Dr. Hj. Indriya: Batik Bisa Menjadi Media Pendidikan dan Dakwah

Salah satu faktor perkembangan trend fashion dipengaruhi oleh para perancang yang semakin kreatif dalam membuat dan menghasilkan mode pakaian. Di Indonesia, banyak sekali para perancang yang menciptakan inovasi-inovasi baru dengan mengangkat batik sebagai  warisan nusantara.

Kini, batik sudah menjadi tren fashion kekinian yang sudah mendunia. Dr. Hj. Indriya, SE., M.Pd.I salah satu perancang yang sudah melakukan itu. Bahkan batiknya mengangkat tema, “Keulamaan dan Dakwah”, hal itu untuk mengusung nilai dakwah dan rekontruksi ajaran ulama ke dalam motif batik. Berikut wawancara tim Iqra.id dengan owner  IRD by Indriya R. Dani & IRD Batik &Fashion.

Sejak kapan berkiprah di dunia fashion?

Sejak  SMP sekitar tahun 1989, ketika itu saya mulai mendesain dan menjahit sendiri, rok dan atasan. Tapi rasanya sih sudah mulai terkoneksi dengan fashion sejak umur 5 tahun.

Sejak kapan terlibat di dunia modelling?

Kalau model kan identik dengan fashion. Walaupun sejak SMA suka menjadi model dadakan untuk fashion show busana muslim, tapi betul-betul menjadi model profesional itu justru setelah mengikuti kursus LPRS Lembaga Ratih Sanggarwati thn 2005. Sebetulnya bukan menjadi model, tapi belajar Etiket dan Pengembangan Kepribadian. Ternyata malah diminta jadi model, TV host, dan berlanjut sampai sekarang.

Kenapa batik yang dipilih sebagai trend busana?

Sebetulnya dalam media dakwah ini sudah mencoba ke beberapa media, di awali dengan fashion, buku, lirik lagu, sampai nasyid. Nah ini, sebetulnya tidak direncanakan, awalnya tugas makalah saat kuliah S3 diminta menuliskan Tokoh Pendidikan Islam Indonesia, hasilnya kurang bagus. Lalu saya berpikir bagaimana jika digambarkan dulu pemikiran ulama tersebut dalam motif batik, kemudian baru dituliskan ke dalam makalah, dan bahkan di jurnalkan.

Baca juga :  Hukum Khitan Perempuan dalam Kitab Manbaus Sa’adah (Bag. II)

Ternyata karena gaya berpikir saya cenderung visual, metode ini sangat cocok dengan saya dan malah menjadikan branding, di mana pemikiran-pemikiran ulama diterapkan ke dalam motif batik, dan sekaligus sebagai media pendidikan, dakwah, dan juga bernilai ekonomi syariah. Konsep ini sudah saya HAKI kan di tahun 2017, dan sejak pertama mendesain motif batik tahun 2016 sampai sekarang, sudah menghasilkan 17 motif batik bertema keulamaan dan dakwah.

   

Kenapa motif sufi yang dipilih?

Seni dalam Islam identik dengan nilai sufi, dan saya memang lebih mudah memahami konsep seni dan kembang karya yang dihasilkan dengan jalan tasawuf, banyak kebijaksanaan di dalammnya tanpa ada judgement, asal sesuai dengan kaidah Islam. Ini membuat seni dan dakwah berkembang, dan di Indonesia di awali oleh para Walisongo.

Siapa tokoh ulama yang paling menjadi inspirasi?

Pertama, Rasulullah saw.  kalau ulama nusantara walisongo, dan tokoh yang menginpirasi saya adalah alm. Papa saya. Tidak pernah habis rasanya selalu bermunculan ide-ide brilian dari kharisma beliau-beliau semua. Selain itu, para ulama dan cendekiawan dari kota Bogor, Mama Falak, Pagentongan dan Mama Falah Abn Abdullah Bin Nuh.

Baca juga :  Sayyidah Fidhah, Berbicara Menggunakan Alquran
Sudah banyak pameran busana yang diikuti dan di mana saja?

Lumayan banyak, Sealed Nectar 27 di Louisville KY USA Desember 2010, Sealed Nectar 30 di Atlanta GA USA, Washington DC, dan New York Mei 2013, ISNA Detroit MI, Geneva NY dan Los Angeles CA USA, September 2014, MT. Berkah Hong Kong, Oktober 2014, BRI Hong Kong,  November, 2015, Perhutani Bandung,  Januari, 2016, HmC Hijaber Moms Community Bogor, Juni 2016, IIF International Islamic Festival, Oktober 2016, ICF Indonesia Cultural Festival, Baku Azerbaijan, November 2016, Azizah Magz Fashion Show, Seattle USA, Desember 2016, Fundraising Fashion Show, LA USA, Desember 2016.

AIFW Asia Islamic Fashion Week, Kuala Lumpur Malaysia, Maret 2017, Telkom Event, Jakarta, Mei 2017, BUHE Bogor Urban Hijab Expo, Bogor, Juni 2017, FI Festival Indonesia, Moscow-Kazan Rusia Agustus’2017, IMFD Indonesia Modest Fashion Designer, Oktober’2017, Milad MT. Rafifah Jakarta, Mei 2018, Festival Batik Bogor, Agustus 2018, Indonesia Fashion Designer, Juni’2018, Indonesia Modest Fashion Designer, Oktober’2018, Halal Lifestyle, Maret’2019, Kazan Summit Rusia, April’2019, KCBI &Dinpar kota Bogor Juli’2019, Wedding Expo di Botani Bogor, Desember 2019

Apa harapan tentang batik sebagai warisan Nusantara?

Semoga tetap dilestarikan sebagai ciri khas dan bagian peradaban bangsa Indonesia non bendawi yang memiliki filosfi, dan nilai spiritual sekaligus perekonomian rakyat.

Baca juga :  Kisah Rasulullah Menghargai Pendapat Perempuan
Penghargaan apa saja yang pernah diperoleh di dunia fashion dan modeling?

Menjuarai lomba desain busana mengunakan motif batik motif Katumbiri, karya IRD Batik &Fashion sebagai anggota pengrajin batik kota Bogor, dari DISBUDPAR kota Bogor, 2018. Kedua, Lolos kurasi sebagai UKM Jawara Jabar mewakili dari kota Bogor, sebagai pengrajin batik, 2019. Ketiga, Delegasi Seni dan Budaya di Baku Azerbaijan 2016, Moscow Rusia 2017 dan 2019.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.