Mengenal Nama dan Asal-usul Pamijahan

pamijahan

Sebagian orang mungkin tidak asing dengan kata atau nama “Pamijahan”.  Daerah itu sering dinisbatkan pada salah satu ulama kesohor asal Jawa Barat, Syekh Abdul Muhyi Pamijahan. Bagaimana asal usul nama tersebut?

Asal Usul

Terdapat beberapa tempat atau padepokan dengan nama “Pamijahan”, seperti kecamatan Pamijahan yang berlokasi di Bogor, dan Pamijahan di Ciamis Jawa Barat. Kemudian yang akan menjadi pembahasan di tulisan ini yaitu Pamijahan yang berlokasi di daerah Tasikmalaya (terkenal dengan makam salah satu waliyullah bernama Syekh ‘Abdul Muhyi).

Sebelum membahas lebih jauh mengenai asal-usul desa tersebut dan bagaimana berdirinya, terlebih penulis akan memaparkan letak geografis Pamijahan terlebih dahulu. Pamijahan merupakan desa yang bertatarkan bahasa Sunda di wilayah Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Sebelum ada nama Pamijahan, sudah ada kampung bernama Bojong wilayah Sukapura yang terletak di sebalah timur laut dari kampung Pamijahan sekarang. Di sana terdapat makam mertua dari Syekh KH. ‘Abdul Muhyi yakni makam Syekh Sembah Dalem Sacaparana atau yang sekarang populer dengan sebutan “makam Bengkok”.

Pamijahan yang berlokasikan di daerah selatan pulau Jawa ini, dahulu bernama “safar wadi” yang merupakan kosakata Bahasa Arab “safar” berarti “jalan” dan “wadi” berarti “lembah atau jurang”. Secara terminologis, Safarwadi diartikan jalan yang berada di atas jurang/lembah.

Baca juga :  Melacak Tarekat Syattariyah di Bogor

Hal ini berdasarkan dengan letaknya yang berada di antara dua bukit di pinggir sungai. Penamaan safarwadi ini juga dimaknai tersirat oleh warga penduduk Pamijahan agar selalu berhati-hati menjalani hidup di muka bumi, karena halnya hidup di muka bumi atau dunia itu laksana berjalan di atas jurang yang senantiasa bisa membawa bahaya atau celaka.

Karena letaknya di pinggiran sungai (kali) dan dahulu rumah-rumah di wilayah ini belum dibangun secara permanen sempat suatu ketika beberapa rumah hanyut terbawa banjir, sehingga sekarang bangunan-bangunan sekitarnya sudah ditata, dimodifikasi, dan dibangun secara permanen.

Menjadi Tujuan Ziarah

Mengutip buku “Sejarah Perjuangan Syekh Haji ‘Abdul Muhyi Waliyullah Pamijahan” (2008: 4), penamaan Safarwadi ini sekarang terkenal dengan sebutan “Pamijahan”, antara lain karena setelah Syekh KH. ‘Abdul Muhyi wafat, banyak orang-orang datang berduyun-duyun dari seluruh pelosok pulau Jawa khususnya, dan dari wilayah kepulauan Indonesia pada umumnya untuk menziarahi makam Waliyullah tersebut.

Hal tersebut laksana ikan yang akan bertelur (“mijah” dalam bahasa Sunda). Oleh sebab itulah, nama Safarwadi kini beralih menjadi nama Pamijahan karena mempunyai arti atau titik persamaan dengan tempat ikan yang akan bertelur (Pamijahan) bukan pemujaan.

Baca juga :  Melacak Tarekat Syattariyah di Bogor

Di samping itu, nama Safarwadi tidak lantas dihilangkan. Penamaan Sarwadi tersebut kini dipakai untuk penamaan Goa yang ada di wilayah tersebut. Goa yang sekarang dinamakan “Goa Safarwadi Pamijahan” yang merupakan tapak tilas dari sultannya para wali (سلطان الأولياء) yakni Syekh Abdul Qadir Zaelani ketika menerima/ijazah ilmu agama dari gurunya, Imam Sanusi pada tanggal 12 Rabiul Awwal tahun 1111 H (1690 M).

Pamijahan, hingga saat ini selalu ramai oleh para peziarah dari berbagai kota di Indonesia. Mereka datang ke sana tidak ada tujuan lain melainkan mencari keberkahan/menambah kebaikan (زيادة الخير) dari menapak tilas sejarah orang-orang shaleh, orang-orang yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa, Jawa Barat khususnya.

Selain itu, terdapat beberapa makam selain makam Syekh ‘Abdul Muhyi di antaranya di sebelah Barat terdapat makam muridnya yaitu Makam Syekh KH. Khotib Muwahhid atau dikenal dengan “Makam Pamasalahan”, di sebelah utara terdapat makam ibunya Raden Ajeng Tanganziyah atau dikenal dengan “makam kidul”, dan masih banyak makam-makam orang-orang shaleh lainnya di Desa Pamijahan ini.

gambar ilustrasi: tasik.ayoindonesia.com

 

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *