Di Balik Bilik [Puisi]

Di sana

Di mana atas dan bawah bukan lagi ruang

Saat sekarang atau nanti

Bukan lagi soal waktu

Langit merak mengarak

Gemerincing rasa

Entah apa

 

Keheningan puna

Cericit burung, kokok ayam, dan jerit kelelawar

Warta bagi senja paling keramat

: Aku menghirup surga di dagunya

 

Terang menggenang rawa

Ikan ikan menjelma cahaya

Berlompatan ke mata dan keningku

Segalanya mengirama

Aku menari menuruti jiwa

 

Bukankah begini seharusnya

Menikmati buaian-Nya?

Dalam riak damai

Asik menderai

 

Duka cemas meniada

Dikubur debar penyatuan

Langit

Bumi

Ufuk ke ufuk

Semesta mewajah kakasih belaka

Dan nafasmu, hidupku

Baca juga :  Tafsir Lahad Penyair Binhad
be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *