Dakwah ala NU Hadir di “Sahur Time” Kompas TV Selama Ramadhan

NU di Sahur time kompas TV

IQRA.ID, Jakarta – Stasiun televisi Kompas TV bekerjasama dengan Lembaga Dakwah PBNU menayangkan acara sahur selama Ramadhan 1441 H / 2020 M. Acara tersebut bernama Sahur Time, yang berdurasi satu jam disiarkan langsung setiap hari pukul 03.30 sampai 04.30 WIB.

Acara Sahur Time secara tetap diisi oleh salah pengurus LD PBNU KH Misbahul Munir Kholil yang dipandu Syaifullah Amin. Format acaranya adalah pembacaan kitab kuning tanpa syakal yang biasa dikaji di pesantren-pesantren.

Kiai Misbah menjelasakannya melalui perbincangan dengan sang pemandu. Pada sesi selanjutnya, acara tersebut menghadirkan kiai tamu yang merupakan para pengurus PBNU.

Di antara yang pernah hadir adalah Ketua NU Care-LAZISNU H Ahmad Sudrajat. Kemudian Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Pada sesi selanjutnya, Syaifullah Amin mengajak pemirsa untuk bertanya jawab dengan kiai tamu. Pada saat kiai tamu yang hadir adalah Kiai Said, salah seorang pemirsa menanyakan peran NU saat wabah Covid-19 ini.

Di bagian akhir, ada sesi amalan-amalan yang disampaikan Kiai Misbah. Amalan tersebut bersumber dari kitab-kitab kuning.

Menurut Syaifullah Amin, kitab kuning yang dibacakan pada Sahur Time merupakan karya ulama Nusantara. Lalu, amalan-amalan serta dzikir yang disampaikan Kiai Misbah tersebut memiliki sanda yang terhubung kepada Rasululah.

Baca juga :  Dorong Ibadah di Rumah, Ketum PBNU: Tak Boleh Celakakan Diri dan Orang Lain

“Format semacam itu tujuannya ingin memperkenalkan karya dan budaya Islam Nusantara yang berkembang di pesantren kepada khalayak banyak,” katanya.

Sementara Eksekutif Produser Sahur Time Fitri Octarini mengatakan, Kompas TV menggandeng PBNU karena memiliki basis umat yang cukup dominan di Indonesia.

“Sekarang ini butuh bergandeng tangan bersama membantu saudara-saudara di pelosok yang belum terjamah. Jadi, Kompas TV dengan NU yang memiliki jaringan dakwah bisa sampai ke pelosok,” katanya.

Selama Ramadhan, lanjutnya, kegiatan tersebut akan menyiarkan tema-tema yang bisa dipahami semua kalangan, bahkan kelompok awam sekalipun agar dakwahnya lebih membumi.

“Juga dalam setiap kegiatan tersebut ada sense of crisis-nya ada, yaitu agar peduli sesama pada masa Covid-19 ini,” katanya. (Abdullah Alawi/Kendi Setiawan/NU Online)

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.