2 Lanjut S3 Luar Negeri Diperpanjang Hingga 30 Juni

Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Kementerian Agama Republik (Kemenag) memperpanjang pendaftaran Beasiswa S2 lanjut S3 di perguruan tinggi luar negeri atau Integrated Master-Doctor (IMD). Pada 2020 program ini dikelola oleh Project Management Unit (PMU) 5000 Doktor Luar Negeri.

Perpanjangan yang dilakukan hingga 20 Juni 2020 ini sehubungan dengan kondisi terkini terkait status pandemi global yang disebabkan oleh merebaknya penyebaran Corona Virus Diseases (COVID-19) di Indonesia. Pandemi ini menyebabkan terbatasnya akses dan mobilitas terhadap beberapa layanan dan fasilitas pendidikan.

Baca juga :  Kuliah Atau Nikah? Ini Pilihan Terbaikmu

IMD merupakan salah satu program inovatif Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama yang dikelola oleh Project Management Unit (PMU) 5000 Doktor Luar Negeri. Skema beasiswa ini merupakan varian baru dari skema-skema beasiswa yang ada.

Dalam skema IMD, jenjang studi master lanjut doktor akan ditempuh dalam waktu maksimal 4,5 tahun. Skema ini dipersiapkan khusus untuk para alumni kampus di bawah Kementerian Agama baik itu negeri maupun swasta.

Para kandidat akan menempuh kuliah di kampus-kampus yang telah menjadi partner Kementerian Agama yaitu Dundee University, Edinburgh University, SOAS University of London, De Monfort University, dan Queen’s University Belfast UK.

Melalui skema ini, diharapkan akan mendongkrak jumlah para dosen dan peneliti muda yang siap mengabdikan diri berkontribusi di lingkungan pendidikan tinggi keagamaan Islam setelah selesai menempuh pendidikan di luar negeri.

Baca juga :  Beasiswa Kuliah untuk Mahasiswa S1 Diberi Dana Hingga 80 Juta
Persyaratan Penerima Beasiswa IMD

Persyaratan Umum:

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Alumni PTKI Kementerian Agama RI;
  • Berusia maksimal 25 tahun pada 1 Mei 2020;
  • Belum menikah dan bersedia untuk tidak menikah hingga tamat pendidikan S2;
  • Memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik;
  • Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) jenjang sarjana minimal 3,5 dari skala 4;
  • Belum mendapatkan gelar magister dan tidak sedang menempuh studi S2;
  • Memiliki komitmen untuk mengabdi di lingkungan PTKI sekembalinya merampungkan studi di luar negeri (2n+1)
  • Bidang studi yang akan diambil adalah bidang studi yang ditawarkan pada program IMD;
  • Bersedia menandatangani kontrak perjanjian
  • Melakukan pendaftaran atau registrasi secara elektronik atau online di laman http://scholarship.kemenag.go.id
Baca juga :  Beasiswa PBSB 2020 untuk Kuliah S1 Telah Dibuka, Yuk Daftar Sekarang!
Baca juga :  Ki Hajar Dewantara; Santri yang Menjadi Bapak Pendidikan Nasional
Persyaratan Khusus
  • Surat Permohonan untuk mengikuti program 5000 Doktor yang ditujukan kepada Dirjen Pendidikan Islam, cq. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, download template surat permohonan;
  • Surat referensi dari Rektor/Ketua Perguruan Tinggi/Pimpinan PTKI download template surat referensi;
  • 2 (Dua) Surat rekomendasi dari akademisi (dosen penasehat akademik/pembimbing skripsi dan akademisi lain);
  • Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae) dalam bahasa Inggris download template CV;
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku;
  • Ijazah dan transkip nilai pendidikan S1 dalam bahasa Indonesia (atau bahasa asli dokumen) dan bahasa Inggris yang diterjemahkan oleh penerjemah resmi. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pendidikan terakhir minimal 3,5 (skala 4,00) atau IPK ekuivalen untuk skalanya. Dokumen dilampirkan dalam 1 file;
  • Sertifikat Bahasa Inggris dengan masa berlaku maksimal 2 tahun sejak diterbitkan oleh lembaga resmi dengan yaitu TOEFL ITP® 550, atau TOEFL IBT® 70, atau TOEFL CBT® 185, atau TOEIC® 775, atau PTE® (Pearson Test of English) 43, atau IELTS™ 6.0. Panitia hanya menerima sertifikat bahasa Inggris yang diterbitkan oleh penyelenggara tes tersebut di atas.
  • Pernyataan tidak sedang menerima bantuan dari Kementerian Agama atau lembaga lain yang ditandatangani di atas materai, download template surat;
  • Pernyataan kesediaan untuk bertugas dan mengabdi di lingkungan PTKI minimal dua kali masa tugas belajar (n) plus satu tahun atau dalam rumus (2n+1), terhitung setelah kelulusan, download template surat pernyataan;
  • Pernyataan kebenaran dan keaslian dokumen, download template surat pernyataan;
  • Pernyataan tidak akan mendaftar tes seleksi CPNS selama mengikuti program ini download template surat;
  • Menyertakan motivation letter sepanjang maksimal 1 halaman berbahasa Inggris;
  • Rencana Penelitian (proposal) antara 8-10 halaman dalam Bahasa Inggris), download template format proposal.

Info selengkapnya tentang progam Beasiswa S2 Lanjut S3 di Luar Negeri dari Kemenag ini, silakan kunjungi laman berikut ini: Beasiswa S2 Lanjut S3 di Luar Negeri – Kementerian Agama 

(M. Zidni Nafi’)

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *