Doa Iftitah Sesuai Sunnah

Doa iftitah sesuai sunnah ditampilkan berikut ini. Doa iftitah dibaca ketika salat setelah takbiratul ihram dan sebelum dibacakannya surat Al Fatihah.

Sedangkan untuk salat jenazah, tidak dianjurkan doa iftitah. Berikut doa iftitah sesuai sunnah

اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Artinya: Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Mahasuci Allah pada waktu pagi dan petang.
Aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan tunduk dan berserah diri, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya salatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Dan dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku termasuk orang yang berserah diri.

Doa Iftitah Sesuai Sunnah

Hukum Doa Iftitah

Hukum membaca doa iftitah adalah sunnah. Ia termasuk salah satu sunnah dalam sholat. Meskipun demikian, salat tidak sempurna tanpa doa iftitah.

Sebagaimana sabda Rasulullah saw.

Baca juga :  Doa Agar Sukses Dunia Akhirat

“Salat seseorang tidak sempurna hingga ia bertakbir memuji Allah dan menyanjungnya kemudian membaca Alquran yang mudah baginya.” (HR. Abu Daud dan Hakim; shahih)

Adab Membaca Doa Iftitah

Imam An Nawawi dalam kitab Al Adzkar menyatakan beberapa adab membaca doa iftitah, di antaranya adalah:

1. Disunnahkan menggabung beberapa doa iftitah dalam salat yang sendirian. Atau juga bagi imam, bila diizinkan oleh makmum. Jika makmum tidak mengizinkan, maka jangan membaca doa yang terlalu panjang.

Bahkan sebaiknya membaca yang singkat. Imam An Nawawi nampaknya mengisyaratkan hadis:

إذا أم أحدكم الناس فليخفف . فإن فيهم الصغير والكبير والضعيف والمريض . فإذا صلى وحده فليصل كيف شاء

“Jika seseorang menjadi imam, hendaknya ia ringankan salatnya. Karena di barisan makmum terdapat anak kecil, orang tua, orang lemah, orang sakit. Adapun jika salat sendirian, barulah salat sesuai keinginannya” (HR.Muslim 467)

2. Jika datang sebagai makmum masbuk, tetap membaca doa iftitah. Kecuali jika sudah akan segera ruku’, dan khawatir tidak sempat membaca Al Fatihah.

Jika demikian keadaannya, sebaiknya tidak perlu membaca iftitah, namun berusaha menyelesaikan membaca Al Fatihah. Karena membaca Al Fatihah itu rukun salat.

Baca juga :  Amalan Rebo Wekasan

3. Jika mendapati imam tidak sedang berdiri, misalnya sedang rukuk, atau duduk di antara dua sujud atau sedang sujud, maka makmum langsung mengikuti posisi imam dan membaca sebagaimana yang dibaca imam. Tidak perlu membaca doa iftitah ketika itu.

4. Para ulama Syafi’iyyah berbeda pendapat mengenai anjuran membaca doa iftitah ketika salat jenazah.

Menurut An Nawawi, yang lebih tepat adalah tidak perlu membacanya, karena shalat jenazah itu sudah selayaknya ringan.

5. Membaca doa iftitah itu hukumnya sunnah, tidak wajib. Jika seseorang meninggalkannya, tidak perlu sujud sahwi.

6. Yang sesuai sunnah, menggunakan suara sirr (lirih) saat membaca doa iftitah. Jika dibaca dengan jahr (keras) hukumnya makruh, namun tidak membatalkan salat.

Demikian doa iftitah sesuai sunnah, semoga bermanfaat.(AL)

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.