Cara Menghafal dengan Cepat Menurut Islam

Bagaimana cara menghafal secara dengan dan mudah diingat menurut Islam? Pertanyaan ini sering dilontarkan kalangan pelajar Muslim, sebab menghafal suatu pelajaran/ilmu adalah bagian dari proses belajar. Terlebih sejak manusia ada, Allah SWT telah mendesain otak yang memiliki fungsi untuk berpikir.

Salah satu cara membangun konstruksi berpikir yang bagus adalah dengan melatih otak agar mudah dalam menghafal. Hal itu, telah dilakukan oleh para ulama terdahulu, sehingga tak heran jika mereka melahirkan karya-karya fenomenal yang bermanfaat hingga sekarang.

Bahkan, para ulama mendefinisikan seseorang disebut alim ketika telah menguasai ilmu dan hafal di luar kepala.

Abu Muhammad Sulaiman ibn Mihran al-Asadi (Al-A’masy), seperti yang dikutip dari kitab al-Jami’ li Akhlaq ar-Rawi wa Adab as-Sami’ karya Al-Khathib Al-Bagdadi mengatakan:

“Hafalkanlah apa yang telah kalian kumpulkan, karena sesungguhnya orang yang mengumpulkan ilmu tetapi tidak menghafalkannya, maka ia seperti orang yang duduk di atas meja makan dan mengambil sesuap demi sesuap makanan. Akan tetapi, kemudian ia membuangnya ke belakang punggungnya. Maka kapan engkau akan melihatnya kenyang?”

Berikut 7 langkah atau cara menghafal dengan cepat dan mudah diingat menurut Islam sebagai ajaran ulama yang disarikan dari buku “Rahasia di Balik Hafalan Para Ulama” karya Ustadz Cece Abdulwaly.

1. Meneliti Bacaan sebelum Mulai Dihafal

Salah satu hal penting ketika memulai menghafal adalah dengan memastikan apa yang kita hafal telah benar. Kebenaran ini baik dari segi tulisan ataupun apa yang akan kita ucapkan.

Baca juga :  6 Tips Rumah Tangga Harmonis Menurut Islam

Pasalnya, ketika kita telah benar-benar hafal dengan suatu tulisan, apabila ada kesalahan terhadap tulisan yang kita hafal tersebut, maka akan cukup sulit untuk membenarkannya. Sebab, memori otak kita telah terpatri kuat dengan hafalan tulisan yang pertama tadi.

Khusus dalam menghafal Al-Qur’an, memperbaiki dan membaguskan bacaannya merupakan suatu kewajiban. Hal ini, karena ketika kita membaca Al-Qur’an harus sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu Tajwid.

2. Menghafal Sedikit demi Sedikit

Setiap otak manusia, tentu memiliki kapasitas menghafal yang berbeda-beda. Ada juga yang memiliki kecepatan menghafal yang tinggi, tapi, hal itu tentu tidak menjamin lama tidaknya suatu hafalan terjaga di otak. Untuk mengatasi hal itu, para ulama menyarankan agar menghafal sedikit demi sedikit, tapi paham dengan apa yang dihafalnya.

Salah satu contohnya adalah Umar bin Khatab. Beliau berhasil menghafalkan surat al-Baqarah dalam jangka waktu 12 tahun. Padahal, dalam waktu yang cepat tentu beliau sangat bisa merampungkannya. Yang membuat Sahabat Umar begitu lama menghafalkannya tak lain karena ketika mau beranjak dari satu ayat ke ayat lain, terlebih dahulu beliau pahami dan mengamalkan ayatnya.

3. Tetap Menghafal Walaupun Awalnya Terasa Sulit

Kendala utama bagi seseorang yang akan mulai menghafal adalah terasa sulit menyimpan memori apa yang dihafalkannya. Sebenarnya, hal itu adalah suatu kewajaran. Sebab, otak belum akrab dengan apa yang dihafalkannya. Cara untuk menanggulangi masalah tersebut adalah dengan sering membaca atau mendengarkan apa yang dihafalkannya.

Baca juga :  3 Cara Tawakal kepada Allah Saat Wabah Corona

Pada akhirnya, jika terus berusaha menghafal, maka kemampuan otak akan semakin tajam. Dan lambat laun, mengahafal yang awal mulanya terasa sulit justru akan terasa mudah.

4. Menghafal dengan Banyak Pengulangan

Di antara banyak cara yang dilakukan para ulama dalam mengahafal adalah dengan mengulang bacaan sampai jumlah tertentu. Tidak sedikit orang yang baru bisa benar-benar hafal ketika telah mengulanginya dalam jumlah tertentu.

Seperti Hasan ibn Abi Bakr an-Naisaburi dalam kitab Al-hatsts ‘ala Hifz ‘Ilm bercerita bahwa beliau bisa melekatkan suatu hafalan ketika telah mengulangi membacanya sampai lima puluh kali.

5. Menghafal dengan Menuliskannya

Sebenarnya, dengan menulis apa yang akan kita hafal, terdapat dua keuntungan sekaligus. Pertama, mata kita akan melihat bentuk tulisannya. Kedua, secara tak langsung, kita akan membaca tulisan ketika menuliskannya.

Melalui dua hal ini, otak akan merespon dengan cepat  apa yang kita hafal tadi. Bahkan, ketika kita melafalkan apa yang kita hafal, maka akan mampu membayangkan tulisannya, yang tentu membuat lancar dalam mengingatnya.

6. Mengeraskan Bacaan ketika Menghafal

Biasanya, orang yang mengeraskan bacaannya ketika menghafal cenderung percaya diri dengan kelancaran bacaannya. Sebaliknya, mereka yang pelan atau melafalkan dalam hati ketika menghafal, maka akan ragu dengan kelancaran hafalannya.

Baca juga :  Begini Tips Ampuh Mengelola Marah

Secara tak langsung, ketika kita menghafalkan dengan suara yang keras, maka telinga akan ikut mendengarkan, yang berarti daya tangkap otak terhadap apa yang dihafal semakin besar.

7. Tidak Menambah Hafalan kecuali Setelah Mengulang Hafalan Sebelumnya

Cara ini, sebenarnya untuk memastikan hafalan sebelumnya agar tidak hilang dan benar-benar dikuasai dengan baik. Sebab, jika hafalan sebelumnya ternyata belum dikuasi dengan baik, maka  akan menjadi beban ketika kita menambah hafalan berikutnya. Justru hal tersebut akan mengacaukan susunan hafalan yang kita buat.

Seperti Abu Ishaq asy-Syrazi, tokoh yang masyhur dalam fiqh Madzhab Syafi’i ini, dalam sebuah kitab yang berjudul Al-A’lam an-Nubula’ mengatakan bahwa ia mengulangi setiap qiyas hingga seribu kali, jika sudah selesai maka ia mengambil qiyas lain dan begitu seterusnya. Dan ia terbiasa mengulang setiap pelajaran selama seribu kali.

Demikian cara cepat menghafal dengan cepat dan tidak mudah lupa menurut Islam sebagaimana diajarkan oleh para ulama. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *