Konsep Sehat dan Obat Tradisional Jawa dalam Serat Munasiat Jati

Kebudayaan Jawa merupakan salah satu kebudayaan di Nusantara yang memiliki sejarah yang panjang. Secara diakronik, kebudayaan Jawa miliputi masa Jawa Kuna, Jawa Tengahan, dan Jawa Baru. Kebudayaan ini pun memiliki ciri tersendiri. Bahasa Jawa Kuna sangat kental dengan pengaruh Hindu dan Buddha atau terpengaruh kebudayaan India.

Budaya Jawa Tengahan memasuki masa transisi ketika munculnya ciriciri lokal Jawa dengan ikon cerita Panji, Sudamala, dan Kidung. Budaya Jawa Baru dengan ikon percampuran dan renaisanse budaya lama dan Islam dengan ikon macapat, serat suluk, dan cerita wayang gaya baru.

Secara sinkronik, Jawa memiliki empat wilayah besar, yaitu Jawa Banyumas (ngapak), Jawa Yogya-Solo (sekitar kraton) Mataram dengan wilayah membentang dari Purworejo sampai dengan Madiun, serta budaya Jawa Wetan (Brang Wetan) dengan wilayah Caruban ke timur sampai Banyuwangi dan ke selatan masuk wilayah Malang. Di samping itu, ada wilayah budaya Jawa yang disebut Jawa Koek wilayah budaya Cirebon sampai dengan Banten. Setiap daerah ini memiliki ciri khas dan karakter masing-masing.

Metodologi Penelitian

Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data-data dokumentasi yang akhirnya akan menjadi obyek dan aspek penelitian. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan prinsip-prinsip kualitatif, yaitu reduksi data, display data dan simpulan.

Temuan Penelitian

Dalam budaya Jawa terdapat banyak naskah yang membicarakan tentang pengobatan. Di antara serat-serat itu, Serat Centhini merupakan naskah dengan informasi tentang pengobatan yang terlengkap. Di samping itu, ada sebuah serat dalam naskah Jawa yang membicarakan tentang hakikat kesehatan. Serat Munasiat Jati bermakna sebagai kitab yang berisi nasihat yang sejati.

Serat ini sebenarnya kitab petunjuk tentang tata cara hidup untuk mencapai kesempurnaan da nasihat-nasihat dari para tokoh-tokoh penting. Tidak diketahui tentang penulis serat ini, tetapi diperkirakan milik Kasunanan Surakarta karena serat ini ditulis judul “Kagungan Dalem Serat Munasiat Jati”. Sebuah “Kagungan Dalem” bermakna sebagai “milik Sunan” karena dalem sering menunjuk kepada “susuhunan” atau raja Solo.

Isi Serat Munasiat Jati terdiri dari nasihat-nasihat dari tokoh-tokoh terkenal di Tanah Jawa, yaitu:

  1. Susuhunan ing Atas Angin yang memberi wejangan kepada Ki Ageng Getas Pandawa.
  2. Wasihat Susuhunan ing Majagung kepada Ki Ageng Giring.
  3. Wasihat Sultan Hadiwijaya di Pajang kepada Ki Ageng Pamanahan.
  4. Wasiyat Sunan Ampel kepada Sunan Bonang.
  5. Wasiyat para Wali.

Konsep Sehat Menurut Kitab Munasiat Jati

Serat Munasiat Jati memberikan beberapa larangan dan anjuran serta akibat dari perbuatan-perbuatan mengkonsumsi jenis makanan tertentu. Berikut adalah akibat memakan makanan tertentu sebagai berikut:

  1. Untuk menghilangkan linu tulang dilakukan dengan candhuk (bekam).
  2. Makanan asam menjadi otot kendor
  3. Makanan manis membuat tubuh tidak lancar
  4. Makanan pedas menjadikan organ dalam mengecil
  5. Makanan panas membuat organ terbongkar (rungkating piranti).
  6. Makanan yang nikmat menjadikan pandangan tidak jelas, pusing-pusing.

