Memaafkan itu, Mudah!

Di tengah kemajuan teknologi abad ini dengan penemuan-penemuan baru di berbagai cabang ilmu termasuk dalam ilmu kesehatan ternyata masih terdapat keterbatasan. Rasa tidak puas pada penyembuhan konvensional inilah yang membuat orang-orang beralih ke terapi-terapi alternatif untuk memperoleh ketengan jiwa dalam hiruk-pikuk kehidupan modern saat ini.

Sebagai seorang Muslim tentu Alquran dan sunah merupakan jawaban dari kebutuhan menjaga “kebugaran” jiwa, pikiran dan tubuh yang sehat sehingga memperoleh ketenangan dan hidup lebih bermakna.

Buku Tuntunan Rasul saw. Berpikir Positif memperlihatkan bahwa antara Islam dan berpikir positif adalah dua hal yang selalu beriringan, dan Rasulullah saw yang merupakan manusia terbaik yang pernah ada di muka bumi adalah roll model terbaik dalam hal perealisasian pikiran positif bila kita melihat perjalanan hidup beliau yang luar biasa.

Melalui beliau, Allah memberi petunjuk kepada kita bagaimana agar kita terhindar dari pikiran negatif yang berdampak bagi kesehatan melainkan berpikiran positif agar kita terus melangkah menuju kebahagiaan, tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat.

Melalui karyanya ini, Majdah Amir mengupas ajaran Rasul yang telah mendapat pengakuan dari dunia Barat dan dikuatkan oleh pengobatan modern, juga menginformasikan bahwa kunci dari kesehatan dan kesembuhan terdapat pada memaafkan, mengampuni, dan berpikir positif setiap saat. Bagaimana kombinasi dari sifat-sifat ini dapat memasok energi agar “gerbang emas” yaitu sel-sel kekebalan dapat berfungsi secara optimal.

Baca juga :  Moderasi Beragama dalam Pandangan Quraish Shihab

Mendengar kata ‘memaafkan’ mungkin sangat familiar bagi kita, terasa sangat dekat karena kita sering mendengarnya tiap hari atau kita bisa jadi pernah dalam posisi memilih memaafkan atau tidak. Benar?

Jadi pertanyaannya adalah mengapa harus memaafkan? Memaafkan adalah salah satu sifat yang seharusnya dimiliki oleh setiap insan, saat sebenarnya kamu mampu membalas namun kamu memilih sebaliknya, Forgiving. Berat? Mungkin.

Nah, dalam buku ini dipaparkan bagaimana junjungan kita baginda Rasulullah saw telah memberikan suri teladan yang luar biasa dalam sendi kehidupanya yang apabila mengikutinya akan membawa keberkahan dalam hidup, salah satunya tidak pernah menuntut balas atas perlakuan buruk yang beliau alami tapi justru dengan mudah memaafkan dan mendoakan. Kok bisa semudah itu?

Rasa sulit memaafkan bisa jadi karena ketiktahuan akan manfaat dari memberi maaf. Buku ini akan menjawab dengan mantap dan menjelaskan the power of memaafkan dan berpikiran positif juga pengaruhnya terhadap tubuh manusia, tentu saja sesuai ajaran Rasul dan dikuatkan dengan penelitian yang dilakukan akademisi Barat.

Dalam buku ini juga secara ilmiah menerangkan efek berpikir positif terhadap otak, meridian, chakra, dan aura. Selain itu, juga terdapat metode Nabi dan sahabat dalam menghadapi Masalah. Salah satu contohnya ketika Rasulullah sedang bersama Aisyah r.a ketika salah satu istrinya yang lain mengirim pelayan untuk mengantarkan makan di piring.

Baca juga :  Modul Pendidikan Moderasi Beragama Indonesia

Aisyah yang merasa cemburu lalu memukul piring itu hingga pecah dan berantakan. Rasulullah saw. Segera menyatukan kembali pecahan piring itu dan menaruh makanan di atasnya. Beliau menyuruh pelayan itu itu tetap tinggal dan memakai piring yang pecah itu sampai mereka selesai makan. Lalu Rasulullah memberi pelayan sang pelayan piring lain yang tidak pecah dan menyimpan yang pecah.

Beliau lalu mengajarkan ‘Aisyah sebuah doa, “Wahai Tuhannya Muhammad, ampunilah dosaku, enyahkanlah amarah dari dalam hatiku, selamatkanlah aku dari sesatnya segala bentuk fitnah selama aku masih hidup.” demikianlah keteladanan yang diajarkan Rasulullah dengan menghindari perselisihan dan keretakan antara istri-istrinya dan mendamaikan mereka satu sama lain. Dan masih banyak lagi hal-hal yang akan membuatmu takjub dan tentu saja menjawab pertanyaanmu seputar berpikir positif.

Meskipun buku ini adalah buku terjemahan namun bahasanya sangat mudah dicerna, dipahami lagi bergizi. Saya pun yakin telah banyak buku yang menyajikan “hidangan” yang sama tapi tentu dengan “rasa yang beda”, beda koki maka beda cita rasa, begitulah buku ini.

Ibarat suplement, buku ini sangat cocok menjadi bacaan di sela-sela aktivitas yang padat dan penuh kepenatan agar menyegarkan kembali jiwa yang mengalami kelelahan. Dalam buku ini terdapat quotes di setiap pembahasan sehingga tidak terasa monoton ketika membacanya.

Baca juga :  Indonesia dalam Gambaran Negara Wiranacita di Novel CAD*L

Bagi kamu yang suka membagikan kata-kata bijak di sosial media, buku ini bisa masukkan di list bacaanmu. Untuk saya pribadi sangat menyukai desain sampul buku-buku penerbit Qaf karena simpel tapi tetap eye catching, ukuran bukunya juga pas untuk dibawa kemana-mana, salah satunya buku ini.

Lalu Kekurangan buku ini? Saya sarankan silakan baca bukunya terlebih dahulu dan misi kamu adalah mencari kekurangannya. Deal? Selamat menjalankan misi. Akhir kata, Selamat tinggal stress, selamat datang tenang. Wallahu a’lam bisshawab.

 

Judul    : Tuntunan Rasul saw. Berpikir Positif, Mengerti Kunci Kesuksesan dan Kebahagiaan Orang Beriman

Penulis : Dr. Majdah Amir

Penerbit: Qaf

Cetak   : Desember 2017

Tebal   : 203 Halaman

 

 

 

 

 

 

 

 

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.