6 Negara dengan Pertumbuhan Muslim Tercepat di Dunia, Termasuk Israel

IQRA.ID – Populasi Muslim dunia tumbuh baik dalam jumlah absolut maupun secara relatif sebagai bagian dari semua orang di dunia.

Forum Religion & Public Life Pew Research Center, sebagaimana dikutip dari Republika (13/01/2021), telah membuat laporan tentang pertumbuhan muslim tercepat di berbagai belahan dunia.

Laporan tersebut berupaya untuk memberikan perkiraan terkini tentang jumlah Muslim di seluruh dunia pada tahun 2010 dan untuk memproyeksikan pertumbuhan populasi Muslim dari 2010 hingga 2030.

Jumlah Muslim diperkirakan akan meningkat sekitar 35 persen dalam dua dekade mendatang, meningkat secara absolut dari 1,6 miliar menjadi sekitar 2,2 miliar orang pada 2030.

Di Eropa misalnya, ada beberapa negara yang telah memiliki populasi Muslim selama berabad-abad, dimana pertumbuhan mereka tidak didorong kedatangan imigran, tetapi oleh populasi lokal yang telah ada selama berabad-abad, seperti di Rusia, Kosovo, dan Albania

Sementara itu, Asia memiliki perbedaan besar dalam populasi Muslim. Misalnya, negara Muslim saat ini yang diproyeksikan sebagai negara populasi Muslim terbesar pada 2030 adalah Pakistan.

Namun di Benua India, ada negara yang populasi Muslimnya juga diprediksikan meningkat yaitu meski minoritas di sana, yaitu India. Pertumbuhannya hingga 16 persen pada 2030.

Baca juga :  Ada 1000 Kuota Jamaah Haji Tahun Ini, Hanya 5 Orang dari Indonesia

Di antara populasi Muslim yang tumbuh paling cepat di kawasan Asia-Pasifik adalah Selandia Baru dan Australia, keduanya didorong masuknya imigran baru. Sementara Afghanistan juga meningkat hanya bedanya didorong tingkat kesuburan yang lebih tinggi dari rata-rata negara Muslim lainnya.

Berikut prediksi pertumbuhan Muslim di sejumlah negara di dunia:

1. Amerika

Jumlah Muslim termasuk orang dewasa dan anak-anak di Amerika Serikat diproyeksikan menjadi lebih dari dua kali lipat. Hal ini berarti meningkat dari sekitar 2,6 juta, atau sekitar 0,8 persen dari total populasi Amerika Serikat, pada 2010 menjadi 6,2 juta, atau 1,7 persen, pada 2030.

Sebagian besar karena imigrasi dan kesuburan warga Muslim yang lebih tinggi dari rata-rata warga negara lainnya. Ini akan menempatkan jumlah Muslim di Amerika Serikat pada 2030 sebanyak orang Yahudi atau Episkopal di Amerika Serikat saat ini.

2. Kanada

Di Kanada dinamika serupa terjadi. Populasi Muslim diperkirakan akan meningkat hampir tiga kali lipat dalam 20 tahun mendatang, dari satu juta Muslim pada 2010 menjadi hampir 2,7 juta pada 2030.

Diperkirakan mencapai sekitar 6,6 persen dari total populasi Kanada, yang merupakan bagian yang lebih besar daripada di Amerika Serikat, naik dari 2,8 persen saat ini.

Baca juga :  Dunia Geger, Museum Hagia Sophia Turki dari Gereja Kini Kembali Jadi Masjid

3. Argentina

Diperkirakan memiliki populasi Muslim terbesar ketiga setelah Amerika Serikat dan Kanada. Saat ini, Argentina, dengan sekitar satu juta Muslim, kini menempati urutan kedua.

4. Rusia

Rusia akan memiliki populasi Muslim terbesar di Eropa dalam jumlah absolut pada 2030, seperti halnya saat ini. Populasi Muslimnya diperkirakan meningkat dari sekitar 16,4 juta menjadi 18,6 juta pada 2030.

Tingkat pertumbuhan populasi Muslim di Rusia diproyeksikan menjadi sekitar 0,6 setiap tahun, lebih rendah dari tingkat pertumbuhan Muslim secara keseluruhan di seluruh dunia.

5. China

Sementara itu Muslim hanya sekitar dua persen dari total populasi di China, tetapi karena populasi China sangat besar, populasi Muslimnya diperkirakan menjadi yang terbesar ke-19 di dunia pada 2030, kira-kira kurang dari 30 juta Muslim.

6. Israel

Israel diperkirakan memiliki populasi Muslim lebih dari 75 persen pada 2030. Diperkirakan muslim Israel meningkat mencapai 23 persen pada 2030, naik dari 17,7 persen pada 2010 dan 14 persen pada 1990.

Selama 20 tahun terakhir, populasi Muslim di Israel telah meningkat lebih dari dua kali lipat, tumbuh dari sekitar 600 ribu pada 1990 menjadi 1,3 juta pada tahun 2010.

Baca juga :  Syekh Sudais: Masjidil Haram & Masjid Nabawi Paling Sehat dari Infeksi Virus
be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *