Mendidik dengan Kisah Qurani

Kisah-kisah dalam Alquran adalah bagian penting dari Alquran, yang mempunyai banyak muatan edukatif bagi manusia khususnya pembaca dan pendengarnya. Di mana kisah-kisah tersebut menjadi bagian penting dalam metode pendidikan yang efektif dalam pembentukan jiwa manusia untuk beriman kepada Allah Swt.

Kebanyakan ayat Alquran yang ada muatan kisah adalah ayat-ayat yang turun di Mekah, di mana periode tersebut adalah periode prioritas dalam dakwah Nabi Muhammad saw. dalam penanaman akidah dan tauhid. Hal tersebut merupakan isyarat bahwa kisah yang ada dalam Alquran mempunyai pengaruh dalam mendidik seseorang, yang sebelumnya tidak meyakini keyakinan tentang tauhid menjadi seorang hamba Allah Swt. yang bertauhid.

Pada periode  Mekah, Nabi saw. juga banyak mengadakan upaya penanaman akhlakul karimah, dalam kebiasaan-kebiasaan masyarakat jahiliyah yang tidak bermoral. Misalnya kisah umat terdahulu, dan akibat orang yang menentang perintah Allah Swt. yang kemudian bisa mengetuk hati seseorang untuk merenungkannya. Kisah menjadi sarana untuk merubah kesalahan dan kekufuran dalam masyarakat, tanpa terlihat menggurui dan menyalahkan.

Setidaknya ada tiga macam karakteristik kisah-kisah yang ada dalam Alquran sebagaimana dijelaskan oleh Manna’ Khalil Al-Qaththan dalam kitabnya Mabahits fi Ulumul Qur’an.

Pertama yaitu kisah-kisah terdahulu, seperti kisah Nabi Adam as., kisah Nabi Ibrahim as., kisah Nabi Luth as. dan lain sebagainya. Kedua adalah kisah yang berhubungan dengan kejadian pada masa lalu dan orang-orang yang tidak disebutkan kenabiannya, seperti kisah Dzul Qarnain, kisah Ashabul Kahfi dan lain sebagainya.

Baca juga :  Kisah Para Sahabat Perempuan yang Meminta Turunnya Ayat Emansipasi

Dan yang ketiga adalah kisah-kisah yang terjadi pada masa Rasulullah saw. seperti kisah tentang hijrahnya Nabi saw., kisah tentang perang Badar dan Uhud, kisah perang Hunain dan Tabuk dan lain sebagainya.

Dalam dunia pendidikan, sering kita jumpai model pendidikan yang hanya menggunakan metode ceramah yang sangat membosankan bagi peserta didik, apalagi di kalangan peserta didik pemula.

Oleh karena itulah, seorang pendidik harus mampu memberikan sebuah variasi dalam metode pembelajarannya dengan menyisipkan kisah dan cerita yang relevan untuk menunjang kompetensi dan materi pembelajaran.

Dunia pendidikan sendiri adalah upaya dalam menjelaskan hasil eksperimen dalam sebuah kisah kehidupan manusia sepanjang sejarah. Di mana dalam pendidikan, kisah-kisah yang positif menjadi rujukan. Kisah teladan adalah bagian dari Alquran yang mempunyai tujuan yaitu membawa manusia menjadi sosok insan kamil yang memiliki budi pekerti.

Fenomena global warming saat ini, yang telah menimpa masyarakat dunia adalah salah satu kasus masih jauhnya realitas kehidupan manusia di era globalisasi dan industrialisasi dari kesejahteraan dan rahmat. Apalagi dengan dengan terjadinya banyak peperangan dan pertumpahan darah di muka bumi.

Oleh karena itu, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak dilandasi akhlak mulia bukan suatu hasil pendidikan, tetapi justru mengantarkan manusia kepada jurang kehancuran.

Baca juga :  Mufassir yang Menghindari Huruf Bertitik

Kisah-kisah yang terdapat dalam Alquran mempunyai peran penting dalam pendidikan anak, khususnya cerita yang bernuansa akidah dan akhlak yang bisa mendekatkan seorang anak dengan nilai-nilai fitrahnya, serta menumbuh kembangkan mental dan spiritualnya.

Di mana Alquran sendiri mempunyai maksud dan tujuan yang bisa diambil manfaat oleh umat Islam khususnya dan umat manusia pada umumnya. Karena Alquran sendiri bisa menjadi koreksi dan klarifikasi pendapat para Ahlul Kitab. Selain itu, kisah-kisah dalam Alquran tidak hanya mempunyai peran penting dalam dunia pendidikan tetapi juga dalam hal berdakwah.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *