Kasih Sayang Allah di Balik Musibah Virus Corona

IQRA.ID, Jakarta – Wabah virus corona (Covid-19) adalah tanda bahwa Allah memberikan kasih sayang kepada hamba-Nya. Kasih sayang yang diberikan, berupa teguran yang mengingatkan kita, bahwa manusia tidak memiliki kemampuan apa-apa.

Hal itu disampaikan oleh Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidilah Shodaqoh dalam Doa Bersama dan Pertaubatan Global, Kamis (9/4) malam, sebagaimana dilansir oleh NU Online.

“Kita diingatkan kepada wahdaniyah Allah, bahwa Allah Maha Satu di dalam Dzat-Nya, Allah Maha Satu di dalam sifat-Nya, Allah Maha Satu di dalam Af’al-Nya. Kita dipaksa oleh Allah untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan ber-tabaruk kepada-Nya,” tutur KH Ubaidillah Shodaqoh dalam acara yang dilakukan melalui komunikasi daring.

Dalam acara yang diikuti pengurus NU seluruh dunia ini, Kiai Ubaid mengatakan, mendekatkan diri kepada Allah adalah sebuah pilihan. Karena tidak ada yang bisa memberikan penyelesaian dan penyembuhan wabah virus Corona, kecuali Allah SWT.

Oleh karena itu, Kiai Ubaid mengajak seluruh Nahdliyin dan umat Islam serta seluruh bangsa Indonesai untuk lari kepada Allah. “Allah Maha Satu, Allah tempat mengadu, tidak ada tempat mengadu, kecuali Allah SWT,” ujarnya.

Di samping itu, adanya wabah Covid-19, umat Islam diingatkan kepada qudrat dan iradat Allah. Bahwa, Allah mampu mengubah segalanya. “Bahkan, membinasakan manusia seluruh dunia ini mampu; menghidupkan juga mampu, dan menyembukan juga mampu,” tuturnya.

Baca juga :  Ketua GP Ansor Malaysia Dukung Penuh Program Fatayat NU Malaysia

Dengan begitu, menurut Kiai Ubadillah Shodaqoh, Allah juga mampu untuk menghilangkan Corona.  Adanya musibah ini hendaknya manusia harus menjaga akhlak kepada Allah; akhlak dengan khusnudzan kepada Allah, bahwa Allah akan segera menghilangkan musibah ini.

“Barangkali selama ini kita kurang dekat, kurang merengek, dan merintih kepada Allah. Oleh karena itu, kita dipaksa oleh Allah sebagai hamba-Nya yang dikasihi. Bagaimana hamba ini mendekatkan diri dan bahaimana hamba ini menangis di hadapan Allah. Sehingga Allah mendengar suara merdu hamba-hamba yang mengadukan diri kepada Allah SWT,” lanjut Kiai Ubaid.

Ia mengajak peserta dan umat Islam berdoa, semoga kita diselamatkan oleh Allah; tidak ada efek-efek yang menyusahkan bagi rakyat. “Semoga dengan virus corona ini warga Indonesia lebih tangguh dan kuat,” pungkasnya.

“Semoga kita diselamatkan oleh Allah, semoga tidak ada efek-efek yang menyusahkan bagi rakyat, semoga dengan Virus Corona ini warga Indonesia lebih tangguh dan kuat.” Pungkas KH. Ubadillah Shodaqoh.

Selain Kiai Ubaid, acara tersebut juga diisi oleh Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, KH Ahmad Mustofa Bisri, para pengurus NU di seluruh Indonesia dan NU cabang istimewa di berbagai negara di benua Asia, Eropa, Afrika. (Jarwono/Kendi Setiawan/NU Online)

Baca juga :  Peringati Haul Gus Dur ke-11, PCINU Eropa-Afrika Soroti Indonesia Darurat Humor
be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.