Apik dan Mendidik

Catatan Bertemu Pak Quraish Shihab

Ahad sore, tanggal 27 Oktober 2019 saya dan rombongan komunitas guru belajar Rembang selesai mengikuti rangkaian acara temu pendidik nusantara di sekolah Cikal, Cilandak, Jakarta.

Awalnya, rombongan kami yang dipandu oleh Mama Nadia memang sudah merencanakan untuk sowan ke rumah Pak Quraish Shihab. Mama Nadia mencoba menghubungi Bu Najelaa Shihab untuk memastikan jadwal waktu sowan.

Pada pertengahan waktu, sempat ada ketidakpastian bisa atau tidaknya Pak Quraish menerima kedatangan kami sebab beliau baru saja datang dari Australia dan butuh istirahat. Namun, Mama Nadia terus mengusahakan.

Alhamdulillah, doa kami dijawab oleh Allah dan diberi kesempatan untuk bertemu dan silaturahmi dengan sosok ahli tafsir dan ilmu Alquran Indonesia, Pak Quraish Shihab beserta keluarganya.

Saat tiba di kediaman Pak Quraish, kami  disambut dengan salam dan senyum hangat oleh putri dan istri beliau. Kami duduk mengitari Pak Quraish dan istrinya di ruang keluarga.

Mama Nadia, Bu Nyai kami dari Pondok Pesantren Al Anwar 3 membuka perbincangan. Setelah itu, Pak Quraish membuka pertanyaan kepada kami tentang bagaimana pengalaman mengikuti temu pendidik nusantara yang diadakan di Sekolah Cikal, sekolah yang didirikan oleh putri beliau, Najelaa Shihab.

Salah seorang dari kami akhirnya memberanikan diri untuk menceritakan pengalaman yang berkesan di temu pendidik nusantara tentang nilai-nilai kepercayaan diri. Lalu, Pak Quraish memberi wejangan tentang kepercayaan diri, bahwa percaya diri itu penting dengan didasari ilmu.

Selain wejangan beliau yang sangat berharga tersebut, saya juga belajar dari cara beliau memulai percakapan. Yaitu dimulai dengan pertanyaan. Beliau bertanya dan kemudian menanggapi sesuai kebutuhan kami. Ya, tidak serta merta memberi wejangan tanpa tahu kondisi audiensnya. Beliau sangat menyesuaikan kami yang mayoritas memang pendidik dan usai mengikuti temu pendidik.

Kemudian, beliau juga banyak menambahi nasihat tentang pendidikan, yang berangkat dari pertanyaan dan beberapa cerita dari kami. Salah satu nasihat Pak Quraish yaitu, jadilah pendidik yang punya teladan yang baik, karena seorang pendidik akan dilihat dari semua sisi, tidak hanya apa yang ia sampaikan dengan lisan, tapi juga dari semua yang ia lakukan.

Pak Quraish juga menanggapi pertanyaan dari salah satu kami tentang doa khusus apa yang mengantarkan kami sukses. Jawabannya sangat mencerahkan bagi kami yang masih haus akan ilmu.

Pada intinya, semua doa itu bisa dilakukan, sangat boleh kami berdoa dengan bahasa yang kami pahami, justru itu terkesan mendalam daripada kami berdoa yang tidak paham maksud lafal doa.

ربنا اتنا في الد نيا حسنة وفي الا خرة حسنة وقنا عذاب النار .

Tapi ada salah satu kunci kesuksesan seseorang yaitu doa ibu. Karena doa ibu sangat maqbul. Jika memang sang ibu sudah meninggal dunia, maka kirim bacaan surah Al Fatihah dan silaturahmi dengan keluarga pihak ibu.

Beberapa saat kami hening, namun Mama Nadia kemudian memulai percakapan lagi dengan menyampaikan titipan pertanyaan anak-anak Sekolah Islam Umar Harun kepada pak Quraish yang sengaja sudah kami persiapkan jauh-jauh hari sebelum ke Jakarta dengan bentuk video.

Beberapa pertanyaan anak-anak yaitu apakah ada makhluk sebelum nabi Adam di bumi? Dan bagaimana bumi setelah hari kiamat? Setelah mendengar dan melihat video anak-anak bertanya kepada pak Quraish seperti itu, sebelum menjawabnya, beliau sedikit tersenyum.

Beliau menjawab bahwa sebelum manusia diturunkan ke bumi, Allah sudah menciptakan penghuni bumi, tetapi ada perbedaan pendapat tentang siapa dan seperti apa penghuni itu.

Ada yang mengatakan makhluk itu mirip manusia, ada yang mengatakan seperti dinosaurus, dan masih ada pendapat lain dari para ilmuwan yang meneliti terkait itu.

Dan untuk jawaban pertanyaan yang kedua, beliau menjawab bahwa saat bumi sudah kiamat, Allah menciptakan bumi yang baru. Semua berbeda dengan bumi yang kami tempati saat ini ( bumi sebenarnya hancur).

Beliau juga menambahi, bahwa fungsi dan tugas manusia di antaranya adalah khalifah, yaitu membangun bumi, tidak hanya menyembah saja. Andai hanya menyembah saja, apa bedanya dengan malaikat yang diperintah Allah dengan satu tugas dan akan terus melakukan tugas itu. Manusia memiliki potensi lebih dari itu. Manusia punya inisiatif. (beberapa wejangan beliau disertai dengan dalil ayat-ayat Alquran)

Suasana hangat kekeluargaan semakin terasa saat kami menikmati hidangan teh manis dan makanan ringan bersama-sama. Di tengah kami menyantap suguhan, Pak Quraish juga terlihat sesekali bercanda. Dan karena kami rombongan banyak yang perempuan, maka Pak Quraish berbicara tentang perempuan.

Ia menuturkan bahwa semua wanita itu cantik. Namun adakalanya wanita itu tidak pandai menampakkan kecantikannya. Hal itu membuat kami sedikit tertawa dan sebagian dari kami tersipu malu. Dari situ saya belajar, Pak Quraish juga menyelipkan humor untuk merenyahkan suasana dan hal itu membuat kami merasa dekat dan nyaman menjadi tamu beliau.

Terakhir, sebelum benar-benar berpamitan, kami dari rombongan Sarang izin untuk membaca Qasidah Khodijah bersama Pak Quraish dalam rangka mengenang mbah Maimoen Zubair bersama beliau.

Sekian menit setelah kami syahdu membaca Qasidah Khodijah. Pak Quraish sedikit memberi komentar untuk senandung bacaan di lafal Khodijah-nya, bahwa  dipanjangkan dal-nya, bukan Kho’-nya. Namun kami utarakan juga bahwa sebenarnya itu lebih karena menyesuaikan dengan nada lagu qasidah. Dan pesan beliau, bahwa kebenaran yang tidak populer lebih baik daripada kesalahan yang populer.

Sekian. Semoga catatan ini bermanfaat.

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *