Doa Sholat Dhuha dan Artinya DOC PDF

Doa setelah Sholat Dhuha latin dan artinya dalam format doc. dan pdf. terlampirkan di bawah ini. Kita sebagai umat Muslim tidak hanya mempunyai kewajiban berupa sholat lima (5) waktu; Subuh, Dhuhur, Ashar, Magrib, Isya.

Hanya saja, syariat Islam juga menganjurkan kepada setiap Muslim untuk menunaikan ibadah sholat sunnah. Sunnah ini ada yang pelaksanaannya pada malam hari, seperti Tahajud, Witir, Hajat, Tarawih. Lalu ada pula sholat sunnah yang waktunya pada siang hari, seperti Dhuha.

Keutamaan Sholat Dhuha

Kemudian, dalam hadis Nabi ada banyak keterangan berkenaan dengan keutamaan sholat sunnah Dhuha.

1. Sebagai Sedekah.

يُصْبِحُ عَلى كُلِّ سُلامَى مِنْ أَحدِكُمْ صَدَقةٌ: فكُلُّ تَسْبِيحةٍ صدقَةٌ، وكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وكُلُّ تَكْبِيرةٍ صدقَةٌ، وَأَمْرٌ بِالمعْرُوفِ صَدقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ المُنكَرِ صدقَةٌ. وَيُجْزِيءُ مِنْ ذلكَ ركْعتَانِ يَرْكَعُهُما منَ الضُّحَى

“Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah
sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat disepadankan dengan mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)

Baca juga :  Doa agar Hutang Cepat Lunas dan Lancar Rezeki
Baca juga :  Doa Mendapatkan Rezeki yang Halal dan Barokah
2. Sebagai Investasi.

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ : انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنْ الْفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ

“Sesungguhnya yang pertama kali dihisab pada diri hamba pada hari kiamat dari amalannya adalah shalatnya. Apabila benar (shalatnya) maka ia telah lulus dan beruntung, dan apabila rusak (shalatnya) maka ia akan kecewa dan rugi. Jika terdapat kekurangan pada shalat wajibnya, maka Allah berfirman, ‘Perhatikanlah, jikalau hamba-Ku mempunyai shalat sunah maka sempurnakanlah dengan shalat sunahnya sekadar apa yang menjadi kekurangan pada shalat wajibnya. Jika selesai urusan shalat, barulah amalan lainnya. ” (HR. Tirmidzi)

3. Setara pahal haji dan umrah.

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ , تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ 

“Siapa yang shalat Shubuh berjamaah, kemudian duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian duduk dua rakaat, maka baginya pahala bagaikan pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi)

4. Kebutuhan Hidup Dicukupkan.

ابْنَ آدَمَ ، ارْكَعْ لِي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

“Wahai anak Adam, nckuklah (shalatlah) karena Aku pada awal siang (shalat Dhuha) empat rakaat, maka Aku akan
mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari. ” (H. R. Tirmidzi)

Baca juga :  Doa Agar Terhindar dari Wabah Penyakit: Sholawat Tibbil Qulub dan Li Khomsatun
Baca juga :  Doa Agar Terhindar dari Virus Corona Arab dan Artinya

Waktu Dhuha

Waktu pelaksanaan sholat Dhuha adalah berawal dari ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya.  Sebagian ulama menyebut sekitar 15 menit setelah terbit. Adapun berakhirnya Dhuha yakni pada waktu Matahari sudah tegak luru atau sesaat sebelum masuknya waktu Dhuhur.

Berkaitan dengan hal itu, berikut potongan hadis dari sebuah hadis yang redaksinya cukup panjang, bahwa Rasululullah pernah menjelaskan keterangan mengenai sholat Dhuha riwayat dari sahabat Amr bin Abasah:

فَقَدِمْتُ الْمَدِينَةَ فَدَخَلْتُ عَلَيْهِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَعْرِفُنِي قَالَ نَعَمْ أَنْتَ الَّذِي لَقِيتَنِي بِمَكَّةَ قَالَ فَقُلْتُ بَلَى فَقُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَخْبِرْنِي عَمَّا عَلَّمَكَ اللَّهُ وَأَجْهَلُهُ أَخْبِرْنِي عَنْ الصَّلَاةِ قَالَ صَلِّ صَلَاةَ الصُّبْحِ ثُمَّ أَقْصِرْ عَنْ الصَّلَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَتَّى تَرْتَفِعَ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ حِينَ تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ ثُمَّ صَلِّ فَإِنَّ الصَّلَاةَ مَشْهُودَةٌ مَحْضُورَةٌ حَتَّى يَسْتَقِلَّ الظِّلُّ بِالرُّمْحِ

“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam datang ke Madinah, ketika itu aku pun datang ke Madinah. Maka aku pun menemui beliau, lalu aku berkata: wahai Rasulullah, ajarkan aku tentang shalat. Beliau bersabda: kerjakanlah shalat shubuh. Kemudian janganlah shalat ketika matahari sedang terbit sampai ia meninggi. Karena ia sedang terbit di antara dua tanduk setan. Dan ketika itulah orang-orang kafir sujud kepada matahari. Setelah ia meninggi, baru shalatlah. Karena shalat ketika itu dihadiri dan disaksikan (Malaikat), sampai bayangan tombak mengecil” (HR. Muslim no. 832).

Rakaat Dhuha

Jumlah rakaat sholat Dhuha yaitu minimal  2 rakaat.  Dalil hadisnya sudah Rasul singgung pada hadis itu.

Sedangkan untuk jumlah maksimalnya, terjadi perbedaan pendapat. Ada ulama mengatakan 8 rakaat, dan ada pula yang menyebut 12 rakaat. Berikut beberapa dasar dalilnya.

Hadis riwayat dari Sayyidah Aisyah,

كان النبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يُصلِّي الضُّحى أربعًا، ويَزيد ما شاءَ اللهُ

“Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat dhuha empat rakaat dan beliau biasa menambahkan sesuka beliau.” (HR. Muslim, No. 719)

Lalu keterangan hadis dari Ummu Hani’:

أنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم عامَ الفتحِ صلَّى ثمانَ ركعاتٍ سُبحةَ الضُّحى

“Sesungguhnya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pada tahun terjadinya Fathu Makkah beliau shalat delapan rakaat shalat dhuha.” (HR. Bukhari, No. 1103; Muslim, No. 336)

Baca juga :  Doa Kehilangan Barang Agar Cepat Ketemu
Baca juga :  Doa untuk Pasien Kritis yang Tidak Ada Harapan Sembuh Lagi

Niat Sholat Dhuha

Berikut ini bacaan niat untuk Sholat Dhuha dua rakaat.

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatad dhuha rak‘ataini lillāhi ta‘ala.

Artinya: Aku niat Sholat Dhuha 2 rakaat sunnah karena Allah Ta’ala.

Tata Cara Sholat Dhuha

Selanjutnya, perihal tata cara melaksanakan Sholat Dhuha sebenarnya sama seperti tata cara shalat lainnya. Yang membedakan hanyalah pada aspek niatnya dan waktunya. Untuk pelaksanaannya dengan dua rakaat lalu salam. Jadi, ketika seseorang melaksanakan 4 rakaat, berarti salamnya harus 2 kali. Begitu seterusnya.

Doa Setelah Sholat Dhuha

Selain perbedaan tadi, ada juga keterangan hadis yang menjelaskan tentang doa sesudah Sholat Dhuha sebagaimana riwayat dari Sayyidah Aisyah. Bahwa, Rasulullah Saw ketika selesai sholat Dhuha berdoa beriku ini sebanyak 100 kali:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Allahummaghfir li, wa tub ‘alayya, innaka antat tawwabur rahim.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (H.R. Bukhari dan Nasa’i, termasuk hadits shahih menurut Al-Bani dalam kitab Al-Adab al-Mufrad)

Selain itu, kalangan ulama juga mengajarkan doa-doa lainnya, antara lain sebagai berikut.

Teks bacaan doa setelah Sholat Dhuha lengkap Arab latin dan artinya:

Doa Sholat Dhuha dan Artinya

Latin:

Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’auka wal-jamaala jamaaluka wal-quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal-‘ismata ‘ismatuka.

Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil-ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa aataita ‘ibaadakash-shalihiin.

Baca juga :  Doa Mendapatkan Pekerjaan yang Baik
Baca juga :  Doa Agar Dapat Melunasi Hutang Dengan Cepat
Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu.”

“Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit, maka turunkanlah. Apabila berada di dalam bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar, maka mudahkanlah. Apabila haram, maka sucikanlah, apabila jauh, maka dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh.”

Untuk kebutuhan cetak (print), silahkan unduh (download) Doa Sholat Dhuha latin dan artinya dalam format doc. (word) dan pdf. siap print berikut ini:

Klik >>  DOA SHALAT DHUHA  (doc.)

Klik >>  DOA SHALAT DHUHA  (pdf.)

Doa Sholat Dhuha dan Artinya

Syarat Doa Dikabulkan Allah

Dalam hal ini, setiap Muslim pasti ada keinginan doa-doa yang ia baca dapat Allah kabulkan. Akan tetapi, pasti juga ada syarat-syarat khusus agar Allah mengabulkan setiap keinginan yang kita bacakan.

Berikut ini penjelasan dari Aulia Fadli dalam Doa-doa Mustajab Orang Tua untuk Anaknya (2014: 37-49) tentang ketentuan-ketentuan utama agar Allah menerima hajat kita:

1. Seseorang harus ikhlas bahwa hanya Allah yang bisa mengabulkan permahonan, sekaligus meyakini bahwa tidak ada yang bisa memberi manfaat dan mencegah kemudharatan kecuali Allah semata.

2. Doa hendaknya seseorang sampaikan dengan “merendahkan diri” dan “suara yang lembut”.

3. Bersikap optimis bahwa doa itu akan dikabulkan, cepat ataupun lambat, di dunia ini maupun di akhirat kelak nanti. Yang penting kita tidak memaksa atau “mendikte” Allah Swt.

4. Isi redaksi doa hendaknya tidak hanya mencakup urusan dunia semata, melainkan juga mencakup urusan akhirat.

5. Doa hanya ditujukan kepada Allah semata.

6. Tidak berdoa dengan tergesa-gesa.

7. Pada saat berdoa hendaknya memadukan dalam jiwa perasaan “berharap” dan “takut”. Lalu berharap kepada Allah supaya mengabulkan doa kita. Dan cemas kalau-kalau doa kita tidak dikabulkan, bahkan tidak didengar-Nya.

8. Mengkonsumsi makanan dan memakai pakaian dari yang halal. Jadi, kita jangan sampai menghasilkan harta dari sesuatu yang haram.

Baca juga :  Doa Agar Mendapatkan Jodoh Idaman
Baca juga :  Doa Mendapatkan Anak Sholeh

Demikian penjelasan sekilas Sholat Dhuha, mulai dari keutamaan, waktu, rakaat, tata cara hingga ketentuan agar doa-doa Allah ijabahi. Jadi, semoga kita menjadi golongan orang-orang yang senantiasa taat, tawakkal, dan istiqamah dalam menunaikan ibadah. (MZN)

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *