Bulan Muharram dan Berbagai Keutamaannya

Sejatinya, segala sesuatu mempunyai kelebihannya masing-masing. Begitu pula dengan bulan-bulan dalam kalender Hijriyah. Termasuk bulan Muharram ini.

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah, yaitu kalender yang sering kali disebut sebagai kalender Islam. Kalender ini diprakarsai oleh Sahabat Umar bin Khattab saat menjadi khalifah, beberapa tahun setelah Rasulullah wafat, namun tahun pertama yang menjadi rujukan adalah saat nabi Hijrah.

Hitungannya pun berbeda dengan kalender masehi yang berdasarkan hitungan revolusi bumi pada matahari. Bulan Hijriyah hitungannya berdasarkan hitungan peredaran bulan, oleh karenanya adapula yang menyebutnya dengan bulan-bulan qomariyah.

Secara ilmu morfologi bahasa Arab, shighoh (bentuk kata) istilah Muharram adalah isim maf’ul dari kata harrama yang berwazan af’ala. Secara bahasa Muharram berarti sesuatu yang diharamkan.

Alasan Dinamai Muharram

Mengutip dari kitab al-Nadhm al-Musta’dzab fii Tafsiir Ghoriib Alfaadl al-Muhadzdzab karya Battal al-Rakbiy, bulan ini dinamai Muharram karena pada waktu itu juga peperangan dihukumi haram dan dilarang. Pula, pada saat itu Allah melaknat iblis yang kemudian mengharamkan serta melarangnya untuk masuk surga lagi.

Sebenarnya, bukan hanya pada bulan Muharram saja yang diharamkan untuk berperang. Sejarah penamaan bulan Rajab pun ada kaitannya juga dengan dilarangnya dan diharamkannya untuk berperang pada bulan itu.

Baca juga :  Ada Apa di Bulan Muharram?

Pada Bulan Dzulqa’dah dan Dzuhijjah juga dilarang berperang, sebab menghormati dan memberikan rasa aman bagi yang hendak melaksanakan manasik haji serta umrah di Baitullah.

Bahkan, pada seluruh bulan yang berjumlah dua belas dalam kalender Hijriyah pun, berperang itu dilarang dan diharamkan. Hal ini sebagaimana pendapat Ibnu Abbas dan Assa’di yang menafsiri Surat At-Taubah ayat 36 yang berbunyi:

 فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Maka janganlah kamu mendzolimi dirimu dalam bulan-bulan itu.”

Ibnu Abbas dan Assa’di menafsiri bahwa marji’ atau tempat kembalinya dhomir hunna pada ayat di atas adalah 12 bulan keseluruhan. Yang artinya, di setiap bulannya kita diharamkan untuk berperang dan berbuat dzolim. Karena sejatinya, Islam adalah agama yang cinta damai bukan agama yang mengajarkan peperangan dan kerusuhan.

Selain bulan ini dimuliakan karena dilaranngnya berperang di dalamnya, Muharram juga termasuk dari salah satu empat bulan yang disebut dan dimuliakan Allah dalam Al-Qur’an. Dalam surat At-Taubah ayat 36 tertulis:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram (dan dimuliakan).”

Haram di sini yang dimaksud adalah diharamkannya pertikaian dan peperangan pada bulan ini sebab kemuliaannya. Dan di dalam Tafsir al-Baydawi, keempat bulan haram atau mulia itu tadi adalah bulan Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.

Baca juga :  Hikayat Keistimewaan di 10 Muharam
Puasa Muharram

Kelebihan atau keutamaan lain dari bulan Muharram ini adalah keutamaan berpuasa pada bulan ini. Sebagaimana pendapat An-Nawawi yang mengatakan bahwa sebaik-baiknya puasa setelah bulan Ramadan adalah puasa di bulan Muharram.

Hal ini sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

Puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadan adalah puasa pada Syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram.”

Kelebihan dan keutamaan lainnya lagi adalah, bisa kita lihat dari redaksi hadist tadi. Yaitu penyebutan istilah bulan Muharram yang langsung disandarkan kepada Allah, Syahrullah (bulan Allah). Tentunya bukan tanpa alasan bulan Muharram ini disandarkan langsung kepada Allah.

Karena segala sesuatu yang disandarkan serta dinisbahkan langsung kepada Allah pasti adalah sesuatu yang mulia dan sangat istimewa. Sebagaimana bulan Muharram ini yang memang sangatlah istimewa.

Tentunya masih banyak lagi keutamaan-keutamaan lain dari bulan Muharram yang mungkin belum tertulis di sini. Pada intinya, marilah kita jadikan momen bulan yang sangat luar biasa ini sebagai ladang pahala dan kebaikan kita.

Dengan memperbanyak ibadah seperti berpuasa dan sholat sunnah, sebagai bentuk tafaulan dengan syahrullah atau bulan Allah yang mulia.

Baca juga :  Niat Puasa Muharram Hari ke 1
be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.