Doa Sholat Dhuha Menurut NU dan Muhammadiyah

Doa Sholat Dhuha

Dalam agama Islam, sholat tidak hanya berjumlah 5 waktu yang hukumnya fardhu (wajib). Akan tetapi, terdapat pula sholat yang hukumnya sunnah, baik itu dilakukan pada pagi, siang maupun malam hari.

Sholat Dhuha adalah di antara sholat sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah kepada umatnya. Hal ini sebab sholat ini terdapat keutamaan khusus dibanding sholat sunnah lainnya.

Rakaat dan Waktu

Menurut pendapat Syekh Abu Bakar bin Muhammad Syatha al-Dimyati dalam kitab I’anatuth Thalibin (jilid I, h. 293), dijelaskan bahwa Sholat Dhuha dikerjakan pada awal pagi, yakni beberapa saat setelah matahari terbit. Sedangkan waktu yang utama (terbaik) untuk shalat ialah ketika mendekati seperempat hari.

Shalat Dhuha dikerjakan minimal 2 rakaat dan maksimal 8 rakaat. Ada pendapat lain yang menyebut maksimal yakni 12 rakaat, dan paling banyak tidak terbatas.

Tata Cara Sholat Dhuha

Sebelum sholat, pastikan seseorang dalam kondisi suci (bukan sedang keadaan junub), memiliki wudhu serta mengenakan pakaian sopan yang sudah menutupi aurat sesuai kelamin; laki-laki dan perempuan. Lalu menyiapkan tempat yang suci sembari menghadap kiblat.

Berikut ini tata cara Sholat Dhuha sebagaimana keterangan dalam Fiqih:

1. Membaca niat sholat dhuha melalui lisan

2. Takbiratul Ihram, yaitu mengangkat kedua tangan sambil melafalkan niat dalam hati

3. Membaca Doa Iftitah (hukumnya sunnah)

4. Membaca surat Al-Fatihah

5. Membaca surat-surat pendek, misalnya surat al-Dhuha (hukumnya sunnah)

6. Rukuk dengan tuma’ninah

7. I’tidal dengan tuma’ninah

8. Sujud dengan tuma’ninah

9. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

10. Sujud kedua dengan tuma’ninah

11. Berdiri lagi untuk melanjutkan rakaat kedua

12. Membaca surat Al-Fatihah

Baca juga :  Doa dan Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga Latin & Artinya

13. Membaca surat-surat pendek (hukumnya sunnah)

14. Rukuk dengan tuma’ninah

15. I’tidal dengan tuma’ninah

16. Sujud dengan tuma’ninah

17. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

18. Sujud kedua dengan tuma’ninah

19. Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah

20. Salam

21. Membaca doa sholat dhuha

Doa Dhuha NU & Muhammadiyah

Setiap ulama dalam kelompok mazhab, ormas, lembaga keagamaan lainnya memiliki tradisi yang berbeda-beda dalam membaca doa, misalnya setelah ibadah sholat. Tentu saja doa yang dibaca memiliki sumber dan landasan masing-masing.

Berikut ini bacaan doa setelah Sholat Dhuha menurut tradisi NU dan Muhammadiyah lengkap Arab, latin dan artinya.

Doa Sholat Dhuha Versi NU Online

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

Latin: Allahumma innad dhuha’a dhuha’uka, wal baha’a baha’uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka.

Artinya: “Wahai Tuhanku, sungguh Dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu.”

اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعْسِرًا (مُعَسَّرًا) فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Latin: Allahuma in kana rizqi fis sama’i fa anzilhu, wa inkana fil ardhi fa akhrijhu, wa inkāna mu’siran (mu‘assaran) fa yassirhu, wa in kana haraman fa thahhirhu, wa inkana ba‘idan fa qarribhu, bi haqqi duha’ika wa baha’ika wa jamalika wa quwwatika wa qudratika. atini ma atayta ‘ibadakas shalihin.

Artinya: “Wahai Tuhanku, jika rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah. Jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah. Jika sukar atau dipersulit (kudapat), mudahkanlah. Jika (tercampur tanpa sengaja dengan yang) haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah dengan hak dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang saleh.”

Doa Sholat Dhuha Versi Fatwa Tarjih Muhammadiyah

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

Latin: Allahu inni a’udzu bika minal bukhli, wa a’udzubika minal jubni, wa a’udzubika an uradda ila ardzalil umuri, wa a’udzubika min fitnatid dunya, wa a’udzubika min ‘adzabil qabri.

Baca juga :  Doa Awal Bulan Shafar

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari sifat kikir, aku berlindung kepada Engkau dari sifat pengecut, aku berlindung kepada Engkau dari dikembalikan kepada umurnya yang paling hina (pikun), aku berlindung kepada Engkau dari fitnah dunia dan aku berlindung kepada Engkau dari azab kubur.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad dan an-Nasai)

Keutamaan Shalat Dhuha

Dianjurkannya sholat ini sebab berlandaskan dengan keterangan hadits. Berikut beberapa hadits yang menerangkan tentang keutamaan-keutamaan Sholat Dhuha.

Riwayat dari sahabat Abu Dzar, bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) adalah sedekah. Setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) adalah sedekah. Setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) adalah sedekah. Dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) adalah sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.” (HR. Muslim no. 720)

Baca juga :  Doa Hari ke-18 Bulan Ramadhan

Riwayat dari sahabat Nu’aim bin Hammar Al Ghathafani, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (baca: di waktu Dhuha). Maka, hal itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, At Tirmidzi no. 475)

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwa ia berkata:

أَوْصاني خليلي صلَّى اللهُ عليه وسلَّم بثلاثٍ: صيامِ ثلاثةِ أيَّامٍ من كلِّ شهرٍ، وركعتي الضُّحى، وأنْ أُوتِرَ قبل أن أرقُدَ

“Kekasihku (Rasulullah) mewasiatkan aku utiga perkara: puasa tiga hari di setiap bulan, dua raka’at shalat dhuha dan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178, Muslim no. 721)

Demikian penjelasan lengkap tentang sholat dhuha beserta doa menurut versi NU dan Muhammadiyah. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam. (M. Zidni Nafi’)

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *