Kemunduran Umat Islam

Menurut Pamanda KH Husein Muhammad, saat ini kaum Islam tekstualis sedang mengalami kemenangan atas kaum Islam rasionalis. Inilah masa kemunduran umat Islam. Aku terhenyak. Ini tahun 1440 Hijriyah.

Pada tahun 1415 Masehi, John Huss – seorang Reformer Kristen awal – wafat. Beberapa tahun kemudian muncullah Martin Luther (yang mengajar sekitar 1489-1546 M). Menno Simmons (w. 1530 M) dan Sultan Sulaiman Ottoman (w.1566 M) hidup lebih kurang sezaman. John Calvin mengajar lebih kurang pada 1536-1564 M. Michael Servetus dibakar di Jenewa tepat ketika almamater saya Universitas Kepausan Gregoriana didirikan, 1553 M.

Sultan Akhbar Khan Mughal memerintah sekitar seabad setelah Sulaiman Ottoman, dan menyatakan agama resmi Mughal pada masa pemerintahannya ialah Agama Din Ilahi – yang terbuka bagi setiap orang dari segala agama bahkan yang ateis dan agnostik. Pola sejarah yang menarik.

Kemunduran umat Islam akan berakhir manakala kaum muslim tekstualis mengalami kepunahan akibat kesalahan-kesalahannya sendiri memahami dan memaknai teks-teks agama. Misalnya, karena mengalami defisiensi vitamin D menyebabkan mereka mengalami berbagai penyakit, keterbatasan mental, dan kelemahan dari segi kecerdasan.

Misalnya, generasi Z dan generasi milineal dan alumni 212 yang banyak memberikan emotikon marah karena menganggap saya dan kawan-kawan  tidak menyukai Islam, atau yang memberi emotikon tertawa untuk menertawakan dakwah dan penyakit kronis yang saya alami. Umur mereka rata-rata 20-35 tahun. Tetapi, pada usia 35-45 tahun, mereka yang ngeyel dan bebal, tidak mau bertaubat, akan segera mengalami berbagai gangguan kesehatan baik fisik maupun mental.

Baca juga :  Islam Kotak-Kotak Menurut Buya Syafi'i Maarif

Sementara yang lebih tua, yang anak-anaknya telah terindoktrinasi, mereka lah yang terpaksa menanggung kebebalan orangtua mereka. Dalam dua atau tiga generasi, mereka akan segera punah akibat kebebalan pendahulu mereka sendiri. Sudah lah gaya hidup mereka tidak sehat, apa yang mereka konsumsi dari mulai yang masuk ke tubuh sampai yang ke kulit, mengandung toksik, udara yang berpolusi, air yang tercemar, kandungan plastik, dan seterusnya.

Ini sudah kehendak Allah: hanya yang mau mengubah nasibnya yang akan diubah-Nya. Iya, kan? Dalam Alquran, jelas Allah memperingatkan jangan hanya taklid buta pada ajaran leluhur. Dalam hal ini, termasuk taklid buta kaum Islam tekstualis ini pada guru-guru dan pemuka agama mereka. Mereka mengajar tanpa mendayagunakan akal budi dan hati nurani diri dan jemaatnya.

Jadi, ini baru 1440 Hijriyah, kan? Galileo Galilei bahkan belum lahir pada 1440 Masehi. Dia lahir pada 1564 M. Jadi, bersabarlah umat Islam rasionalis. Karena memberdayakan akal budi anugrah ilahi, dan oleh sebab itu dapat menjernihkan hati nurani tempat Allah bersemayam di kalbu, maka generasi umat Islam yang semacam inilah yang mampu menyintas. Survive. Karena mereka mengerti: Tauhid ialah satu kemanusiaan. Tauhid yang sesungguhnya.

Baca juga :  Denyut Islam di Larantuka Flores
be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.