Lima Terapi Oksigen dalam Islam (Tips dari Gus Qoyyum Lasem)

gus qoyyum (myedisi)

Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Lasem Rembang KH Abdul Qoyyum Mansur (Gus Qoyyum) memberikan lima tips untuk mengatasi sesak nafas dan untuk mendapatkan oksigen yang baik. Beliau menukil banyak keterangan dari Al-Qur`an dan kitab-kitab Hadis.

Berikut keterangan Gus Qoyyum:

Di dalam kitab Mu`jamu Mufrodatu Alfadzi al-Qur`an karya Raghib Al-Asfahani pada halaman 523 diterangkan bahwa nafas ialah angin (udara) yang masuk dan keluar di dalam tubuh manusia melalui mulut dan melalui lubang hidung.

Kemudian saya baca lagi dalam Mausu`ah at-Thibbun Nabawi karya Abu Nu`aim Al-Asfahani, pengarang kitab Khilyatul Aulia wa Thabaqatul Ashfiya, pada jilid 1, hadits no. 94.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Paru-paru adalah nafas (yakni tempat bernafas).”

Pada hadits no 95, diterangkan juga dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda “Limpa di dalamnya ada nafas, ada oksigen, karena ada darah, tempatnya oksigen.”

Dalam Al-Qur`an, yang disebut bernafas adalah subuh, QS. At-Takwir ayat 18, was-Subhi idza tanaffas (Demi waktu subuh ketika bernapas). Subuh adalah waktu menghirup oksigen yang bagus.

Apalagi bagi orang yang mengalami pneumonia di antaranya karena virus, maka baik sekali untuk memanfaatkan nikmat Allah, yaitu nafas subuh. Apalagi bernafas di waktu subuh disertai dengan membaca Al-Qur`an.

Karena membaca Al-Qur`an di waktu subuh dapat menghadirkan energi malaikat. Inna Qur`ana al-fajri kaana Masyhuuda (Sesungguhnya membaca Al-Qur`an di waktu subuh akan disaksikan oleh malaikat).

Bagaimana cara agar orang mendapatkan oksigen yang bagus dan tidak mengalami sesak nafas?

Memanfaatkan Nafas di Waktu Subuh

Dalam ayat tadi, QS. At-Takwir, Syekh Mutawally asy-Sya`rawi dalam tafsirnya, Khawatir Imaniyah, di jilid 20, hal. 119. Beliau mengatakan:

Baca juga :  Manfaat Puasa Syawal bagi Kesehatan Tubuh

“Redaksi Al-Qur`an yang mengatakan (Demi Subuh ketika bernafas), redaksi ungkapan biologis ini memberikan kepada kita suatu makna. Sesungguhnya siang, ketika terbitnya sinar, memberikan kepada kita udara, oksigen yang bersih untuk bernafas.

Sebab di malam hari, keluarlah karbondioksida dari pohon-pohon dan tanaman-tanaman hijau. Kemudian di waktu subuh, akan mengeluarkan oksigen yang baik yang menjadikan manusia bisa bernafas dengan baik.”

Wudhu Setelah Bangun Tidur

Ketika bangun tidur, berwudhulah, serta menghirup air ke dalam hidung, kemudian mem-bersin-kan air tersebut. Keterangan ini ada dalam hadis Sunan an-Nasa`I dalam syarahnya, Dakhiratul Uqba fi Syarhil Mujtaba karya Muhammad bin Ali bin Adam, ulama asal Ethiopia. Keterangan tersebut ada pada jilid 2, hadis no 90.

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila di antara kamu sekalian bangun dari tidurnya, kemudian berwudhu, maka hendaknya mem-bersin-kan air dari hidung, sebanyak tiga kali. Sebab syetan penyebar penyakit, bermalam pada khoisyum (Ujung hidung yang berhubungan dengan otak bagian dalam yang paling depan).”

Yang dimaksud dengan khoisyum itu tempat kotoran tempat bermalamnya syetan. Maka layaklah bagi manusia untuk membersihkannya.

Mengkonsumsi Minyak Suniz (Jinten Hitam atau Habbatus Sauda`)

Dalam kitab Zaadul Ma`ad karya Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah di jilid 4 hal 274, bahwa Suniz adalah Jinten Hitam atau Habbatussauda

Apabila diminum Jinten hitam atau Habbatussauda` dengan air, akan sangat memberi manfaat dari nafas yang tersengal-sengal dan bermanfaat untuk mengobati sesak nafas.

Kemudian keterangan ini dikuatkan oleh Pakar Farmasi Islam yang terkenal di dunia yaitu Dawud Al-Antaki dalam karyanya Tadzkirah Ulil Albab, kitab tentang pengobatan, pada juz 1 hal 220.

Baca juga :  Yuk Kenali Ragam dan Karakteristik Disabilitas  

“Manfaat Jinten Hitam adalah bisa mengobati penyakit-penyakit dada, mengobati batuk, dan mengobati sesak nafas.”

Tawasul dengan Perantara Malaikat Jibril, Malaikat Mikail, Malaikat Isrofil

Bagi yang terpapar Covid-19, maka bisa bertawasul dengan perantara malaikat Jibril, Malaikat Mikail, Malaikat Isrofil. Bagi yang tidak bisa dengan lisannya, maka bisa bertawasul dengan hatinya, memohon kepada Allah SWT untuk diberikan kesembuhan.

Keterangan ini ada di Kitab Sunan An-Nasai dalam syarahnya, Dakhiratul Uqba fi Syarhil Mujtaba karya Muhammad bin Ali bin Adam juz 8 hal 278

Rasulullah SAW pernah tawasul dengan Jibril, Malaikat Mikail, Malaikat Isrofil.

Beliau berdoa: “Allahumma Robba Jibril, wa robba mikail, wa robba isrofil, audzubika min harrinnaar, wa min adzabil qabri.” (Ya Allah Tuhannya Jibril, Mikail, dan Isrofil, Aku berlindung kepadamu dari panasnya api neraka dan dari siksa kubur).

Ini Rasulullah SAW, manusia yang paling sempurna. Hamba Allah yang paling sempurna. Tetapi beliau tetap berdoa dengan tawasul kepada Malaikat Jibril,Mikail,Isrofil.

Apa manfaat tawasul ini?

Muhammad Abdur Rouf Al-Munawi yang menyarahi kitab Jami`us Shaghir karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi, dalam karyanya Faidul Qodir, jilid 2, hal 102, Hadis No. 1452. Beliau memberikan komentar dengan tawasul nabi yang menyebut Jibril Mikail Isrofil.

Beliau mengatakan bahwa Malaikat Jibril itu ditugasi urusan wahyu untuk kehidupan hati. Malaikat Mikail ditugasi untuk urusan hujan dan tanaman untuk kehidupan bumi dan makhluk hidup. Malaikat Isrofil ditugaskan Allah untuk meniup sangkakala yang menyebabkan hidupnya alam dan menyebabkan kembalinya Arwah pada jasad masing-masing manusia.

Baca juga :  Antara Nalar Fiqih, Medis, dan Aqidah

Maka tawasul dengan menyebut tiga malaikat ini. Inilah malaikat yang diutus untuk kaitannya dengan kehidupan. Punya pengaruh besar untuk menghasilkan terwujudnya sesuatu yang dicari, termasuk kesehatan kita.

Genggam Lima Jari, Lalu Bukalah Seraya Membaca La Hawla Wa Laa Quwwata illa Billah

Baik yang sesaknya karena kejiwaan maupun yang sesaknya karena jasmani. Yusuf Nabhani dalam kitabnya Sa`adatud Daraini di hal. 594, beliau mengatakan: “Di antara faedah-faedah yang telah diuji coba, apabila seseorang mengalami sesak, maka tutuplah (genggamlah) jari-jari tangan kanan, kemudian bukalah seraya membaca La hawla wa La Quwwata illa billahil `Aliyyil `Adzim.

Setelah itu berdoa: Allahumma laka al-hamdu, wa minka al-faraju, wa ilaika al-Musytakaa, wa minka al-Musta`anu, wa la hawla wa la quwwata illa billahil `aliyyil `adzim. (Wahai Allah segala puji bagi-Mu, dibukanya dari segala kesulitan hanya dari-Mu, hanya kepada-Mu kami mengadu, hanya dengan-Mu sebuah pertolongan, tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan-Mu yang Maha Tinggi dan Maha Agung.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *