Keteladanan KH Sahal Mahfudh dalam Berkarya

Salah satu ulama Indonesia yang karyanya inspiratif dan fenomenal adalah KH. MA. Sahal Mahfudh. Pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen Margoyoso Pati ini semasa hidupnya berhasil melahirkan banyak karya, baik yang berbahasa Arab ataupun yang berbahasa Indonesia. Karya ini sampai sekarang dan akan datang terus dikaji generasi demi generasi yang membawa kemanfaatan besar bagi kehidupan.

Dalam bentuk bahasa Arab, karya KH. MA. Sahal Mahfudh antara lain: Thariqatul Husul Ala Lubbi al-Ushul, al-Bayan al-Mulamma’ An Alfadzil Luma’, Anwar al-Bashair ala Ta’liqati al-Asybah Wa an-Nadhair, Intifahul Wadajain, al-Tsamarat al-Hajeniyah, al-Musalsal al-Muhimmah, dan lain-lain.

Dalam bentuk bahasa Indonesia, antara lain: Nuansa Fiqh Sosial, Pesantren Mencari Makna, Menjawab Problematika Umat, Fiqh Pesantren, dan ratusan makalah di berbagai forum diskusi yang jumlah ratusan.

Sejak Nyantri di Pesantren

Tradisi menulis di pesantren dimulai Kiai Sahal sejak di pesantren. Intensitas kajiannya dalam kitab kuning, kegemarannya muthalaah (membaca kitab sampai larut malam), kesukaannya membaca koran, majalah, dan aneka referensi yang lain, dan kebiasaannya memberi catatan yang dalam istilah pesantren dinamakan ta’liq, menjadi embrio lahirnya karya Kiai Sahal yang dahsyat.

Ketika di Sarang saat akan mengajar kitab Lubbul Ushul (sebuah kitab ushul fiqh karya Imam Zakariyya Al-Anshari yang dikenal sulit) kepada para santri di gotaan (kamar) pesantren, Kiai Sahal membuat catatan-catatan (ta’liqat) penting di pinggir kitab. Catatan ini bisa penambahan, kritik, dan analisis mendalam terhadap teks yang ada dalam kitab Lubbul Ushul.

Catatan inilah yang kemudian lahir sebagai karya besar Kiai Sahal yang diberi judul Thariqatul Husul yang diakui ulama, dalam dan luar negeri. Bahkan ada ulama Timur Tengah yang memuji Kiai Sahal sebagai ulama yang tidak tercium aroma ‘ajam (non Arab) dalam dirinya. Artinya, Kiai Sahal seperti ulama asli Arab, ketika melihat kualitas karyanya yang hebat.

Selain itu, kecintaan Kiai Sahal dalam membaca kitab membuat Kiai Sahal sering mencatat kaidah-kaidah penting yang ada dalam kitab. Kaidah-kaidah ini dikumpulkan dan kemudian menjadi satu kitab penting dalam kajian istilah fiqh yang diberi judul Al-Tsamarat al-Hajeniyyah. Kitab ini dikaji di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen sebagai pelajaran wajib bagi santri tingkat Aliyah.

Baca juga :  Habib Zain bin Smith, Sang Penjaga Tasawuf Al-Ghazali
Rahasia Kiai Sahal dalam Berkarya

Tulisan yang berkualitas lahir dari bacaan yang berkualitas dan analisis yang mendalam. Karya-karya Kiai Sahal yang berkualitas lahir dari bacaan yang luas dan analisis yang detail dan mendalam. Rahasia pertama mengapa Kiai Sahal mampu menulis secara produktif adalah tradisi membaca yang kuat. Kiai Sahal selalu meng-update referensi-referensi baru sehingga mampu mengikuti perkembangan ilmu dan informasi terbaru. Hal ini lahir karena curiosity dalam diri Kiai Sahal yang sangat mencintai ilmu sepanjang hayat.

Rahasia kedua adalah inspirasi pelajaran insya’ ketika di PIM Kajen. Dalam pelajaran insya’ ini, anak didik didorong untuk menulis karya dalam bentuk bahasa Arab yang akan dinilai guru. Anak didik dilatih melahirkan kreativitas dan inovasi dalam menulis. Oleh sebab itu, di pesantren atau di madrasah, pelajaran insya’ ini perlu diadakan dan dioptimalkan fungsinya untuk melatih anak didik menulis.

Rahasia ketiga adalah inspirasi guru-guru. Dalam hal ini, pengaruh Syaikh Zubair Dahlan dan Syaikh Yasin bin Isa al-Fadani sangat kuat. Syaikh Zubair mempunyai beberapa karya. Antara lain: Dalilul Awam dan al-Qalaid al-Lukluiyah. Sedangkan Syaikh Yasin bin Isa al-Fadani mempunyai banyak karya. Antara lain: al-Fawaid al-Janiyyah Hasiyah al-Mawahib as-Saniyyah, Ad-Durru al-Mandlud Syarah Sunan Abi Dawud, Fathu al-Allam Syarah Bulughul Maram, Hasyiyah ala al-Asybah wa an-Nadhair, dan Bughyatul Musytaq Syarah Luma’ Syaikh Abi Ishaq.

Rahasia keempat adalah lingkungan keluarga. Figur yang paling berpengaruh dalam membentuk karakter ilmu dan perjuangan adalah bapaknya, KH. Mahfudh Salam yang merupakan teman akrab Syaikh Zubair Dahlan. KH. Mahfudh Salam adalah seorang penulis kitab. Salah satunya adalah Nadham Akhlak. Pengaruh bapaknya ini sangat besar dalam diri Kiai Sahal sehingga membentuknya menjadi penulis dan tokoh pemberdayaan masyarakat.

Baca juga :  KH. Ihsan Jampes, 'Al-Ghazali' dari Tanah Jawa

Rahasia kelima adalah cita-cita Kiai Sahal dalam mempromosikan pesantren sebagai lembaga pembentuk karakter dan tafaqquh fiddin (pendalaman ilmu agama). Kiai Sahal adalah tokoh pesantren yang gigih memperjuangkan kepentingan pesantren dan melawan orang-orang yang mendiskriditkan pesantren.

Pemikiran, karya, dan perjuangan Kiai Sahal membuktikan bahwa insan pesantren mampu berkiprah secara luas di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dengan pemikiran-pemikiran bernas yang bermanfaat secara luas dalam kehidupan publik. Wallahu A’lam Bisshawab.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.