Kesaksian Atas Kerja dan Suara Kreatif Pak Umar

Resensi Buku Bapak Madrasah Indonesia

Judul Buku: Bapak Madrasah Indonesia: Testimoni Atas Kinerja DR. H. A. Umar, M.A

Penulis:         Nur Kafid

Penerbit:       PT Elex Media Kompotindo

Cetakan I:      2021

Tebal:             92 halaman

ISBN:             978-623-00-2717-8

 

Di lembar sejarah kerja kehidupan Pak Umar, banyak nilai yang bisa dipungut dan dikupas. Salah satunya perihal dedikasi dan kerja keras dalam pembentukan Madrasah berkelas dunia. Dalam segala aktivitasnya selalu terlempar pada usaha pencarian ide, gagasan, solusi, yang bisa membantu siswa dan madrasah, di mana sedang berada dalam pergolakan pencarian identitas dan standar-standar nilai yang belum mampu memberikan gambaran terang tentang bagaimana memaknai sebuah wawasan, hidup, dan pendidikan.

Pak Umar bergerak ke arah sana. Ia berusaha secara optimal untuk mengubah paradigma Madrasah, manajemen Madrasah, dan krisis-krisis pribadi pendidik-siswa menjadi sesuatu yang konstruktif, juga aplikatif.

Suatu cara yang memungkinkan Madrasah bertahan dalam masa-masa zaman pelik dan menemukan pusat kekuatan dalam diri madrasah, serta mencapai nilai-nilai dan sasaran utuh untuk menjadi basis pengembangan pendidikan dan pemaknaan hidup umat.

Sumber-sumber itu ditemukan pak Umar selama menjadi Direktur KSKK (Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah). Diakui, ia menjadi pembimbing dan menjadi kekuatan penting dalam berjalannya Madrasah di Indonesia. Dengan keberhasilannya, banyak orang menyebutnya, Bapak Madrasah Indonesia.

Ikhtiar dalam memperjuangkan Madrasah demi melahirkan generasi hebat bermartabat disambut baik dari banyak kalangan. Kinerja-kinerja baiknya yang berdampak nyata dipuji. Bahkan banyak pihak memberikan testimoni.

Buku Bapak Madrasah Indonesia: Testimoni Atas Kinerja DR. H. A. Umar, M.A (2021) merupakan contohnya. Buku ini adalah kesaksian dari sebuah kerja keras seorang pejuang pendidikan yang penuh keikhlasan, dedikasi, dan integritas tinggi.

Mengutip pengantar, “buku ini merupakan bentuk ekspresi, kesaksian, suara hati, harapan, doa dari berbagai pihak, baik yang pernah berinteraksi secara langsung, tidak langsung, maupun yang baru sebatas berinteraksi secara daring ataupun pihak telepon”.

Baca juga :  Tren Hijrah Kekinian

Berbagai testimoni itu kemudian dikompilasi dan dikategorisasi dalam buku setebal 92 halaman ini.

Dengan suara jujur, di dalam buku ini banyak pihak yang memandang pak Umar adalah sosok pribadi yang sangat profesional, penuh inovasi, dan penuh motivasi. Jejak petualangan ketika menyapa ke madrasah-madrasah di seluruh Indonesia, selalu memberi secercah pencerahan, gagasan, dan dukungan.

Kesaksian ia pun ditempuh dengan cara santun, ramah, bersahaja, dan sederhana. Maka, tak heran, di sekujur buku ini, ia dikisahkan bak pahlawan Madrasah Tanah Air.

Misalnya kesaksian dari MAN Insan Cendekia OKI. “Bapak Direktur Umar merupakan sosok inovator, inspirator, dan motivator. Banyak sekali terobosan inspiratif untuk mewujudkan Madrasah hebat bermartabat berkelas dunia. Sebagai Direktur KSKK yang visioner, banyak kesan yang dapat dirasakan dan manfaatnya”.

Menurut tuturannya, inovasi, inspirasi dan motivasi yang diberikan pak Umar, akhirnya dapat membuahkan hasil berupa prestasi yang luar biasa bagi Madrasah MAN Insan Cendekia OKI dan Kementerian Agama. Berbagai prestasi daerah, nasional, dan internasional berhasil disabet. S

alah satunya mendali emas KSN Nasional Bidang Ekonomi 2020, yang dimenangkan Ananda M. Dugi Alfaro Putra, yang kini sedang mengikuti tes tahap II Pelantas 2021. Bagi mereka, Pak Umar telah memberikan suatu energi positif untuk pencarian makna eksistensi di tengah persaingan dunia yang bergejolak. Arahan pak Umar menjadi jurus ampuh yang membuahkan nafas semangat untuk terus Madrasah berprestasi.

Kinerja, Kepemimpinan, dan Cara Pandang Pak Umar

Aspek yang lain berkisar dari cara pandang Pak Umar. Program dan pemilihan tempat tak pandang bulu dan terbukti menyasar terhadap mereka yang membutuhkan dan layak, meski di pelosok pedalaman yang jauh.

Dalam arti, Pak Umar tak mempersoalkan produk publisitas atau pada persoalan eksprementasi bentuk taktis. Ia lebih memilih pada koherensi ideologisnya yang mamandang Madrasah harus berdiri di mana saja, dalam program dan bentuk rupa yang membuat generasi hebat bermartabat. Generasi yang cerdas, berprestasi, dan berkarakter Islami berjiwa Keindonesiaan.

Baca juga :  Mereguk Rasa Lewat Cerpen Pilihan #ProsaDiRumahAja Pandemi

Dengan demikian, dalam alam pikir Pak Umar, Madrasah bukan sekadar suatu tempat, bangunan, darah dan pengelolaan di suatu era dan daerah. Melainkan juga suatu cara pandang terhadap realitas sosial-politik-budaya di suatu era dan daerah masing-masing.

Madrasah di pelosok boleh dan diharuskan bersaing dengan sekolah lain dengan pompaan ide dari dalam alam pikiran Madrasah setempat.

Maka itu, banyak sekolah Madrasah yang berada di pedalaman juga merasakan apa itu program, juara dalam kompetisi nasional dan internasional. Mereka berhasil memenangkan kejuaraan dari hasil kerja keras penjajakan-penjajakan atau eksplorasi ide baru atas apa-apa yang selama ini tertutup oleh dominasi sekolah kota dan umum.

Untuk itu, catatan dari Madrasah MAN IC Sorong, dan Madrasah NTT menjadi saksinya. “Terima kasih Bapak Umar, pekerja keras dan inspirator Madrasah. Sang motivator dalam mendorong keluarga besar Madrasah untuk bekerja keras, cerdas, sukses, dan tuntas. NTT sangat merasakan dampak positifnya dalam membesarkan Madrasah, sehingga dua tahun terakhir Madrasah NTT berada di tempat terbaik di mata Publik NTT.

Di mata MAN Sorong, “Kami sangat bersyukur. Terima kasih telah mau memberikan berbagai ilmu dan nasehatnya secara cuma-cuma kepada kami. Kami sadar bahwa selama ini kami nakal dan membuat Bapak marah dan jengkel. Tapi kami sangat berterima kasih lantaran Bapak dengan segala cara dan gaya berupaya menjadikan kami sejajar dengan lembaga lain di bawah binaan Kemendignas. Kami yakin, tanpa kegigihan dan semangat yang Bapak berikan kami tidak bisa seperti ini. Bapak adalah kakak, dan orang tua kami, sekaligus pahlawan pergerakan citra Madrasah di bumi Indonesia bagi kami.”

Secara logis, nama pak Umar selalu bercokol kuat di hati sanubari pendidik Madrasah sampai kini. Ide, gagasan, dan bimbingannya yang luar biasa dalam meningkatkan mutu serta kualitas pendidikan Madrasah.

Baca juga :  Hakikat Cinta dan Risalah Kesepian

Setiap tutur katanya selalu menjadi inspirasi karya. Banyak sekali nasehat ringan, tapi syarat makna. Nasehatnya ngademi dan ngayemi. Dan begitulah seharusnya praktik pejabat meski tidak banyak terjadi.

Melampaui yang tertangkap dari pejabat, Pak Umar telah membubuhkan warna kontrak sosial yang baik bersama masyarakat. Secara sadar, dengan berbagai program kerja samanya baik dengan Madrasah, organisasi sosial atau yayasan, menjadi bukti bahwa Pak Umar selaku pemimpin/dengan KSKK-nya, mau berkomunikasi, berjejaring, dan menjaring ide-ide kreatif kaum muda di dunia akademik dan pendidikan. Pak Umar menjadi anomalitas dari birokrat lainnya.

Fakta dan ingatan sejarah telah ditunjukkan dalam buku ini. Semoga pak Umar dengan amanah barunya sebagai Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal-Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Kementerian Agama Republik Indonesia mampu terus mengulangi sejarah yang sama.

Jika prestasi adalah harga diri, maka perjuangan melampaui yang sama harus terus dipupuk tinggi, tak boleh berhenti. Kita tahu, birokrat turut serta mempertahankan hubungan pada realitas, dan itu yang penting bagi pijakan peristiwa.

Dengan ini, dengan api yang telah disulut Pak Umar, semoga timbul harapan tinggi bahwa pendidikan Madrasah akan berubah membaik. Pada zaman selanjutnya, inilah Madrasah baru yang tengah dibentuk. Madrasah yang mencari dirinya.

 

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *