Ketum PBNU Gus Yahya Launching Website JagatNU.com

Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf meluncurkan (launching) website JagatNU.com pada kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah PBNU masa khidmat 2022-2027, pada Selasa (25/10/2022) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Gus Yahya, nama akrabnya, bersyukur dan mengapresiasi LD PBNU yang telah menyiapkan website JagatNU.com sebagai salah satu platform dakwah digital berbasis internet.

“Alhamdulillah kita sudah punya website JagatNU, tapi, kita perlu merambah plarform yang lebih luas,” katanya saat menyampaikan sambutan di hadapan ratusan peserta Rakernas yang didominasi dari perwakilan Lembaga Dakwah di tingkat cabang dan wilayah.

Ia menjelaskan, hasil survei-survei menyatakan bahwa platform berbasis internet sekarang sangat dominan sebagai sumber informasi keagamaan.

“Apa boleh buat, kita sudah kampanye ‘jangan ngaji sama Mbah Google’, tapi kenyataannya Mbah Google paling gampang ditemui,” jelasnya.

“Makanya Google paling populer dan dominan sekali. Kita harus sediakan di platform ini. termasuk juga platform di media sosial,” sambung Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu.

Gus Yahya mendorong LD PBNU untuk mengidentifikasi peluang dakwah berbagai platform terutama media sosial yang jumlahnya beragam.

Baca juga :  Rancang Kolaborasi Dakwah, MATAN Gelar Silaturahmi Digital

“Kita harus punya kebijakan dakwah dalam bentuk platform yang berbeda-beda,” tuturnya.

Lebih lanjut, Gus Yahya mengingatkan kepada Lembaga Dakwah bahwa sebanyak 59% penduduk Indonesia yang beragama Islam adalah warga NU.

“Ini merupakan lahan dakwah yang beragam segmen yang harus didekati dengan pendekatan yang berbeda-beda. Semuanya harus terkonsolidasikan dalam strategi yang komprehensif,” imbuhnya.

Selain itu, Ketum PBNU ini juga membagikan lima strategi dakwah yang sebaiknya diaplikasikan betul-betul oleh Lembaga Dakwah.

“Jadi, tadi soal strategi dakwah, pertama paradigma, kedua segmentasi, ketiga platform, keempat pendekatan, dan kelima wawasan,” tegas Gus Yahya. (MZN)

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.