Dalam hidup, agar tetap sehat orang dianjurkan untuk tidak berlebih-lebihan seperti:

  1. Tidak makan sehari mendekatkan mati.
  2. Begadang terus-menerus menjadikan dirasuki siluman.
  3. Orang suka bertapa berperilaku seperti hewan
  4. Orang yang menghindari makan (nyenyirik) nasi, daging, dan garam akan selalu sehat dan bebas dari segala penyakit (hlm. 169)

Zoo Theraphy Suku Jawa

Masyarakat Jawa memiliki tradisi pengobatan dengan binatang sejak ratusan tahun silam. Tradisi pengobatan tersebut bisanya bercampur dengan kepercayaan atau ritual. Dalam Primbon Betal Jemur Adamakna ditemukan pengobatan dan ritual mistik dengan muka (sejenis) kera yang sekarang tidak dikenal lagi dan bulus. Dalam Serat Centhini ditemukan khasiat burung pelatuk, yang di antaranya juga untuk pengobatan.

Binatang yang banyak digunakan untuk pengobatan tradisional dewasa ini ialah ayam. Yang sering digunakan adalah telur ayam. Golongan unggas dipercaya dapat sebagai obat. Penyakit yang disembuhkan dengan telur ayam kampung ialah untuk meningkatkan stamina. Telur ayam kampung juga di percaya menyehatkan badan, baik untuk semua umur.

Binatang lain yang ada hubungannya dengan kesehatan yaitu burung gagak. Daging Gagak dapat menyembuhkan asma dengan cara daging tersebut dibakar sampai hangus kemudian diminum seperti kopi. Hati burung gagak juga berkhasiat untuk meningkatkan gairah seks dengan cara dibakar sampai hangus lalu dibuat seperti kopi. Empedu burung gagak berguna untuk menghilangkan rabun dengan cara dioles di bagian mata bagian luar. Bila dioles bagian luar zakar, maka berkhasiat untuk meningkatkan ketegangan penis.

Kambing juga bermanfaat dalam pengobatan dan kesehatan. Kaki kambing (kikil) untuk meningkatkan kekuatan kaki, khususnya bagi orang tua yang merasa lemah serta bisa meningkatkan kekuatan seksual. Daging kambing di percaya dapat meningkatkan gairah seksual. Bagian dari daging yang di percaya paling manjur untuk tujuan tersebut adalah lodok (sumsum tulang belakang) yang dimakan mentah. Meminum empedu kambing di percaya dapat meningkatkan kesehatan dan tidak digigit nyamuk.

Bagian dari tubuh gajah yang sering digunakan sebagai sarana penjagaan kesehatan adalah gading. Merokok dengan pipa gading gajah di percaya dapat menguatkan gigi. Merokok dengan pipa gading gajah di percaya dapat menguatkan gigi.

Babi adalah binatang yang tidak lazim di konsumsi masyarakat Jawa. Babi dianggap dapat mengusir jin (makhluk halus), maka orang Jawa ada yang memanfaatkan minyak babi untuk pengobatan. Minyak babi digunakan untuk mengolesi persendian secara melingkar. Cara ini di percaya dapat menghindarkan gangguan makhluk halus.

Unta bukanlah binatang yang habitatnya di Pulau Jawa. Namun, di kalangan masyarakat Jawa banyak juga yang percaya bahwa hati unta dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit asma. Caranya ialah dengan mengeringkan hati unta, setelah kering kemudian dicelupkan ke dalam air panas dan airnya diminum.

Kesimpulan

Serat Munasiat Jati adalah adalah sebuah serat yang berisi ajaran tentang tasauf yang digali dari ajaran raja, sunan, dan guru-guru di Jawa. Naskah ini berisi kompilasi pengetahuan. Salah satu hal yang terdapat dalam Serat Munasiat Jati adalah masalah kesehatan dan petunjuk-petunjuk untuk memelihara kesehatan yang berhubungan dengan kebatinan.

Tradisi Jawa memiliki kekayaan berupa tradisi pengobatan dengan binatang. Binatang yang digunakan pada umumnya adalah binatang yang ada di sekitar orang Jawa. Namun, karena pengaruh dari luar, beberapa pengobatan digunakan binatang dari luar seperti unta.

Tradisi pengobatan Jawa menggunakan konsep magi simpatetik, yaitu mentransfer kekuatan binatang ke manusia. Misalnya, kekuatan kambing, ayam, gajah kepada manusia. Jenis hewan yang akrab dengan manusia adalah ayam dan kambing. Ayam terutama yang digunakan adalah telur. Beberapa bagian dari kambing yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit adalah kikil (daging bagian kaki).

 

Tulisan ini adalah rangkuman dari diseminasi penelitian Bani Sudardi Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta yang diterbitkan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.