Niat Mandi Wajib Keluar Mani dan Tata Caranya

Mandi wajib berlaku bagi setiap orang muslim yang memiliki hadas besar atau junub. Adapun mandi wajib (junub) dalam literatur fikih disebut al-ghuslu.

Al-ghaslu secara bahasa artinya mengalirkan air pada sesuatu. Sementara menurut istilah al-ghuslu dalam konteks mandi wajib adalah mengalirkan air ke seluruh tubuh dengan ketentuan dan cara-cara tertentu untuk menghilangkan hadas besar.

والغسل لغة سيلان الماء على الشيء مطلقاً وشرعاً سيلانه على جميع البدن بنية مخصوصة

Mandi secara bahasa adalah mengalirkan air pada sesuatu apapun. Sementara secara istilah mandi besar adalah mengalirkan air ke seluruh tubuh dengan niat tertentu. (Fath al-Qarib al-Mujib fi Syarh Alfadz at-Taqrib, hal 14).

Dalil Syariat tentang Kewajiban Mandi

Berikut ini dalil-dalil baik dari Al-Qur’an maupun Sunnah Nabi yang menjadi landasan kewajiban mandi besar bagi orang yang sedang junub atau berhadas besar.

وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ

Jika kamu junub, maka mandilah.” (QS. Al-Maidah: 6)

Syekh al-Qurthubi dalam kitabnya Tafsir al-Qurthubi (juz 6, h. 103) mengomentari bahwa lafal at-thahharu ayat ini bermakna perintah untuk mandi menggunakan air.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَقْرَبُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْتُمْ سُكَارٰى حَتّٰى تَعْلَمُوْا مَا تَقُوْلُوْنَ وَلَا جُنُبًا اِلَّا عَابِرِيْ سَبِيْلٍ حَتّٰى تَغْتَسِلُوْا ۗ

Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati salat ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, dan jangan pula (kamu hampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekedar melewati jalan saja, sebelum kamu mandi (mandi junub).” (QS. an-Nisa: 43)

Baca juga :  Niat Mandi Jumat Bagi Wanita

Ayat ini secara jelas mengatakan bahwa orang yang junub tidak boleh menghampiri (diam) di masjid sampai ia mandi wajib untuk menghilangkan hadas besarnya. Hal ini sebagaimana keterangan dalam hadis berikut ini.

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ إِنَّمَا الْمَاءُ مِنَ الْمَاءِ

“Dari Abi Sa’id al-Khudri dari Nabi Saw. bahwa sesungguhnya Beliau sungguh bersabda, “Air itu dari air (mandi besar atau junub itu disebabkan keluar mani.” (HR. Muslim dalam Shahih Muslim, juz 1, h. 185)

Hal-Hal yang Mewajibkan Mandi

Fikih menerangkan bahwa ada hal-hal yang mewajibkan mandi besar antara lain sebagai berikut:

  1. Keluar mani
  2. Berhubungan badan
  3. Meninggal
  4. Haid
  5. Nifas
  6. Wiladah (Melahirkan)

Poin-poin ini sebagaimana keterangan dalam kitab Matan Abi Syuja’ (h. 36) sebagai berikut:

والذي يوجب الغسل ستة أشياء ثلاثة تشترك فيها الرجال والنساء وهي : التقاء الختانين وإنزال المني والموت وثلاثة تختص بها النساء وهي : الحيض والنفاس والولادة

Hal-hal yang dapat mewajibkan mandi ada enam. Tiga diantaranya berlaku kepada laki-laki dan perempuan, yakni bertemunya dua alat  kelamin (berhubungan badan), keluar mani dan meninggal. Sementara tiga sisanya hanya berlaku kepada perempuan, yakni haid, nifas dan melahirkan.”

Baca juga :  Niat Qadha Puasa Ramadhan dan Puasa Syawal

Niat Mandi Wajib

Berikut ini bacaan niat mandi wajib (junub) sebab keluar mani dan tata caranya lengkap latin beserta artinya.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah SWT.

Niat Mandi Wajib keluar mani

Tata Cara Mandi Wajib

Berikut ini tata cara melakukan mandi wajib:

  1. Sebelum memulai mandi wajib, terlebih dahulu menghilangkan najis yang menempel pada anggota  tubuh, baik najis ainiyah (tampak) maupun hukmiyah (tidak tampak).
  2. Niat mandi wajib sebagaimana disebutkan di atas.
  3. Meratakan air ke seluruh tubuh.

Menuangkan air ke seluruh tubuh hingga merata. Air harus benar-benar sampai ke seluruh anggota tubuh tanpa terkecuali hingga ke bagian yang ada rambut atau bulunya.

Kesunahan dalam Mandi Wajib

Beberapa kesunahan dalam mandi wajib antara lain sebagai berikut:

  1. Membaca basmalah

بسم الله الرحمن الرحيم

Bismillahir Rahmanir Rahim

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah  yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

  1. Berwudhu sebelum melakukan mandi besar.
  2. Menjalankan tangan ke anggota tubuh (menggosok).
  3. Berkesinambungan.
  4. Mendahulukan anggota yang kanan daripada yang kiri.

Penjelasan ini sebagaimana keterangan dalam kitab Matan Abi Syuja’ (h. 24):

Baca juga :  Niat Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadhan

وسننه خمسة اشياء التسمية والوضوء قبله وإمرار اليد على الجسد والموالاة وتقديم اليمنى

Sunah-sunah mandi besar ada lima macam. Membaca basmalah, berwudhu sebelum mandi besar, menjalankan tangan kepada anggota tubuh (menggosok), berkesinambungan dan mendahulukan anggota tubuh yang kanan daripada yang kiri.”

Hikmah Wajibnya Mandi Besar

Syekh Ali Ahmad al-Jurjawi dalam kitabnya berjudul Hikmat at-Tasyri’ wa Falsafatuhu (h. 68-69) menyebutkan hikmah di balik wajibnya mandi besar, antara lain yakni:

  1. Mandi dapat mengembalikan kekuatan yang hilang ke dalam tubuh akibat keluarnya sperma. Perlu diketahui bahwa hilangnya kekuatan badan akibat keluarnya sperma bisa menyebabkan kemalasan sehingga tidak dapat melaksanakan ibadah sesuai kewajibannya.
  2. Berkaitan dengan kesehatan juga, mandi dapat menghilangkan bau tidak sedap yang berbahaya bagi tubuh. Ketika mandi, semua kotoran dan hal-hal yang melemahkan kesehatan juga akan ikut hilang.

Demikian ulasan perihal dalil syariat tentang kewajiban ketika junub beserta hikmahnya yang meliputi niat mandi wajib keluar mani dan tata caranya. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *