Ka`bah Mendatangi Rasulullah untuk Memintakan Syafaat Bagi Orang yang Hajinya Tertunda

kakbah

Pemerintah Arab Saudi telah memutuskan bahwa pelaksanaan ibadah haji 2021 hanya diberlakukan untuk domestik Arab Saudi saja. Dengan demikian, jamaah haji selain dari Saudi, termasuk Indonesia, kembali tidak bisa menunaikan ibadah haji tahun ini. Masih maraknya kasus Covid-19 di berbagai belahan dunia, termasuk di Arab Saudi, adalah alasan utama di balik kebijakan ini.

Berita ini tentu membuat jama`ah haji asal Indonesia merasa sedih. Namun siapa sangka, orang yang sudah niat haji tetapi tidak bisa berangkat karena satu dan lain hal, kelak akan mendapatkan pertolongan (syafaat) dari Rasulullah berkat permintaan Ka’bah. Ini tentu merupakan kabar yang sangat menggembirakan.

Berdasarkan kitab Nazhatul Majalis, KH. Husein Ilyas (Gus Husein), Rois Syuriah PCNU Mojokerto menjelaskan bahwa setelah wafatnya Nabi Muhammad saw, Ka`bah secara hakikat selalu meminta izin kepada Allah. “Ya Allah, berikanlah saya izin, saya ingin pergi ke raudhah, sowan menghadap Kanjeng Nabi Muhammad.”

Padahal ia tidak mempunyai kaki, tapi karena kesungguhannya berdo`a kepada Allah, akhirnya Allah mengizinkan Ka`bah menghadap Nabi Muhammad SAW di raudhah. Sesampainya di raudhah, Ka`bah pun ditanya oleh kanjeng Nabi, “Kamu kok kesini, ada apa?”

Baca juga :  Kisah KH Chudlori Tegalrejo Hadapi Konflik Santri-Abangan

“Kanjeng Rosul, Anda itu orang yang mempunyai syafa`atul `udzma. Di dunia bisa mensyafaati di akhirat juga bisa menyafa`ati. Contohnya ya saya ini, Ka`bah yang merasakan syafa`at Anda di dunia. Ketika masa kelahiran Anda, terjadi huru-hara di kota Makkah, yaitu peristiwa penyerangan Ka`bah yang dilakukan oleh Raja Abrahah dari Yaman.

Abrahah berencana membuat Ka`bah tandingan di sana, agar Masjidil Haram sepi. Akan tetapi semua itu gagal. Akhirnya Abrahah marah dan membawa 10.000 tentara bergajah,” Ka`bah mengulang cerita masa lalunya.

Karena syafa`atnya Kanjeng Nabi akan dilahirkan, Allah memberikan pertolongan. Belum sampai di Masjidil Haram, yaitu di Mina, Allah mendatangkan tentara burung Ababil yang mengambil kerikil dari neraka. Mereka berjumlah 1000 tentara. Setiap burung yang datang membawa kerikil, menjatuhkan kerikil panasnya ke kepala setiap tentara Abrahah.

Mereka tidak langsung mati, akan tetapi tubuhnya rontok menjadi potongan-potongan tubuh yang mengalirkan darah dan nanah. Walaupun banyak bangkai berserakan, atas kuasa Allah, ternyata itu tidak mencemarkan bau sama sekali. Sampai sekarang Mina merupakan daerah yang tidak ada lalatnya, sebab peristiwa itu. Tidak ada hewan yang makan bangkai disitu.

“Baiklah Kanjeng Nabi, karena Anda sudah memberikan syafaat kepada saya di dunia, waktu itu, saya ingin ambil bagian, untuk mensyafaati ya Nabi!” Ka`bah tampak bersemangat.

Baca juga :  Aturan Haji 2020, Dilarang Menyentuh Ka'bah dan Wajib Pakai Masker

“Siapa yang ingin kau syafa`ati?” tanya Nabi.

“Ada 3 golongan yang ingin saya syafa`ati.” Ka`bah mengajukan permintaannya pada Nabi.

“Golongan yang pertama yaitu golongan yang disebut Haji Syari`at. Haji yang sudah berhasil sampai mengalami thawaf,” lanjut Ka`bah.

“Baiklah, kemudian siapa lagi yang akan engkau syafati?” Nabi menawarkannya kembali pada Ka`bah.

“Yang kedua, yaitu haji hakikat, haji hakikat yang pertama yaitu hajinya orang yang sudah berusaha keras untuk ke tempat haji, namun tidak sampai melaksanakan thawaf ke tempat saya,” kata Ka`bah.

“Baiklah, lalu siapa lagi yang ingin kau syafa`ati wahai Ka`bah?” tanya nabi secara lugas.

“Yang ketiga juga merupakan haji hakikat, akan tetapi haji ini adalah haji bagi orang yang sudah niat berangkat haji, akan tetapi tidak bisa berangkat, atau tertunda. Baru sampai tahap niat saja,” Ka`bah dengan perasaan yakinnya ingin agar orang jenis ketiga ini disyafa`ati oleh Nabi Muhammad SAW.

“Baiklah,” Nabi Muhammad menyetuji permintaan dari Ka`bah untuk menyafa`ati tiga golongan yang sudah disebutkan.

Gus Husein mengajak kita untuk yakin bahwa orang yang sudah berusaha berangkat haji pasti akan mendapatkan syafa`at dari Nabi Muhammad SAW. Walaupun ia tidak bisa berangkat.

Baca juga :  Dzulhijjah di Mata Sufi

Masa Pandemi yang berkepanjangan sangat berdampak kepada pelaksanaan ibadah haji. Dua kali sudah, jama`ah haji asal Indonesia tertunda keberangkatannya. Namun, jangan sampai kita putus harapan. Nabi sudah menjaminkan syafa`at bagi orang yang sudah niat haji akan tetapi tidak berhasil berangkat. Wallahu A`lam

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.