Fungsi-Fungsi Bintang Menurut Al-Qur’an

Fungsi bintang menurut al-qur'an

Al-Qur’an tidak hanya kitab petunjuk yang menuntun umat manusia menemukan jalan terbaik dalam berinteraksi dengan sesama maupun alam raya. Ia juga merupakan petunjuk agar manusia mengembangkan pengetahuannya mengenai alam raya ini.

Merenungi bentuk, tujuan, dan hubungan antara satu benda dengan benda lainnya. Semuanya memiliki posisi dan perannya masing-masing yang saling melengkapi. Begitu pula dengan bintang sebagai salah satu ciptaan-Nya yang Dia gunakan sebagai media bersumpah (QS.al-Najm [53]: 1).

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata ‘bintang’ memiliki 8 makna. Dari sekian makna, yang serasi dengan tema tulisan ini adalah “benda langit yang terdiri atas gas menyala seperti matahari, terutama yang tampak pada malam hari”.

Dalam al-Qur’an kata ‘bintang’, baik dalam bentuk tunggal maupun jamak, disebut sebanyak 14 kali. Semuanya berbicara mengenai hakikat, fenomena, manfaat, dan hal lain yang berkaitan dengannya (Tafsir ‘Ilmi; Manfaat Benda-benda Langit: 160).

Oleh al-Qur’an, bintang diterjemahkan dengan 5 kata; kawākib (QS. al-Shāffāt [37]: 6), najm (QS. al-An’ām [6]: 97, QS. al-Nahl [16]: 16, dan QS. al-Najm [53]: 1), mashābīh (QS. al-Mulk [67]: 5), khunnas (QS. al-Takwīr [81]: 15), dan thāriq (QS. al-Thāriq [86]: 1).

Terkait fungsi daripada penciptaan bintang, Imam al-Marāghī (29/8) mengutip pendapat Imam Qatadah mengatakan bahwa Allah menciptakan bintang untuk tiga hal. Penghias langit, pelempar setan, dan petunjuk saat berada di daratan maupun lautan.

Namun demikian, ada 2 fungsi lain yang bisa kita temukan darinya. Yakni sebagai petunjuk atas keberadaan Tuhan Sang Pencipta dan penentu datangnya suatu musim.

Baca juga :  Al-Biruni, Intelektual Sekaligus Astronomi Abad ke-11
Petunjuk Keberadaan Sang Pencipta

Manfaat dari bintang ini telah dirasakan Nabi Ibrahim sebagaimana yang Allah kisahkan dalam QS. al-An’ām [6]: 75-79. Di tengah-tengah kegelisahannya terhadap perilaku kaumnya yang menyembah berhala, terbesit dalam benak Nabi Ibrahim untuk mencari tahu pencipta alam raya yang sesungguhnya.

Secara nalar, yang pantas untuk disembah adalah dia yang menciptakan segalanya. Bukan yang diciptakan semisal patung berhala sesembahan kaumnya yang tidak bisa apa-apa itu. Setelah memperhatikan bintang, bulan, dan matahari yang hilang timbul, Nabi Ibrahim berkesimpulan bahwa ada Sang Pencipta dan Pengatur di balik semua itu.

Penghias Langit

Pada hakikatnya, bintang selalu ada pada tempatnya. Hanya saja, kala matahari terbit, cahaya bintang kalah dengan cahaya yang dipancarkan matahari. Entah karena memang perbedaan kekuatan cahayanya maupun jaraknya dengan bumi.

Di malam hari, gemerlap cahaya bintang tampak indah menghiasi langit yang gelap sebagaimana firman Allah dalam QS. al-Shāffāt [37]: 6 dan QS. al-Mulk [67]: 5. Selain keindahan yang bisa dirasakan, cahaya bintang dengan berbagai variasinya yang banyak itu membuat bumi sedikit cerah. Cahaya samar-samarnya cukup untuk menuntun seseorang dalam kegelapan malam.

Pelempar Setan

Fungsi ini bisa kita temukan misalnya dalam QS. al-Mulk [67]: 5. Sebelum diutusnya Nabi Muhammad, setan dari bangsa jin terbiasa naik ke langit untuk mencuri kabar langit yang akan dibagikan kepada orang-orang yang bekerja sama dengannya, baik peramal, dukun, maupun lainnya.

Baca juga :  Karakteristik Gerhana Bulan Sebagian 19 November 2021

Kini mereka tidak bisa leluasa karena langit sudah dijaga oleh panah-panah api yang siap mengejar mereka (QS. al-Jinn [72]: 8). Para mufasir berpendapat bahwa panah api tersebut berasal dari bintang di langit.

Jadi maksud daripada fungsi bintang sebagai pelempar setan bukanlah bintang tersebut lepas dari titik koordinatnya melainkan ada semacam bola api yang memisahkan diri dari bintang tersebut yang siap mengejar menghanguskan jin pencuri berita langit (Tafsir al-Ibrīz, 29/2106 dan al-Marāghī, 29/8).

Petunjuk Kegelapan

Fungsi bintang sebagai petunjuk arah ini bisa kita jumpai misalnya dalam QS. al-An’ām [6]: 97 dan QS. al-Nahl [16]: 16. Dalam ayat pertama Allah menegaskan bahwa Dia telah menjadikan bintang bagi manusia sebagai petunjuk dalam kegelapan daratan maupun lautan.

Kemudian dalam ayat yang kedua, Allah hanya menginformasikan bahwa kafir Quraisy sudah terbiasa menjadikan bintang sebagai petunjuk dalam perjalanan dagang musim dingin dan panas mereka. Bahkan, sebagaimana tulis Imam al-Sya’rāwī, tidak ada kabilah Arab lain yang bisa menggunakan bintang sebagai petunjuk selain Kabilah Quraisy. (Tafsīr al-Sya’rāwī, 12/7852)

Dalam Tafsir ‘Ilmi; Manfaat Benda-benda Langit (150) dijelaskan bahwa dari sekian juta bintang di langit, ada yang sendirian dan ada yang berkelompok. Bintang yang bisa digunakan sebagai petunjuk adalah bintang-bintang yang berkumpul membentuk formasi tersendiri atau yang lebih kita dengan istilah rasi.

Baca juga :  Ulugh Beg dan Peran Besarnya dalam Bidang Ilmu Astronomi

Ada rasi bintang Aries, Scorpio, Cancer, dan lain-lain. Selain itu, bintang tersebut juga harus berada pada letak yang tetap (fixed stars).

Penentu Datangnya Musim

Selain tiga hal tersebut, masih ada fungsi lain yang bisa kita temukan pada bintang, yakni sebagai penentu datangnya suatu musim. Hal ini bisa diketahui dengan memperhatikan kedudukan matahari (manzilah) di antara bintang-bintang tersebut.

Yakni dengan memperhatikan terbit dan terbenamnya kelompok bintang. Ketika matahari terbenam bersama rasi bintang Aries maka ini pertanda awal musim semi (21 Maret). Jika matahari terbenam bersama rasi bintang Cancer berarti musim panas telah tiba (21 Juni).

Pada saat matahari terbenam bersama rasi bintang Libra, pertanda musim gugur telah masuk (23 September). Dan manakala matahari terbenam bersama dengan rasi bintang Capricornus, berarti musim dingin siap menyelimuti (22 Desember).

Namun demikian, hal ini berlaku bagi wilayah yang berada di utara khatulistiwa. Adapun wilayah yang berada di selatan garis khatulistiwa berlaku kebalikannya. (Tafsir ‘Ilmi; Manfaat Benda-benda Langit, 150-151). Wallahu a’lam bis shawab.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.