Fase Purnama Manusia Menurut Al-Razi

Abu Abdillah Muhammad bin Umar bin Al-Hasan bin Al-Husein bin Ali Al-Razi atau lebih dikenal dengan Fakhruddin Al-Razi, dalam tafsirnya, Mafâtih Al-Ghaib mengilustrasikan fase kehidupan manusia seperti bulan. Ia tampak pertama kali sebagai hilal, lalu semakin membesar hingga menjelma purnama yang begitu temaram. Setelah fase ini ia kembali mengecil seperti sediakala sebelum akhirnya benar-benar pudar dan sirna. Begitulah penjelasan unik Al-Razi saat menafsirkan Surat Yusuf: 22.

Semua manusia akan mengalami masa jaya menjadi “purnama” dalam hidupnya. Purnama dalam arti bahwa setiap individu memilki hak yang sama, memasuki dan meninggalkan usia produktif yang sama. Hanya saja, sedikit sekali individu yang benar-benar produktif pada usia “purnama” itu.

Bagaimana kita mengetahu detail usia produktif tersebut?

Menurut Abu Ubaidah, istilah فلان بلغ أشده (usia matang seseorang) dalam bahasa Arab memiliki arti seseorang yang telah sampai pada puncak usia paling matang. Kematangan ini ditandai dengan terbentuknya mental yang kokoh, berpikir progresif, dan lahirnya gagasan-gagasan besar untuk sebuah kemajuan.

Pandangan ulama klasik, seperti Ibnu Jarir Al-Thabari tentang Balagha Asyuddahu banyak mengacu pada tafsir Ibnu Abbas, beliau mengatakan bahwa usia matang seseorang itu ketika telah mencapai 33 tahun. Tetapi pendapat ini dibantah oleh Al-Razi. Karena menurutnya, pandangan ini bertentangan dengan medis.

Baca juga :  Al-Kindi, Filosof Muslim Pertama Yang Menerjemahkan Filsafat Yunani

Lebih lanjut, Al-Razi menjabarkan ilustrasinya di atas dengan membagi 28 hari (masa revolusi bulan) menjadi 4 bagian, yang berarti setiap bagian berjumlah 7 hari.

Manusia, sejak awal mula dilahirkan, merupakan sosok makhluk lemah yang akan terus mengalami pertumbuhan dengan diasuh oleh kedua orangtuanya, hingga paripurna mencapai usia 7 tahun. Inilah fase pertama dari empat bagian itu.

Fase kedua adalah 7 tahun berikutnya hingga usianya mencapai 14 tahun. Dalam masa inilah tumbuh kembang seseorang akan memasuki awal perubahan yang cukup signifikan. Kecerdasan, kepekaan, dan kematangan berpikir mulai tampak dalam fase ini. Ia telah sempurna menjadi remaja.

Fase ketiga adalah 7 tahun berikutnya hingga mencapai usia 21 tahun. Pada usia inilah seseorang benar-benar telah matang. Pikiran-pikiran brilian akan terus bermunculan. Perkembangan fisik dan psikis telah sampai pada puncaknya. Tentu saja dalam fase inilah banyak anak muda bangsa menghadirkan gagasan cerdas, produktif, inovatif, dan transformatif dalam pembangunan dan turut serta mencerdaskan bangsa.

Sedangkan fase keempat adalah 7 tahun terakhir hingga masuk usia 28 tahun. Menurut Al-Razi, fase ini adalah fase terakhir dari kehidupan manusia yang akan menjadi penanda sebuah kemunduran baik secara fisik ataupun psikis hingga seseorang benar-benar tutup usia. Gagasan-gagasan progresif akan mulai meredup seiring hari-hari berlalu bersama waktu, mengikis perjalanan demi perjalanan dan akhirnya manusia hanya akan meratapi kenangan.

Baca juga :  Ain al-Qudzat; Sufi Martir dari Hamedan

Wallahua’lam

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.