Menghadirkan ‘Sosok’ Rasulullah pada Momen Maulid Nabi

Habib syech maulid nabi

Setiap orang selalu ingin berjumpa Nabi Muhammad SAW. Tapi tidak tahu caranya. Atau bahkan memang tidak mampu berjumpa. Apalagi berjumpa Nabi Muhammad di dunia, yang mana Nabi sudah wafat dan kita masih hidup. Apa bisa?

Itulah kenapa ada peringatan Maulid Nabi. Sebuah rasa cinta umat Islam pada Sang Pujaan dan bukti memuliakan Sang Baginda. Hari ini kita sudah tidak bisa bertatap muka. Kita juga sudah tidak bisa melihat wajahnya. Tapi rindu untuk berjumpa dan menatap wajahnya tidak akan pernah putus.

Kalimat shalawat dan pujian kemuliaan kepada Nabi Muhammad terangkum dalam kata demi kata. Yang oleh masyarakat muslim dikenal dengan: Albarzanji, Burdah, Simtud Duror, Diba’, Dliyaul Lami’ dan lain-lain. Semuanya adalah bacaan wujud cinta pada Nabi Muhammad. Isinya lengkap: shalawat, doa, pujian dan penantian agar kita tidak lepas dari Nabi Muhammad.

Jika dihayati dan dirasakan dengan penuh khusyuk, majelis Maulid Nabi adalah saksi di mana kita berada di depan Sang Rasul. Kita menghadirkan sosok Rasulullah di majelis. Beliau hadir menyambut dengan penuh senyum dan doa yang deras mengalir agar kita membersamainya di surga.

Setiap majelis shalawat dan Maulid Nabi orang bisa menangis karena merasa berada di sisi Rasulullah. Tetes air mata bahagia bisa ditunggui Sang Kekasih Allah. Kadang di tengah majelis bisa tersenyum karena merasa Nabi tersenyum. Atau kadang justru kita tertunduk tanpa air mata dan tanpa tanda, itu akibat tawadhu’ menyambut hadirnya Nabi Muhammad.

Baca juga :  Alasan dan Dalil Mengapa Kita Menghormati Keturunan Nabi

Mumpung kita di bulan Rabiul Awwal, jangan sia-siakan 12 hari untuk bersama Nabi Muhammad. Hari ini kita masih hidup, belum tahu Rabiul Awwal besok kita masih hidup atau tidak. Hari ini kita belum berjumpa Nabi, maka lewat Maulid Nabi semoga kita bisa berjumpa.

Nabi Muhammad tidak akan ingkar dengan janjinya: “Barang siapa yang cinta padaku (Nabi Muhammad), maka ia akan bersamaku di surga”. Setiap kita bermaulid Nabi adalah mencintainya, maka di situlah Nabi menanti di pintu surga. Jangan tunda untuk mencintai Nabi Muhammad. Kelak kita akan bertemu saat Maulid dan berjumpa saat kiamat dengan syafa’at.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *