Gus Baha Jelaskan Hadis Memakai Celana Cingkrang, Shahih atau Tidak?

KH Ahmad Bahauddin Nursalim, Ulama yang juga pengasuh Pesantren Tahfidz LP3IA, Narukan, Kab. Rembang, dalam suatu majelis pengajian kitab bersama para santri  pernah menjelaskan hadis Nabi tentang perintah memakai sarung atau celana di atas mata kaki dan di bawah lutut.

Berikut penjelasan Gus Baha:

Orang-orang yang memakai cingkrang itu membaca hadisnya cuma setengah. Nabi mengutus sahabat kalau sarungan harus nishfus-saq ( نِصْفِ السَّاقِ), artinya di bawah lutut dan di atas mata. Berarti nishfus-saq kan jadinya cingkrang.

Hadisnya memang shahih, tapi Nabi kan sabdanya diteruskan,

فَإِنْ أَبَيْتَ فَمِنْ وَرَاءِ السَّاقِ وَلَا حَقَّ لِلْكَعْبَيْنِ

“Kalau kamu tidak mau, yang penting jangan menutupi mata kaki…”

Rata-rata kiai alim itu yang penting di atas mata kaki. Sebab, zaman dahulu, sahabat Abu Bakar pernah menawar kepada Nabi. “Kanjeng Nabi, kaki saya itu kurus, pantasnya ya ditutupi sampai bawah.”

Kata Nabi, “Ya sudah tidak apa-apa.”

Gampangannya, kalau kaki Rukhin gudiken (ada kudik) kan repot. Jadi pantasnya ya ditutupi.

Link ngaji versi audio-visual:

Gus Baha – Hadis Cingkrang

Baca juga :  5 Quotes Gus Baha tentang Jodoh
Baca juga :  10 Quotes Gus Baha tentang Istri
Baca juga :  8 Quotes Gus Baha tentang Cinta
Baca juga :  10 Quotes Gus Baha tentang Hidup Bahagia
Baca juga :  Gus Baha Jelaskan Hukum Makan Bekicot Menurut Madzhab Syafi’i dan Maliki
Baca juga :  Gus Baha Jelaskan Maksud Hadis ‘Malaikat Tidak Akan Masuk Rumah yang Ada Anjing’
Baca juga :  Gus Baha Jelaskan Hukum Kepiting yang Dianggap Amfibi, Halal atau Haram?
Baca juga :  Gus Baha: Anjing Tidak Najis di Semua Periode, Kenapa di Indonesia Dihukumi Najis?
be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.