Niat Mandi Setelah Mimpi Basah Menurut Islam

niat mandi mimpi basah

Mimpi basah adalah kondisi di mana seseorang mengalami ejakulasi sewaktu tidur. Dalam dunia medis, mimpi basah disebut dengan istilah emisi nokturnal.

Mimpi basah biasanya dialami oleh mereka yang hendak atau sedang masuk ke masa pubertas. Meski begitu, orang dewasa pun bisa mengalaminya. Dalam beberapa penelitian, mimpi ini tidak hanya dialami oleh pria, melainkan juga wanita.

Mimpi Basah dalam Islam

Dalam Islam, sebagaimana dijelaskan dalam kitab fikih ِal-Majmu’ Syarakh al-Muhadzab (13/359), keluar mani atau sperma pada waktu tidur disebut dengan ihtilam (الاحتلام). Istilah ihtilam merupakan di antara tanda seseorang dikategorikan akil baligmaka setelah itu ia wajib untuk melaksanakan syariat Islam.

Keterangan tersebut berdasarkan tafsir atas Surat An-Nur ayat 59:

وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا

“Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur balig, maka hendaklah mereka meminta izin…”

Baca juga :  Kitab Fathul Izar tentang Cara Jima yang Paling Baik

Dalam kitab fikih Fathul Qorib al-Mujib pada bab Thaharah, ada 3 perkara yang menyebabkan wajib mandi yang berlaku bagi laki-laki maupun perempuan, yaitu sanggama (hubungan intim), keluar sperma, dan mati. Adapun 3 perkara yang mewajibkan mandi khusus bagi perempuan, yaitu haid, nifas, dan melahirkan.

Niat Mandi Wajib

Berikut ini doa niat mandi wajib setelah mimpi basah menurut Islam:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitul-ghusla liraf’il-hadatsil-akbari fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah ta’ala.”

Baca juga :  Niat Mandi Wajib Setelah Haid dan Tata Caranya
Tata Cara Mandi Junub

Sebelum memulai mandi wajib/junub, baik itu bagi laki-laki maupun perempuan, pastikan air yang hendak digunakan untuk mandi adalah air suci yang mensucikan. Volume air suci (dalam fikih disebut 2 kulah) ini minimal sekitar 175 liter.

Dalam kitab kitab Fathul Qorib Al-Mujib, ada tiga (3) perkara fardhu (harus) yang dilakukan saat mandi junub:

  1. Dilafalkan dalam hati ketika mengalirkan air yang pertama pada badan.
  2. Menghilangkan najis jika ada yang menempel pada badan.
  3. Mengalirkan air ke seluruh rambut dan kulit dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Baca juga :  Doa Bersetubuh Sesuai Sunnah Syariat Islam

Selain itu, ada juga lima (5) perkara yang disunnahkan (sebaiknya) dilakukan saat mandi junub:

  1. Membaca bismillah sebelum memulai mandi (sebelum niat).
  2. Mengambil wudhu sebelum mandi.
  3. Menggosokkan tangan pada badan, sekaligus menyela-nyela dengan air pada lipatan-lipatan tubuh.
  4. Mendahulukan menyiram air pada (anggota badan) bagian kanan daripada bagian kiri.
  5. Bersegera, yaitu tidak mandi setengah-setengah dengan jeda waktu.

Demikian niat mandi wajib setelah mimpi basah menurut ajaran Islam. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam. (M. Zidni Nafi’)

Baca juga :  5 Macam Hukum Menikah dalam Kitab Qurrotul Uyun
be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *