Mukjizat Nabi Muhammad tentang Roti dan Anak Kambing

Nabi Muhammad sebagai Uswatun Hasanah untuk seluruh umat manusia sekaligus Sayyid al-Anbiya’ wa al-Mursalin memiliki beberapa kisah-kisah menakjubkan yang berkaitan dengan mukjizatnya. Selain Al-Quran dan membelah bulan, ada mukjizat Nabi Muhammad tentang roti dan anak kambing yang mencukupi untuk dimakan oleh banyak sahabat. Berikut kisah lengkapnya.

Muhammad bin Ishaq dalam karyanya Sirah Rasulullah dan Muhammad bin Umar al-Waqidy dalam Kitab al-Maghazi mengisahkan bahwa suatu malam sahabat Nabi bernama Jabir bin Abdullah bertanya kepada istrinya apakah ia dapat memasakkan daging untuknya.

Istrinya menjawab, “Kita sedang tidak memiliki apapun, kecuali seekor anak kambing dan gandum yang sedikit”. Akhirnya, anak kambing tersebut disembelih, sedangkan gandum ditumbuk untuk diolah menjadi sebuah roti.

Keesokan harinya setelah bekerja hingga menjelang gelap, Jabir pergi menemui Nabi Muhammad untuk mengundang beliau memakan daging kambing dan roti.

Sebenarnya Jabir hanya mengundang Nabi Muhammad seorang, namun Nabi sudah telanjur berteriak kepada para Sahabat untuk memenuhi undangan jamuan makan dari Jabir. Hal itu mengejutkan Jabir dan membuatnya berkata “Inna Lillahi wa Inna ilaihi Raji’un”.

Jabir segera berlari pulang untuk memberitahu istrinya, “Apakah Engkau yang mengundang para Sahabat?” Sang istri menjawab, “Tidak, Nabi Muhammad sendiri yang mengundang mereka”.

Baca juga :  Alasan dan Dalil Mengapa Kita Menghormati Keturunan Nabi

Jabir pun berkata, “Jika memang seperti itu, maka biarlah mereka datang. Nabi Muhammad lebih mengetahui hal yang terbaik”.

Ketika Nabi Muhammad dan sepuluh orang sahabat telah tiba di rumah Jabir, makanan dihidangkan depan mereka. Nabi Muhammad segera mendoakan keberkahan atas makanan tersebut dan mereka menyantapnya dengan menyebut Asma Allah.

Setelah Nabi dan para sahabat selesai menyantapnya, mereka bangkit dan pulang ke rumah masing-masing. Sepulang mereka, datang lagi sepuluh orang sahabat lainnya untuk memenuhi undangan Jabir.

Demikian seterusnya hingga seluruh sahabat yang menggali parit di Madinah pulang ke rumahnya masing-masing dalam keadaan kenyang. Dan Maha Kuasa Allah, daging kambing dan roti masih tersisa.

Mukjizat Kurma

Di waktu lain, Nabi Muhammad melihat seorang perempuan masuk ke dalam perkemahannya dan membawa sesuatu di tangannya. Nabi Muhammad memanggil perempuan tersebut yang merupakan keponakan Abdullah bin Rawahah.

Selanjutnya perempuan tersebut bercerita bahwa dirinya membawakan kurma untuk ayah dan pamannya, tetapi mereka berdua memintanya untuk memberikan kurma tersebut kepada Nabi Muhammad.

Perempuan ini menuangkan semua kurma ke tangan Nabi, tetapi tidak sampai penuh. Nabi Muhammad meminta seseorang untuk membentangkan sehelai kain, lalu kurma itu diletakkan di atasnya.

Baca juga :  Kisah Rasulullah Mendamaikan Perselisihan Sahabat Anshar dan Muhajirin

Kemudian, Nabi Muhammad mengundang semua orang yang ada untuk turut menikmati kurma tersebut sebagai makan siang.

Semua orang yang ada tempat itu memakan kurma secara bergantian. Sedangkan kurma itu terus bertambah hingga mereka semua telah memakan semuanya, padahal kurma baru habis di bagian pinggir kain saja. Wallahu A’lam. (mzn)

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *