Jawaban Gus Baha saat Ditanya Rektor, ‘Yang Benar Jabariyah atau Qadariyah, Gus?’

Ulama ahli Qur’an dan Tafsir asal Kab. Rembang KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang dikenal dengan Gus Baha dalam suatu seminar di Jawa Timur menceritakan pengalamannya ketika ditanya seorang rektor mengenai siapa yang benar antara aliran Jabariyah atau Qadariyah.

Berikut jawaban dari Gus Baha:

Saya pernah ditanya seorang rektor begini, “Gus, yang benar itu (aliran) Jabariyah apa Qadariyah?”

Jawaban saya lucu, “Yang penting sholeh dulu. Setelah sholeh tidak apa-apa kamu Jabariyah apa Qadariyah.

Karena setelah sholeh, perasaan kita begini, قدَّرني لله على الصلاة. Saya bisa berbuat apa di depan kehendak Allah.

Sehingga perasaannya orang sholeh ketika mengatakan العبد مجبور adalah mengatakan La Haula Wala Quwwata Illa Billah.

Asal sholeh lho ya…

Baca juga :  Alasan Gus Baha Pernah Tolak Bantuan Uang Miliaran untuk Pembangunan Pesantren
Baca juga :  Inilah Alasan Gus Baha Menolak Ditawari Gelar Doktor Honoris Causa
Baca juga :  Cerita Gus Baha Dulu Pernah Tolak Tawaran Menjadi Syuriyah PBNU

Tapi, kalau orang itu tidak sholeh, dijawab paham saja ya brengkel saja. Memang hatinya tidak pernah tenang saja.

Qadariyah juga sama. Ini penting. Misalnya ada orang sholeh Qadariyah, mesti cara berpikirnya:

“Allah itu adil ya. Yang sholat diganjar surga, yang zina diganjar neraka. Yang tidak mencuri diganjar surga, yang mencuri diganjar neraka, kan adil.”

“Masak yang mencuri dimasukkan surga, yang sholat dimasukkan neraka?! Kan jadi lucu…”

Artinya, ketika dia Qadariyah juga ingin membaca hikmahnya Allah membuat aturan. Saya ulang lagi, asal sholeh ya…

Baca juga :  Istri Gus Baha, Putri Kiai Pesantren Sidogiri
Baca juga :  Gus Baha: Punya Istri Galak Itu Berkah, Banyak Kebaikan
Baca juga :  Gus Baha: Ilmu Saya Manfaat Karena Bikin Kopi Sendiri daripada Dibikinkan Istri

Jadi, orang setelah sholeh itu bisa improvisasi sendiri. Maka ini pentingnya ayat:

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُم بِإِيمَٰنِهِمْ

 (Q.S: Yunus:9)

Orang yang setelah iman akan ditunjukkan oleh imannya untuk mengelola was-wasnya setan. Misalnya saya adalah termasuk kiai yang terkenal sulit diundang, karena saya fanatik fikih, saya punya ibu, saya punya pondok.

Artinya, saya punya kewajiban. Yang bisa mengalahkan kewajiban adalah kewajiban akbar, yaitu yang lebih besar.

Saya diundang mahasiswa-mahasiswa ini kan jelas tidak akbar, nanti jadinya ترك الواجب لِاَجْلِ السنة. Wah kriminal saya. Masuk bab meninggalkan wajib demi sunnah.

Jelas ya? Kita harus terlatih dengan bahasanya orang-orang sholeh.

Link Ngaji Versi Video:

Gus Baha – Jabariyah atau Qadariyah yang Benar

Baca juga :  50 Kata Kata Bijak Gus Baha
Baca juga :  5 Quotes Gus Baha tentang Jodoh
Baca juga :  10 Quotes Gus Baha tentang Istri
Baca juga :  8 Quotes Gus Baha tentang Cinta
Baca juga :  10 Quotes Gus Baha tentang Hidup Bahagia
Baca juga :  Jawaban Gus Baha Ketika Ditanya, ‘Kiai Kok Shalat Jumat di Belakang?’
Baca juga :  Jawaban Gus Baha Ketika Ditanya, 'Sebaiknya, Haji Dulu Apa Umrah Dulu, Gus?'
Baca juga :  Jawaban Gus Baha Saat Ditanya, 'Mengapa Kalau Pakai Peci Miring dan Rambutnya Keluar?'

Ingin menyimak GUS BAHA lebih banyak lagi dengan translate BAHASA INDONESIA ?

Silakan klik >> DAFTAR KOLEKSI NGAJI GUS BAHA

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *