Berdamai dengan Semesta

Adalah Socrates, filsuf Yunani kuno yang berpandangan bahwa alam semesta adalah sumber kebajikan.  Semua kebutuhan hidup manusia telah tersedia di alam semesta ini. Oleh karena itu, manusia harus hidup selaras dengan alam. Manusia harus berdamai dengan semesta. Manusia harus menjadi “pelayan” bagi kelestarian alam semesta untuk keberlanjutan hidup dan kehidupan manusia itu sendiri.

Sikap berdamai dengan semesta ini harus didukung dengan ekoliterasi masyarakat yang tinggi (kesadaran masyarakat terhadap lingkungan). Budaya sadar merupakan kunci utama dalam mengatasi krisis lingkungan dewasa ini. Ekolitersi ini diharapkan mampu mengubah pola pikir manusia menjadi lebih ramah terhadap lingkungan.

Buku Berdamai dengan Semesta ini merupakan upaya untuk mencari inspirasi kehidupan dari hikmah-hikmah penciptaan semesta alam. Penulis buku berhasil menguraikan makna-makna di balik rahasia penciptaan itu untuk direnungkan kembali dan diambil pelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Itu semua dilakukan sebagai wujud perintah Nabi dalam sabdanya,

“Pikirlah ciptaan Allah, dan jangan pikirkan Penciptanya.”

Tujuan penulisan buku ini adalah untuk membangun kesadaran kolektif kita yang seringkali abai dan lalai terhadap amanat Tuhan untuk menjaga dan merawat alam semesta ini. Kita sebagai khalifah di bumi punya kewenangan untuk memanfaatkan segala potensi sumberdaya alam dan pada saat yang sama bertanggung jawab untuk memakmurkan dan mengelola bumi (imarah) secara berkelanjutan.

Baca juga :  Mendengar Ocehan Nawang

Pembahasan dalam buku ini dibagi menjadi emapat bab. Bab pertama, menguraikan relasi Tuhan, manusia dan alam. Bab selanjutnya, penulis menguraikan hikmah dan pelajaran dari penciptaan dan fenomena yang terjadi pada alam semesta. Bab ketiga, menjelaskan hikmah dan pelajaran dari penciptaan binatang dan tumbuhan. Dan, pada bab terakhir, penulis mengajak untuk berakhlak kepada makhluk ciptaan Allah dengan peduli terhadap kelestarian alam agar semesta tetap dalam harmoni.

Kelebihan buku ini ditulis dengan bahasa yang sederhana dan mengalir sehingga enak dibaca bagi semua lapisan masyarakat. Topik yang disuguhkan benar-benar dekat dengan kehidupan sehari-hari kita. Sayangnya, buku ini tidak dimuat di dalamnya teks ayat-ayat Alquran dan hadis dan hanya dicantumkan terjemahannya saja. Mungkin bagi sebagian kalangan, hal tersebut dianggap kurang merepresentasikan buku-buku religius.

Ala kulli hal, berdamai dengan alam meniscayakan adanya sinergitas antara kepentingan edukasi, ekonomi dan ekologi secara seimbang. Kita harus bersikap kepada alam semesta secara apresiatif, bukan eksploitatif. Pada konteks inilah, buku Berdamai dengan Semesta ini layak dibaca dan dinikmati bagi kalangan manapun yang ingin memahami hikmah semesta.

Identitas Buku

Judul: Berdamai dengan Semesta

Penyusun: Dr. H. Moh. Mufid, Lc.,M.HI.

Baca juga :  Mendengar Ocehan Nawang

ISBN: 9786020499925

Berat: 226 gram

Genre Buku: Motivasi islami

Kertas: CD

Penerbit: Quanta Elexmedia

Ukuran: 14 x 21 cm

Sampul: soft cover

Tahun terbit: 2019/06

Halaman: 194

Artikel Terkait:

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.