Gus Baha Pertama Kali Kalah Debat dengan Santri

Gus Baha

KH Bahauddin Nursalim atau yang kita kenal dengan sebutan Gus Baha merupakan ulama ahli Qur’an yang pemahaman mendalam dalam bidang ilmu keislaman. Misalnya, ilmu tafsir, fikih, hadis, tasawuf, tauhid, dan lain sebagainya.

Selain alim, Gus Baha juga masyhur bijaksana dalam memahami ilmu keislaman yang berkaitkan dengan problematika umat kekinian. Maka, tak heran apabila beliau kini menjadi salah satu tokoh ulama yang paling masyarakat gandrungi.

Sudah tak terhitung lagi video ceramah dan ngaji Gus Baha yang beredar di media sosial. Tak tanggung-tanggung, setiap konten sosok kiai sederhana itu selalu membawa daya tarik para netizen. Tidak jarang, ceramah Gus Baha menjadi viral lantaran diputar ratusan ribu hingga jutaan kali.

Kendati selalu berpenampilan sederhana ala santri yang masih mondok, namun ilmu yang disampaikan Gus Baha banyak diterima oleh berbagai elemen masyarakat. Bahkan, tidak sedikit masyarakat nonmuslim yang begitu tertarik untuk menikmati ceramahnya.

Satu hal yang membuat Gus Baha populer dan disegani, yakni penyampaiannya tidak hanya serius, melainkan mendalam dengan berbagai pendekatan ilmu, memakai logika akal sehat, dan menjadi ciri khas adalah selalu membawa gelak tawa.

Orang alim seperti Gus Baha selalu saja ada orang yang mengajak debat, entah itu pengen menguji, menjatuhkan, atau hanya sebatas iseng semata.

Baca juga :  Ngaji Gus Baha: Wirid Nabi Tidak Mengajarkan Kata ‘Saya’
Debat dengan Santri

Dalam suatu majelis pengajian Haul KH Abdul Hamid Pasuruan, Gus Baha pernah bercerita bahwa ia pernah debat dengan seorang santri.

“Gus, jenengan (Anda) nanti masuk surga kalah sama saya,” kata seorang santri.

“Lhoo, kok bisa?” timbal Gus Baha.

“Iya, Gus. Itu kan ada dalam hadis. Sangat jelas, Gus.”

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.

“Hadis ini cocok buat saya, Gus. Saya masih mencari ilmu. Kalau jenengan nggak cocok, karena jenengan sudah ketemu ilmunya. Jadi, saya yang duluan masuk surga,” ujar si santri.

Gus Baha pun langsung tertawa mendengar jawaban santri itu.

“Baru sekali ini saya kalah debat. Itupun debatnya sama santri,” ungkap Gus Baha dengan santai. (M. Zidni Nafi’)

There is 1 comment for this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *