Menilik Dakwah Digital Para Santri di Twitter

Dakwah Santri di Twitter

Pesantren merupakan pusat pengkaderan ulama khas Indonesia yang keberadaannya kini semakin maju pesat. Melalui sejarah yang sangat panjang, peran santri dan kiai tak terhenti mulai dari masa pra kemerdekaan hingga sekarang. Pesantren dari yang dahulu keberadaannya belum diakui pemerintah, hingga sekarang telah mendapat pengakuan melalui UU Pesantren setelah melalui perjuangan panjang oleh para kiai dan beberapa tokoh.

Di pondok pesantren, para santri senantiasa diajarkan secara kontinyu untuk menjadi orang yang selalu bersyukur oleh kiainya. Agar nanti ketika sudah menjadi alumni, mereka menjadi orang yang tidak kagetan, percaya diri dan sabar dalam melewati problem apapun yang akan dihadapi.

Tugas pesantren adalah mendidik dengan sungguh-sungguh agar potensi-potensi yang dimiliki para santri dapat tergali dan terasah supaya peran mereka mendapatkan posisi penting di seluruh lapisan elemen sosial masyarakat. Baik kelas sosial menengah ke bawah serta menengah ke atas.

Hal ini berkelindan dengan nilai-nilai yang diajarkan Kiai Sahal Mahfudz. Dalam buku Nuansa Fiqh Sosial, beliau menuturkan bahwa seorang manusia sebagai hamba Allah, mempunyai dua tugas penting;

Pertama, menjadi khalifatullah. Yakni seorang hamba yang bertanggungjawab (consistent person) dalam hubungannya kepada Allah (vertikal) dan sesama manusia dan alam lingkungan (horizontal). Karena itulah, minimal ia harus bisa mengatur dirinya sendiri sebelum menjadi agent of change dalam mengemban tugas kehidupan.

Kedua, imaratul ardi. Yakni seorang hamba yang turut andil dalam memakmurkan, mengelola dan memelihara (prosperous of earth) bumi. Bukan sebagai orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi (destroyer of earth). Imarah di sini merupakan sarana untuk mencapai sa’adatud darain (kebahagiaan dunia dan akhirat/kebahagiaan lahir dan batin) sebagai tujuan hidup manusia.

Santri dan Twitter

Pertumbuhan dan perkembangan zaman merupakan sebuah keniscayaan yang setiap perubahannya patut untuk disyukuri. Setiap tahunnya, muncul tren-tren baru seputar lifestyle yang dapat memengaruhi kehidupan manusia dalam dunia realitas maupun dunia jejaring sosial.

Baca juga :  Ungkapan dan Harapan Santri Lampung untuk Muktamar Ke-34 NU

Bahkan setiap minggunya, kini masyarakat terbiasa disuguhi dengan informasi viral terkait berita, kasus atau isu tentang berbagai hal. Khususnya di Twitter, aplikasi berlogo burung berwarna biru tersebut memiliki fitur khusus yang dapat merangkum puluhan tagar yang berisi berita yang sedang ramai di Indonesia bahkan dunia. Sehingga para pengguna dapat mengetahui trending topic apa yang sedang berkembang hari ini secara real-time.

Bicara tentang Twitter dan santri, dahulu sangat sulit menemukan pergerakan dakwah kiai dan santri di Twitter. Dakwah Islam masih didominasi menggunakan aplikasi lain seperti Instagram, Facebook dan Youtube. Mulanya yang terlihat seperti akun Twitter KH. Ali Masyhuri (Pengasuh PP. Bumi Sholawat Sidoarjo) dengan nama pengguna @gusali_bsh .

Hingga beberapa tahun terakhir mulai banyak bermunculan akun-akun baru para santri yang mengusung dakwah Islam, baik yang berdakwah dengan akun pribadinya maupun akun kesantrian. Konten yang diunggah pun bervariasi, mulai dari quote ulama dan para shalihin, cuplikan redaksi dari kitab kuning dan terjemahannya dan lain sebagainya.

Lihat saja akun @nugarislucu, sebuah akun di mana cuitan-cuitannya sering menjadi viral, banyak diunggah ulang dan banjir likes dari para pengikutnya lantaran apa yang diunggah selalu membuat tertawa yang membacanya. Tak banyak yang tahu siapa orang di balik akun berfoto profil karikatur Gus Dur tertawa tersebut, yang jelas ia seorang santri dan nahdliyyin–jamaah dari organisasi Islam terbesar di dunia; Nahdlatul Ulama.

Terkadang tidak terlalu penting siapa pemilik akun tersebut. Yang jelas, kontennya sering menghibur kita dan menggelitik hati pemirsa jagat Twitter. Sesuai dengan keterangan pada profilnya: “Sampaikanlah kebenaran walaupun itu lucu”, pelesetan dari sebuah terjemah hadis “Sampaikanlah kebenaran walaupun satu ayat”.

Akun yang berjumlah 700-an ribu lebih pengikut tersebut memang sering menjadi bahan jagongan di warung kopi, kafe, atau bahkan kontennya dijadikan cerita Instagram dan Whatsapp teman-teman kita.

Baca juga :  Tafsir Santri Milenial Terhadap Bait-Bait Alfiyah

Lalu setelahnya, belakangan tahun ini ada beberapa akun baru berinisial “Garis Lucu” mulai ramai bermunculan, bahkan nama akun yang diusung berupa nama-nama dari agama-agama di Indonesia, ada pula yang berupa nama-nama suku di tanah air dan sebagainya.

Kemudian oleh rakyat Twitter kumpulan dari akun-akun Garis Lucu tersebut dinamai “GL Kingdom”. Kekompakan mereka sempat menarik perhatian Habib Husein Ja’far (@Husen_Jafar) pada pertengahan Maret lalu, akhirnya berkolaborasi melalui Zoom Meeting: GL Kingdom VS Habib Husen Jafar bertajuk “Lawan Hoax Dengan Becanda”.

Di sinilah fenomena nyata bahwa ternyata santri bisa menjadi apa saja, tidak hanya menjadi kiai, ustaz, imam shalat, pemimpin yasin dan tahlil, pengusaha dan sebagainya. Mereka juga bisa menjadi selebgram (selebriti Instagram) bahkan selebtwit (selebriti Twitter) atau influencer di media Twitter dan selebriti di platform digital lainnya.

Tentu tidak dengan cara yang seketika, harus menempuh proses dan kerja keras yang harus dilalui hingga menjadi sukses di berbagai bidang yang digeluti. Santri sebagai representasi Kiai di manapun mereka berada tidak hanya berperan penting di dunia nyata. Tetapi juga bisa menjadi orang yang berpengaruh di jagat maya, khususnya Twitter.

 

Berikut ini beberapa akun Twitter para ulama dan habaib yang sangat direkomendasikan untuk diikuti*:

Baca juga :  Literasi di Kalangan Milenial; Kisah Cinderella atau Aladdin?

*Disortir secara acak. Senarai ini hanya memuat sebagian saja, tentu masih banyak lagi akun para ulama yang belum tercantum. Beberapa akun dikelola oleh Admin/tim IT.

Berikut ini beberapa akun Twitter para ustaz dan santri yang sangat direkomendasikan untuk diikuti**:

**Disortir secara acak. Senarai ini hanya memuat sebagian saja, tentu masih banyak lagi akun para ustaz dan santri yang belum tercantum.

Semoga kita dapat mengambil hikmah dari orang-orang yang berilmu, mendapat keberkahan ilmu, serta rida Allah subhanahu wa ta’ala, amin.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *