Mereguk Rasa Lewat Cerpen Pilihan #ProsaDiRumahAja Pandemi

Berawal dari kelas menulis prosa yang diinisiasi oleh Arcana Foundation kerja sama dengan Galeri Indonesia Kaya, Putu Fajar Arcana yang biasa dipanggil Bli Can sekaligus sebagai founder-nya ini turun langsung sebagai mentor dalam kelas menulis prosa.

Progam ini tentu saja mendapatkan ruang spesial tersendiri bagi para penulis muda terutama di bidang sastra. Di tengah gelombang kepungan virus yang mengintai setiap manusia yang ada di bumi ini, Bli Can tidak ambil diam membiarkan daya kreativitas terbunuh.

Ide sudah ditegakkan. Sebuah kelas menulis prosa digelar. Penulis pemula maupun pelaku sastra dari seluruh penjuru daerah dan beberapa kota yang ada di luar negeri dengan antusias untuk daftar diri sebagai peserta. Mereka mendaftar melalui aplikasi berupa karya karya cerpen untuk diseleksi.

Dikatakan oleh Bli Can bahwa kelas ini membawa dua misi. Pertama, ingin membuktikan bahwa kreativitas bisa dilakukan dari mana saja, tidak terkecuali selama menjalani masa karantina di rumah masing-masing. Kedua, mencoba menggabungkan teori-teori jurnalisme dengan teori sastra yang kemudian diterapkan dalam penulisan fiksi.

Dari hasil kelas menulis yang diselenggarakan secara daring inilah kemudian lahir buku antologi yang berjudul Cerpen Pilihan #ProsaDirumahAja Pandemi. Ini merupakan karya peserta kelas yang hanya diselenggarakan selama 2 hari. Luar biasa!

Baca juga :  5 Cara Kaya Raya Ala Nabi Sulaiman As.

Sebagai editor, Bli Can membagi kelompok penulisan dari tema yang dipilih oleh para penulis dengan latar profesi yang berbeda. Sehingga bisa dikatakan dapat merangkum semua peristiwa dari latar, waktu dan berbagai sudut pandang terkait kondisi pandemi secara utuh.

Sebagaimana yang dikatakan juga oleh Renitasari Adrian, Program Direktur Bakti Budaya Djarum Foundation sebagai dokumentasi sosial yang mencatat segala gejolak peristiwa batin yang dialami banyak orang ketika menghadapi pandemi Covid-19.

Sebagai bentuk apresiasi tinggi atas penciptaan buku ini, kiranya menjadi renungan sekaligus sebagai gerakan atas pilihan yang harus dilakukan setiap individu selama menghadapi kondisi pandemi. Apalagi kita tidak mengetahui entah kapan akan menemui akhir.

Melalui buku ini, selain menjadi salah satu referensi bacaan yang bergizi, juga menginspirasi kita untuk tetap melahirkan karya di tengah masa-masa pandemi seperti saat ini. Selamat membaca. Selamat berkarya.

Bagi yang membaca buku ini silahkan unduh di sini.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *