Belajar Nilai Kesalingan dari Keluarga Al Fahri “Ikatan Cinta”

Sinetron “Ikatan Cinta” merupakan sinetron yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat setiap harinya. Sinetron yang tidak asing lagi dan disaksikan oleh ribuan masyarakat Indonesia. Adegan maupun tokoh pada sinetron ini banyak sekali diperbincangkan di media sosial maupun dunia nyata.

Kecanduan Sinetron Ikatan Cinta

Seperti dalam tayangan sebuah vidio tik-tok, para ibu sedang berkumpul bersama. Mereka menyiapkan sajian khusus aneka jajanan dan minuman untuk menikmati sinetron Ikatan Cinta. Sinetron ini menjadi alternatif yang sangat menghibur masyarakat di tengah kondisi pandemi covid-19.

Terlebih, pasangan tokoh yang dinantikan masyarakat di sinetron itu adalah Andin dan Aldebara. Warganet menjadi baper, kisruh, serta menuai reaksi para penonton Indonesia.

Cerita tokoh Andin dan Aldebaran ini berhasil membuat publik selalu menjadikan penasaran dengan alur cerita mereka. Karena tokoh Andin dan Aldebaran akhir-akhir ini mengisahkan tentang kebahagiaan di antara keduanya, serta menayangkan keadaan rumah tangga yang harmonis antara Andin dan Aldebaran.

Di sinilah sinetron ”Ikatan cinta” menampilkan cerita dengan apik, membangkitkan imun masyarakat dan membangkitkan rasa penasaran para pemuja “Sinetron Ikatan Cinta”. Pemuja sinetron ini tidak mengenal jenis kelamin, usia, serta latar belakang. Baik itu mbak-mbak pondok pesantren, tokoh masyarakat, mahasiswa dan yang tak ketinggalan pastinya para emak.

Nilai Kesalingan dalam Sinetron Ikatan Cinta

Nilai “ketersalingan” menjadi jalan tengah untuk menghubungkan rasa kemanusiaan kepada sesama. Sebut saja dari salah satu contoh dalam sinetron “Ikatan Cinta” yang mengandung nilai kesalingan dalam jalannya alur cerita antara Andin dan Aldebaran.

Baca juga :  Dear Jomblo, Ini Tujuan Berkeluarga Menurut Islam

Sinetron ini menjelaskan cerita tentang cintanya Aldebaran dan Andin ataupun sebaliknya. Perasaan cinta dan kasih sayang Andin kepada Aldebaran menciptakan sikap ketersalingan yang akan menciptakan kehidupan yang menyenangkan dan membahagiakan.

Terlepas dari perbedaan pandangan mengenai sinetron ”Ikatan Cinta” tersebut, ternyata mengandung pesan berupa nilai kesalingan. Pada konteks ini, jika dilihat dari sudut pandang gender, setidaknya kita dapat menemukan nilai-nilai kesalingan yang terkandung dalam sinetron “Ikatan Cinta”.

Kesalingan dalam Membahagiakan Pasangan

Ketika menjalani sebuah hubungan, kesalingan dalam membahagiakan pasangan menjadi hal yang sangat penting. Tetapi terkadang fokus dalam hal-hal yang besar saja, padahal sebenarnya kebahagian bisa didapat dari hal-hal sepele.

Misalnya nilai kesalingan yang terkandung dalam sinetron “Ikatan Cinta” yaitu pada saat Aldebaran memastikan Andin aman saat berkendara sehingga meminta sopir yang dia bayar agar tidak mengebut saat berkendara. Begitupun dengan Andin, saat hendak berangkat ke kampus, ia sering mencium tangan suami terlebih dahulu.

Dengan sikap yang harmonis dan keinginan mereka yang apik tersebut  menandakan bahwa Andin dan Aldebaran saling mencintai dan membahagiakan pasangan. Hal ini membuat para penggemar sinetron “Ikatan Cinta” terbawa suasana perasaan atas sikap mereka berdua.

Kesalingan dalam Menjamin Keluarganya

Salah satu yang membuat nyaman dalam hubungan adalah mengimplementasikan nilai kesalingan. Manifestasi dari nilai kesalingan tersebut adalah adanya situasi dan keyakinan bahwa keluarga yang menjamin tidak ada bentuk kekerasan dan ketidakadilan dalam bentuk apapun. Termasuk keluarga yang menjamin tumbuh kembang semua anggota keluarganya.

Baca juga :  Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah

Seperti dalam sinetron “Ikatan Cinta”. Keluarga Aldebaran Al Fahri kerap menunjukkan keromantisan, hangat dan lucu di setiap momen. Selain membahagiakan pasangan, keluarga Al Fahri menjamin tidak ada bentuk kekerasan dan ketidakadilan dalam bentuk apapun.

Misalnya, membangun sifat saling percaya di dalam keluarga besar Al Fahri. Antara Mama Rosa (Ibu Aldebaran) kepada Andin dan Aldebaran, serta Rena (anak Aldebaran dan Andin), begitupun sebaliknya. Dengan membangun sifat saling percaya, tidak akan ada rasa curiga, saling menuduh dan memfitnah dalam keluarga Alfahri.

Sehingga alur kebersamaan keluarga Alfahri dalam “Ikatan Cinta”  membikin warganet baper dan susah move on.

Kesalingan Menjaga Cinta dan Kasih Sayang

Kesalingan menjaga cinta dan kasih sayang merupakan sikap yang harus ada dalam anggota keluarga. Meskipun nantinya akan ada masalah baik itu masalah kecil atau besar. Seperti potongan adengan yang menuai banyak reaksi penonton Indonesia dan ramai dibicarakan di media sosial.

Semua tokoh dalam Keluarga Al Fahri adalah tokoh rekaan, tetapi dalam keluarga tersebut menampakkan raut ketulusan. Dunia akan damai dan tidak riuh jikalau keluarga kembali mengingatkan untuk saling menjaga cinta dan kasih sayang di antara satu dengan yang lain.

Mama Rosa tidak ingin kehilangaan Andin dan Rena. Hal ini terlihat dari cara Mama Rosa memeluk Andin dengan penuh kasih sayang.

Baca juga :  Pentingnya Rasa Cinta dalam Pernikahan

Dalam keluarga Al Fahri, Mama Rosa mengungkapkan kasih sayangnya kepada Andin. Begitu pula sebaliknya.

Tidak hanya Mama Rosa dan Andin saja yang menjaga cinta dan kasih sayang, tetapi tentu Andin dan Aldebaran, Rena kepada Mama Rosan ataupun Aldebaran kepada Rena. Mereka saling menjaga cinta dan kasih sayang keluarga Al Fahri dalam sinetron “Ikatan Cinta”.

Jadi, mulai sekarang belajarlah dari keluarga Al Fahri tentang bagaimana menjaga nilai-nilai kesalingan dan saling bersikap legowo dalam keluarga. Bersikap apik tanpa ada dendam yang menyelimuti dalam keluarga.

Ini hanya contoh ulasan sederhana dari nilai kesalingan keluarga Al Fahri dalam sinetron “Ikatan Cinta”. Tentu  masih banyak sinetron dan film menarik lainnya yang juga masih banyak kita temukan nilai-nilai kesalingan. Nilai-nilai kebaikan yang dapat kita ambil untuk kehidupan terbaik bagi keluarga.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *