Cricket Indonesia Goes To Pesantren

Seiring dengan semakin besarnya penerimaan masyarakat dunia terhadap olahraga Cricket, setiap asosiasi Cricket di sebuah negara semakin berupaya memopulerkan dan mengembangkan olahraga tersebut menjadi cabang olahraga yang tidak hanya sejajar dengan ragam olahraga lainnya tetapi juga menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat. Meskipun tidak sekuat daya tarik sepak bola yang telah melahirkan kebudayaan popular baru, bahkan memunculkan tren fanatisme klub yang sangat hingar bingar, olahraga Cricket secara perlahan tapi pasti mulai dikenal secara luas. Bahkan, sebagai buah dari kreativitas manusia, Cricket juga telah menunjukan diri sebagai produk kebudayaan yang menimbulkan gairah kebersamaan di masyarakat terutama di kalangan penggiat, peminat dan penggemar Cricket.

Daya tarik lintas budaya terhadap olahraga Cricket seiring waktu pun kian meluas, bermula dari Inggris hingga ke negara-negara lain di mancanegara. Awalnya, Cricket memang dikenal sebagai permainan yang relatif terbatas pada negara-negara persemakmuran Kerajaan Inggris dan nyaris sulit untuk diekspor ke negara-negara lain sehingga menjadi permainan internasional yang dimainkan di seluruh dunia. Namun demikian, seiring waktu, olahraga Cricket telah melintas batas hingga ke belahan penjuru dunia.

Seperti halnya berlaku di setiap cabang olahraga, Cricket telah dikenali sebagai permainan yang berbeda dibanding lainnya. Cricket merupakan olahraga yang memiliki keunikan tersendiri dan berbeda dari cabang olahraga lain yang berbasis tim dan memerlukan arena lapangan. Karakteristik yang menarik dari cricket adalah panjang lapangan ditentukan, yaitu 22 yard (20,1 meter), tetapi tidak untuk ukuran atau bentuk tanahnya. Sebagian besar olahraga tim lainnya, seperti hoki dan sepak bola menetapkan dimensi area bermain, akan tetapi cricket tidak demikian. Lapangan bisa berbentuk oval seperti di Adelaide Australia atau hampir melingkar seperti Chepauk di Chennai, India.

Dalam konteks penyebaran dan perkembangan Cricket di Indonesia yang telah dimulai sejak tahun 2000, Indonesia menjadi salah satu projek pengembangan cabang olahraga Cricket yang masuk di kawasan Asia Pasifik. Cabang olahraga Cricket yang awalnya lebih banyak dimainkan oleh para ekspatriat yaitu warga negara Inggris, Australia, New Zealand, India dan Pakistan, yang bekerja dan menetap di Indonesia, saat ini mulai dimainkan oleh atlit dan penggemar Cricket berkewarganegaraan Indonesia.

Bahkan, cabang olahraga Cricket menjadi salah satu cabang olahraga yang cepat pengembangannya. Indonesia juga telah bergabung sebagai anggota afiliasi ICC pada tahun 2001 dan telah memiliki perwakilan resmi di 20 provinsi yang terlibat dalam pengembangan olahraga ini dan hal yang menggembirakan adalah bermunculan sejumlah pemain Indonesia. Cricket Indonesia juga telah menerima sejumlah penghargaan dari ICC seperti Best Global Overall Development Program, Volunteer of the Year, Best Cricket Promotion and Marketing Award dan masih banyak lagi.

Agar lebih meluas areanya dan diminati lebih banyak kalangan, Persatuan Cricket Indonesia berencana mengampanyekan dan memasyarakatkan Cricket ke dunia pesantren dengan tajuk Cricket Goes to Pesantren sebagaimana disampaikan oleh Abhiram Singh Yadav selaku Wakil Ketua Umum dan Ketua Harian Persatuan Cricket Indonesia. Langkah tersebut sebagai inisiasi dan ikhtiar penting asosiasi dan masyakat pecinta Cricket di Indonesia untuk menjadikan Cricket sebagai olahraga yang digemari masyarakat Indonesia.

Foto: pcb.com

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.