Memburu Rindu [Puisi]

Seseorang bertanya padaku

Di mana alamat rindu

Sebab dia sudah lama tak lagi bertemu

Di rumah rumah suci hanya melihat rindu pecah

Dan berserakan serupa serpihan kaca;

sesekali semburkan kilau lainnya melukai

Tangan, kaki, dan mata yang berkaca kaca

 

Seseorang lain juga bertanya ke mana dituju

Untuk mendapati cinta? ia tak lagi merasakan

Sejak lama sekali, di rumah rumah ibadah

Orang orang hanya memburu keberuntungan

Dan tak mau rugi jika berlarut hingga fajar

 

Orang orang seperti pejalan

Bergegas agar segera sampai

 

Ya! aku tak tahu di mana alamat rindu

Di mana pula rumah cinta?

 

Orang orang memburu tempat  tempat ibadah

Pintunya tertutup dan sepi; ramai kala

Jam kunjungan…..

There is 1 comment for this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *