Niat Puasa Ganti Ramadhan

Bacaan niat puasa ganti Ramadhan dijelaskan berikut ini. Puasa ganti adalah puasa dikerjakan setelah bulan Ramadhan selama sejumlah hari yang ditinggalkan karena tidak berpuasa pada bulan suci. Faktor yang menyebabkan tidak biasa, di antaranya karena haid, nifas, menyusui, sakit, bepergian, dan sebagainya.

Puasa Ramadhan adalah hukumnya wajib. Jadi, setiap muslim yang mempunyai hutang puasa, maka wajib untuk menggantinya. Berikut niat puasa ganti lengkap dengan bacaan teks Arab, latin dan artinya.

Niat Puasa Ganti Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada-i fardhi ramadhana lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat berpuasa besok untuk meng-qadha (mengganti) puasa wajib Ramadan karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa GantiAdapun pengertian puasa ganti sama seperti puasa Ramadhan. Dalam kitab Al-Majmu’ (jilid 6, hal. 247), Imam Nawawi tentang puasa menurut bahasa dan istilah sebagai berikut:

الصِّيَامِ فِي اللُّغَةِ الْإِمْسَاكُ وَيُسْتَعْمَلُ فِي كُلِّ إمْسَاكٍ يُقَالُ صَامَ إذَا سَكَتَ وَصَامَتْ الْخَيْلُ وَقَفَتْ وَفِى الشَّرْعِ اِمْسَاكُ مَخْصُوْصٍ عَنْ شَيْئٍ مَخْصُوْصٍ في زَمَنٍ مَخْصُوصٍ مِنْ شَخْصٍ مَخْصُوصٍ

Artinya:

Puasa (الصِّيَامِ) secara bahasa artinya menahan diri (الْإِمْسَاكُ). Setiap bentuk menahan diri dan diam disebut Puasa. Secara pandangan Syariat (istilah), puasa adalah menahan diri dari hal-hal tertentu (yang membatalkan puasa), di masa tertentu (misal: Ramadhan) dan orang tertentu.”

Baca juga :  Niat Shalat Qashar Dzuhur dan Ashar

Adapun Imam Ahmad bin Husein al-Syahir Abi Syuja’ dalam Kitab Fathul Qorib menjelas pengertian puasa menurut bahasa dan istilah sebagai berikut:

وَهُوَ وَالصَّوَمُ مَصْدَرَانِ مَعْنَا هُمَا لُغَةً أَلْاِمْسَاكُ وَشَرْعًا إِمْسَاكُ عَنْ مُفْطِرٍ بِنِيَّةٍ مَخْصُوْصَةٍ جَمِيْعَ نَهَارٍ قَابِلٍ لِلصَّوْمِ مِنْ مُسْلِمٍ عَاقِلٍ طَاهِرٍ مِنْ حَيْضٍ وَنِفَاسٍ

Artinya:

Puasa secara bahasa (etimologi) yaitu menahan dari. Adapun puasa secara Syara’ (istilah/terminologi) yakni menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, disertai dengan niat yang telah ditentukan, sepanjang siang hari yang sah dilakukan puasa dari seorang muslim, yang mempunyai akal, yang suci dari haid dan nifas.

Demikian bacaan niat untuk mengganti puasa Ramadhan. Semoga ibadah puasa kita diterima Allah Swt. Amin. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam. (mzn)

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.