Masjid At-Thohir Los Angeles, Masjid Kebanggaan Indonesia di Pantai Barat Bumi Amerika

masjid di los angeles

Alhamdulillah atas Rahmat Allah Swt pada hari Sabtu 24 Juli 2021, telah dilakukan pemasangan “Sign Masjid At-Thohir Los Angeles”. Itu merupakan saat yang dinanti-nantikan sejak awal rencana pendirian masjid, dengan segala usaha yang telah dilakukan secara istiqomah sejak 1992.

Pertemuan saya dengan IMFO (Indonesia Muslim Foundation) terjadi di tahun 2014, ketika saya mengikuti pengajiannya, sekembalinya ke LA sebelum pulang ke tanah air, setelah mengikuti ISNA (Islamic Society North America) di Detroit MI, dan workshop Islamic Fashion di Hobart William Smith College Geneva, NY USA.

Pertemuan kedua terjadi di tahun 2016 dengan menyusun bersama agenda charity fashion show untuk pembangunan Masjid At-Thohir, antara IMFO, InICF (Indonesia Islamic Cultural Foundation), juga designer Indonesia lainnya, yang tergabung di IMFD (Indonesia Modest Fashion Designer).

Kami, designer Indriya R. Dani, Nani Oktaviani, Aam Laurisha, Jenny Tjahyawaty, Tuty Adib, mempersiapkannya bersama. Persiapan yang kurang lebih 3 bulan dengan segala keterbatasan, dan perbedaan waktu Indonesia dan Amerika (Los Angeles), dengan izin-Nya (Bi Idznillah) akhirnya dapat terlaksana dengan lancar Alhamdulillah.

Rencana Pembangunan Masjid

Berikut saya sampaikan mengenai rencana pembangunan masjid, dari apa yang disampaikan IMFO saat silaturahim ke Los Angeles saat itu. Rencana pendirian masjid ini sendiri, bermula dari permasalahan umat Islam Indonesia di Amerika Serikat, dan di sebagian besar negara lain, yang tidak memiliki tempat ibadah permanen sendiri.

Minimnya tempat ibadah yang permanen ini menjadi kendala bagi generasi muda Muslim Indonesia, terutama dalam upaya mereka untuk belajar dan memahami tempat asal mereka. Kekhawatiran lainnya dengan semakin banyak pemuda Muslim Indonesia di Amerika yang tidak pernah menginjakkan kaki di tanah Indonesia.

Tak pelak nama indah Indonesia tak akan terdengar lagi di generasi mendatang. “Generasi yang hilang” Muslim Indonesia ini, telah menjadi perhatian utama, dan tentunya sesuatu yang ingin dihindari. Salah satu alasan utamanya adalah sebagian besar umat Islam Indonesia, lebih memilih untuk berkumpul dengan organisasi Muslim non-Indonesia lainnya, tanpa terlibat dalam keseluruhan operasi organisasi tersebut.

Baca juga :  I’tikaf Ramadhan di Masa Corona (Bag. 3): Kriteria Masjid sebagai Tempat I’tikaf

Oleh karena itu IMFO merasa perlu memiliki tempat sendiri sehingga dapat mengatur kegiatan, dan acara keagamaan sendiri. Tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi tempat berkumpulnya masyarakat. Tempat bimbingan generasi penerus, dan investasi yang pasti akan berbuah manis di dunia dan di akhirat, Insya Allah.

Untuk itulah sangat disayangkan bagi umat Islam Indonesia yang negaranya memiliki penduduk Muslim terbesar, namun belum mampu mendirikan masjid di pantai barat Amerika Serikat. Muslim dari Bangladesh saja, negara yang dianggap berada di belakang Indonesia pada tahun 1980-an, memiliki banyak tempat ibadah sendiri yang sebanding dengan tempat ibadah yang didirikan oleh Pakistan dan negara lain.

Saat ini sudah ada sekitar 3 mesjid Muslim Indonesia di Amerika Serikat. 1 masjid terletak di New York City (Mesjid Al-Hikmah), 1 masjid di Washington DC, dan 1 masjid di Houston (Masjid Istiqlal). Namun di pantai barat Amerika Serikat, umat Islam Indonesia tidak memiliki tempat ibadah permanen mereka sendiri, tempat yang memungkinkan generasi muda Indonesia untuk belajar dan menghargai warisan asli Indonesia mereka.

Sejarah Singkat IMFO Indonesia Muslim Foundation

Berawal dengan didirikannya Nusantara Muslim California (NMC) pada tahun 1992 di San Bernardino, California. Ada sekitar 25 keluarga Muslim Indonesia yang tinggal di sekitarnya. NMC dibentuk untuk menjawab kebutuhan mendidik ajaran dasar Islam, dan menumbuhkan rasa kebersamaan yang kuat di antara keluarga Muslim Indonesia.

Awalnya, NMC bernama Nusantara Muslim Club tetapi kemudian diubah menjadi Nusantara Muslim California di tahun berikutnya. NMC berkesempatan untuk berbagi tempat ibadah dengan komunitas Muslim setempat yang mengadakan pertemuan keagamaan mingguan, sekolah minggu, dan kegiatan keagamaan lainnya.

Namun, pada tahun 2000 tempat ini sudah tidak ada lagi karena beberapa alasan. Sejak saat itu NMC mengadakan pertemuan keagamaan dua mingguan dari rumah anggota ke rumah lainnya. Nusantara Muslim California (NMC) kini telah berkembang menjadi lebih dari 70 keluarga di seluruh wilayah Inland Empire, dan bersinergi dengan IMFO Indonesia Muslim Foundation.

Baca juga :  Peran Masjid dalam Sejarah Umat Islam di Masa Awal

Halaqah dua mingguan masih diadakan di lokasi kami. Beberapa kegiatan saat ini antara lain: Sekolah Minggu (membaca Al-Qur’an/nilai-nilai Islam (Ahklaq) untuk anak-anak dari usia 3-18 dari 11:00 – 15:30), Kegiatan remaja termasuk basket dan bela diri, dan Gathering untuk Hari Raya Muslim, ketika ada anggota masyarakat yang meninggal dunia, akad nikah, aqiqah, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

IMFO kini terdaftar sebagai organisasi nirlaba di Negara Bagian California. Tidak ada keanggotaan formal. Setiap orang dipersilakan dan didorong untuk berpartisipasi dan berkontribusi pada komunitas ini dengan memajukan ajaran Nabi kita Muhammad Saw.

Tujuan

Tujuan utamanya adalah untuk mendirikan Masjid pertama di Pantai Barat Amerika, yang dibangun oleh masyarakat Indonesia sendiri. Dana untuk mendapatkan properti untuk dijadikan masjid ini diperoleh melalui beberapa acara penggalangan dana dan juga bantuan dari pengusaha Indonesia.

Komitmen dan kemampuan yang kuat untuk memahami dampak spiritual yang akan ditimbulkan oleh bangunan masa depan ini bagi diri kita sendiri, orang lain dalam komunitas, dan generasi mendatang.

Dengan kondisi yang telah disampaikan, rasanya sangat layak dan perlu untuk mendirikan masjid pertama yang dibangun Indonesia di Pantai Barat Amerika di properti yang diusulkan. Awalnya merupakan sebuah gereja yang sudah tidak berfungsi lagi. Tentunya dengan dibeli warga Indonesia, bisa dialihkan fungsinya menjadi masjid.

Untuk dapat memahami manfaat spiritual di dunia ini dan tahun setelahnya. Sudah sepatutnya saling mengingatkan diri kita sendiri bahwa tidak ada kemajuan atau perubahan yang bisa terjadi, dan tidak ada kekuatan atau kekuatan apa pun kecuali melalui Allah SWT, Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billaah, memohon kepada Allah SWT untuk mewujudkan ide ini menjadi kenyataan. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.

Baca juga :  Mengembalikan Fungsi Masjid yang Ramah Musafir

Layak Kita Dukung

Mesjid sebagai pusat kegiatan Islam dan sebagai simbol dari sebuah peradaban sudah selayaknya kita dukung dalam setiap pembangunannya, di mana pun berada. Investasi akhirat ini tentunya terbuka bagi warga Indonesia di mana pun berada, yang ingin turut membangun berdirinya masjid di Los Angeles ini.

Selain tentunya menguatkan Ukhuwah Islamiyah, dan menjalin silaturahim yang erat di antara sesama Muslim di belahan bumi manapaun. Terlebih Masjid At-Thohir yang berada di 1200 S. Kenmore Ave Los Angeles ini digagas dengan keinginan orang Indonesia sendiri, yang ingin mempunyai masjid Indonesia di bumi Barat Amarika.

Semoga berdirinya Masjid At-Thohir ini turut menyumbangkan kemajuan dan perkembangan Islam di Amerika dengan warna (Sibgah) Indonesia, Islam yang moderat dan toleransi sebagai refleksi dari Islam Rahmatan Lil Alamin.

Semoga berdirinya masjid At-Thahir di bumi pantai barat Amerika ini menjadi mercusuar dan semakin menguatkan prediksi di tahun 2040 sebagaimana pernah dilansir sebuah jurnal, Islam menjadi agama kedua terbesar di bumi Amerika, InsyaAllah. (Hj. Indriya Rusmana, SE., M.Pd.I., Penulis, Designer, dan Dosen Universitas Ibn Khaldun Bogor).

 

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *