Mengenang Ajip Rosidi dalam Memori Candra Kirana

Buku Candra Kirana

Kemaren, kita dikagetkan kabar duka dari Sastrawan angkatan 66, Ajip Rosidi. Tentu kita semua sangat kehilangan sosok yang piawai dalam dunia sastra Indonesia. Dalam buku novelnya yang berjudul Candra Kirana; Sebuah saduran atas sebuah Cerita Panji. Buku cetakan Pustaka Jaya dengan ilustrasi A. Wakidjan. Saya mencoba mereview sebagai tanda mengenang kepergiannya. Buku ini Cetakan ke 3 tahun 1983 (pas saya lahir). Cetakan pertama tahun 1962.

Candra Kirana; Sebuah saduran atas sebuah Cerita Panji ini menceritakan seorang putra mahkota Kerajaan Janggala, Raden Panji Kuda Waneng Pati. Ia dijodohkan dengan seorang putri mahkota Kerajaan Kadiri bernama Dewi Sekar Taji dengan tujuan ingin mempersatukan dua kerajaan yang dulu pernah jaya di masa Airlangga. Perjodoan tersebut menyadarkan sang putra mahkota tentang sebuah pernikahan yang tak pernah diinginkannya.

Hingga diwaktu semakin menanjak dewasa, Raden Panji bertemu dengan perempuan dari rakyat biasa, Dewi Anggreini namanya. Kekaguman akan pesona cantik perempuan yang juga memiliki persona sopan santun dan berhati lembut itu membuat jatuh hati Raden Panji saat pandangan pertama hingga ia nekat mengawininya tanpa memberitahu sang Prabu Jayantaka yang tak lain adalah ayahnya sendiri. Ketika berita itu sampai ke Istana, Prabu Jayantaka murka.

Baca juga :  Resensi: Syahadah Kiai, Syahadah Santri

Lambat laun Prabu meminta Raden Panji untuk menikahi Dewi Sekar dan menjadikan Dewi Anggreani sebagai selir. Raden Panji tentu tidak menyetujui permintaan ayahnya. Akhirnya sang Prabu membuat satu strategi ntuk menyingkirkan Dewi Anggreani. Ditunjuklah putra mahkota lain yang tak lain adalah adik kandung Raden Panji yaitu Braja Nata.

Suatu ketika diajaklah Dewi Anggreani ke sebuah hutan yang jauh dari Kerajaan. Di tempat yang sunyi tanpa ada kehidupan komunal itu, sang adik ipar mengundurkan diri untuk membunuhnya, tak tega melihat perempuan yang memiliki pesona dan persona yang lengkap itu. Ternyata kabar pembunuhan itu sudah mampir ke telinga Dewi Anggreani lalu diambillah keris Braja Nata dan kemudian menusukkan ke dadanya sendiri.

“Bagaikan sebuah mata air yang jernih-bening keluar dari tebing di pegunungan atau laksana sekumtum bunga yang rekah di tengah kesunyian hutan, segar nan indah” demikianlah Dewi Anggreani.

Kematian istrinya terdengar  oleh sang pujaan hati. Ia menjadi tidak waras dan pergi berkelana. Bertahun tahun di luar kerajaan, Raden Panji tidak lagi dikenali oleh rakyatnya sehingga mengganti identitasnya. Bertahun tahun selama pengembaraannya tiba di sebuah Kerajaan tetangga yang tak lain adalah Kerajaan Kadiri yang waktu itu sedang diserang oleh Kerajaan lain. Raden Panji ingin membantu dengan syarat harus menikah dengan sang putri mahkota. Perjanjian itu dikabulkan oleh Raja Kadiri.

Baca juga :  Tuhan itu Maha Asyik, Jangan Dibuat Rumit

Usai perang dan menunaikan janjinya. Pertemuan keduanya dihelat. Kaget bukan main ketika Raden Panji melihat wajah Dewi Sekar yang sangat mirip dengan mendiang istrinya, Dewi Anggreani. Kehidupan Raden Panji mulai membaik dan hidupnya pun bahagia kemudian. Ia seperti menjalani kehidupan bersama mendiang istrinya dan menemukan jiwa ada di tubuh Dewi Sekar.

Membaca Candra Kirana seperti menyusun kepingan puzzle yang memberikan dimensi tersendiri di setiap ceritanya. Selain itu bisa kita tarik premisnya yaitu tentang perjodohan yang tak diinginkan, perbenturan antara keinginan dan harapan. Tentang kepentingan pribadi dan orang banyak, ambisi, cinta dan pengorbanan serta sebuah amanat yang harus ditunaikan.

Pak Ajip, di dalam buku Candra Kirana mampu membuat pembaca masuk dalam peristiwanya. Selain bahasanya yang sederhana dan dapat dimengerti, pak Ajip Rosidi juga mampu membuat plot atau alur ceritanyanya sangat bagus dan menarik. Selamat jalan pak Ajip Rosidi, karyamu abadi.

There is 1 comment for this article
  1. Avatar
    Didin Tulus 8 Agustus 2020 17:55

    Salam buat Azizah. Saya pembaca karya Ajip. Senang membaca tulisan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *