Menziarahi Makam Mbah Abu Dzarrin, Guru Ilmu Laduni Syaikhona Kholil  

Pertengahan bulan syawal yang lalu, penulis menziarahi makam Mbah Abu Dzarrin di Dusun Tugu, Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Penting untuk diketahui, bahwa Mbah Abu Dzarrin ini merupakan guru dari Syaikhona Kholil Bangkalan.

Ada yang menarik pada makam Mbah Abu Dzarrin, yaitu tulisan Arab dari ukiran kayu yang berwarna emas dan mengitari makam tepat diatas tirai. Kira-kira tulisan Arab itu begini;

هذا قبر المرحوم الشيخ أبو ذر ولي الله، نال علم اللدني المرحوم شيخنا محمد خليل بن عبد اللطيف ولي الله دمعان بنكالن مدورا بسبب الإعتكاف في هذا المحل. يا اخينا الكرام واعتكفوا في هذا المحل بقراءة القرآن توسلا إلى المرحوم الشيخ أبو ذر وشيخنا محمد خليل لعلكم تحصلون المقصود، هكذا أقول لكم.

Kira-kira artinya seperti ini: “Ini merupakan makam Almarhum Syekh Abu Dzarrin waliyullah. Almarhum Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Latif, Demangan Bangkalan Madura mendapat ilmu laduni karena i’tikaf di tempat ini. Wahai saudaraku yang mulia, beri’tikaflah di tempat ini dengan membaca Alquran, dengan bertawasul kepada Almarhum Syekh Abu Dzarrin, dan Syaikhona Muhammad Kholil. Semoga apa yang kau inginkan berhasil”.

Selain berguru kepada Almarhum Syekh Abu Dzarrin, sebenarnya Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Latif Bangkalan, juga sempat mondok dibeberapa pesantren di Pasuruan, di Pesantren Cangaan Bangil, Pesantren Sidogiri Kraton, dan Pesantren Keboncandi Gondangwetan.

Akan tetapi cerita yang paling menarik bagi saya adalah ketika Syaikhona Kholil nyantri kepada Syekh Abu Dzarrin. Bagaimana tidak menarik, lha wong Syaikhona Kholil nyantri kepada Syekh Abu Dzarrin lewat mimpi.

Dikisahkan bahwa Syaikhona Kholil menziarahi makam Syekh Abu Dzarrin, singkat cerita, tak sengaja beliau tertidur dan bermimpi bertemu Syekh Abu Dzarrin. Dalam mimpinya, Syaikhona Kholil berguru kepada Syekh Abu Dzarrin. Dari situlah Syaikhona Kholil memperoleh ilmu laduninya.

Ini peristiwa yang langkah sekali, dan pastinya hanya terjadi pada orang-orang tertentu saja. Kaum santri pemburu berkah sepertinya wajib menziarahi makam Mbah Abu Dzarrin, siapa tahu memperoleh ilmu laduni seperti Syaikhona Kholil, kalaupun tak mendapatkan ilmu laduni ya minimal dapat berkahnya.

Wallahu A’lam

 

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *