Memaknai Tren Wisata Religi

Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar kata ziarah? berkunjung ke makam-makan leluhur, berdoa, dan menabur bunga? Iya benar. Seiring berkembangnya zaman, ziarah mengalami perubahan istilah menjadi wisata religi. Seperti apa itu?

Ziarah yang dilakukan masyarakat di kehidupan modern telah banyak mengalami kemajuan, sehingga pelaksanaannya lebih terbuka. Salah satu ziarah yang saat ini sangat digandrungi oleh hampir sebagian besar masyarakat modern adalah ziarah sebagai ajang pariwisata atau lebih dikenal dengan wisata religi. Secara umum, wisata religi didefiniskan sebagai perjalanan yang dilakukan untuk meningkatkan amalan agama, serta lebih menekankan pada keunikan dan keindahan yang berhubungan dengan nilai religi. Misalnya perjalanan yang dilakukan seseorang atau kelompok masyarakat ke suatu tempat seperti bangunan bersejarah dan makam-makam suci leluhur.

Indonesia dikenal dengan ragam budayanya yang menyimpan banyak peninggalan bersejarah, sehingga tidak sedikit wisatawan lokal dan mancanegara yang melakukan wisata religi ke Indonesia. Banyak tempat bersejarah para leluhur yang menyimpan mozaik dan khasanah luar biasa dalam ruang lingkup tradisi dan ritual masyarakat yang beragam.

Sedangkan dalam tradisi Islam, pengalaman religius didapatkan dengan mengikuti ziarah ke makam para wali atau makam-makam keramat para leluhur  dengan melakukan tawassul sebagai jalan memperoleh keberkahan.

Bagi masyarakat Jawa, berziarah ke makam para wali sudah menjadi rutinitas tahunan yang dilakukan untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan. Maka tak jarang wisata religi ini disebut sebagai perjalanan spiritual, karena mampu menjadi pengetuk hati bagi setiap orang agar lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta. Selain itu, ziarah juga sebagai salah satu momentum untuk memperkuat nilai-nilai spiritualitas bagi seseorang yang mengalami kekacauan dan kekosongan dalam hidupnya. Ziarah ke makam para wali bisa dipahami sebagai perjalanan spiritual menuju pencerahan dan menjadi motivasi utama untuk lebih dekat dengan sang pencipta.

Baca juga :  Merasakan Kedamaian di Kampung Toleransi

Kepercayaan masyarakat terhadap makam wali dianggap menjadi sumber penting dalam meningkatkan nilai-nilai keagamaan. Hal ini karena ketika masyarakat berkunjung ke makam wali, mereka akan mendapatkan pengetahuan seputar ajaran agama Islam sebagaimana yang dilakukan oleh para wali.

Sebagai tempat atau wisata religi, makam seorang ulama atau tokoh yang dianggap suci menjadi daya tarik tersendiri. Para peziarah biasanya tidak hanya berziarah, mereka akan berwisata di area makam tersebut. Banyak para pedagang yang menjual atribut-atribut sesuai makam yang diziarahi. Juga makanan-makanan khas sesuai daerahnya.

Jadi dapat dikatakan bahwa ziarah yang dilakukan oleh manusia modern tidak hanya soal berdoa dan menabur bunga, tetapi sekaligus wisata yang menyuguhkan berbagai aspek didalamnya seperti keindahan, kebahagiaan, dan romantisme alam. Dengan begitu, ziarah bukan lagi menjadi hal yang kuno dan membosankan, akan tetapi sebuah perjalanan yang menyenangkan namun tetap dalam nuansa religi.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *