Gus Baha: Belum Ada Orang Mencintai Nabi Seperti Orang Indonesia

KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, seorang ulama asal Narukan Kabupaten Rembang, dalam suatu pengajian kitab bersama para santri mengisahkan tentang karomah Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, seorang ulama Mekkah, yang pernah berjumpa Rasulullah lalu menyebut keistimewaan orang Indonesia.

Berikut keterangan dari Gus Baha:

Jangan suka mengikuti orang yang abid (ahli ibadah) tapi bodoh. Itu merusak! Shalat kok berlebihan. Wiridannya lama, bacaannya harus segini.

Kadang, ada caranya menggeleng seperti ini. “Waduh semua kok ada caranya.”

Baca juga :  Cerita Gus Baha Didebat Orang Wahabi Soal Tanggal Kelahiran Nabi
Baca juga :  Gus Baha Pertama Kali Kalah Debat dengan Santri

Tidak perlu berlebihan seperti itu. Biasa saja!

Sebab, kita tidak pernah tahu bagaimana cara mencintainya umat kepada Kanjeng Nabi Muhammad.

Masyhur di Twitter, bisa dikonfirmasi, saya tidak bilang sahih, tapi mashyur. Jadi, Sayyid Muhammad itu pernah mukasyafah (mata batin terbuka) di makam Rasulullah.

Ketika itu Sayyid Muhammad melihat ada satu kelompok pada saf awal, lalu Sayyid Muhammad bertanya, “Man hum ya Rasulallah (siapa mereka, wahai Rasulullah?”

Ashabi (sahabatku).”

Kelompok pada saf kedua ditanya, “Man hum ya Rasalullah (siapa mereka, wahai Rasulullah?”

Ashabi (sahabatku).”

Tapi, ada di belakang, kelompok yang lebih besar dan banyak sekali. Sayyid Muhammad al-Maliki bertanya, “Man hum ya Rasulullah (siapa mereka wahai Rasulullah) ?”

“Itu orang-orang Indonesia yang mencintai saya,” jawab Rasulullah.

Baca juga :  Cita-Cita Gus Baha: Setiap Masjid Ada Warung Kopi
Baca juga :  Istri Gus Baha, Putri Kiai Pesantren Sidogiri

Saat tersadar, Sayyid Muhammad bilang, “Saya mencintai Indonesia”.

Ternyata apa? Maulid di Indonesia, orang yang bertato saja ikut mauludan. Tidak shalat pun ikut mauludan. Itu tidak ada di negara lain.

Jadi, belum ada orang mencintai Nabi seperti orang Indonesia.

Sampai kiai pertama yang menerima cerita itu, “Waduh yang tatonan saja mauludan”.

Kita tidak pernah tahu bagaimana cara mereka mencintai Nabi.

Kita tidak pernah tahu. Kalian kan tidak ditakdirkan menjadi orang itu. Jangan memikirkan diri sendiri.

Orang munafik di zaman Nabi itu munafik yang mbodoni (membodohi) orang yang jelas benarnya. Sementara sekarang, orang yang mbodoni malah yang tidak jelas. (Hafidhoh Ma’rufa)

Simak sumber video pengajian ini: klik >> “Gus Baha – Cinta Nabi

Baca juga :  5 Quotes Gus Baha tentang Jodoh
Baca juga :  10 Quotes Gus Baha tentang Istri
Baca juga :  8 Quotes Gus Baha tentang Cinta
Baca juga :  10 Quotes Gus Baha tentang Hidup Bahagia
be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *