Ketua KODI DKI: Pemuda Islam Harus Menempatkan Diri pada Proporsinya

Jakarta-Forum Musyawarah Lembaga Dakwah Pemuda Islam (FMLDPI) selenggarakan Kongres Lembaga Dakwah Pemuda Islam Se-DKI Jakarta,
Bogor 2-3 Oktober 2019.

FMLDPI adalah wadah yang menghimpun perwakilan OKP Islam dan organisasi pemuda di DKI Jakarta, di antaranya HMI, GPI, PMII, GP Anshor, GP Al-Washliyah, Risca, YISC Al-Azhar, IPNU, IMM, dan lain-lain.

Ketua Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum lembaga dakwah pemuda hari ini makin relevan.

“Pemuda-pemuda menemukan momentum pada banyak perubahan sekarang ini dan ini harus dibagi dengan spiritualitas yang salah satu jalannya adalah dakwah,” tutur Kiyai Jamaluddin.

Ketua KODI juga memaparkan bahwa OKP Islam harus bisa mewarnai kiprahnya dengan spirit keagamaan dan spirit spiritualitas sehingga bisa menjadi agen perubahan bukan hanya menjadi tunggangan politik atau instrumen politik.

“OKP Islam harus mempunyai peranan yang sangat penting dalam mewarnai kiprah kaum muda di Indonesia ini, dengan spirit keagamaan dan spiritualitas yang dimiliki oleh umat Islam dengan kekuatan yang begitu dahsyat yang bisa menjadi agen perubahan jadi bukan jadi tunggangan politik atau instrumen politik tapi betul-betul menjadi agen perubahan itu sendiri,”tutur Kiyai yang sedang naik daun ini

Ia juga memaparkan bahwa mahasiswa atau pemuda Islam harus menempatkan diri pada proporsinya bukan like dislike, bukan saling saut-sautan, bukan saling mencaci maki.

“Semua punya kontribusi terhadap bangsa ini, nah kita sebagai mahasiswa jadilah kita negarawan yang menempatkan posisi semua pada proporsinya, jadi bukan like dislike ini tokoh teman saya, ini musuh saya. Bukan itu berangkatnya, mana yang baik, kalau baik itu berasal dari orang lain bukan dari kelompok saya, saya dukung, kalau dari kelompok saya buruk, saya tidak akan dukung baru negara ini akan beres, tapi kalau saut-sautan seperti ini, saling caci maki dan sebagainya yang akan terjadi negara kita makin panas makin riuh, tidak kompak tidak bersatu dan ini yang akan membahayakan keutuhan negara kita,” terangnya.

Ketua KODI berharap bahwa FMLDPI ini harus memberi spiritualitas, sehingga tidak asal benci, asal sentimen.

“Maka saya berharap FMLDPI harus memberi spritualitas pada gerakan ini supaya tidak asal benci, asal sentimen, asal tidak suka tapi ada dasar kerangkai yang benar, punya hati yang bening, punya pikiran yang jernih untuk menilai mana yang haq itu haq yang bathil itu bathil,” tutur putra Kiyai Hasyim Adnan ini.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.