Al-Syibli dan Anak Kucing Baghdad

Diceritakan, suatu waktu Ibn Asakir bermimpi bertemu dengan Al-Syibli. Kemudian dia bertanya, apa yang telah Allah perbuat terhadap Al-Syibli. Kata Al-Syibli, Allah menyuruhnya berdiri di sisi-Nya, kemudian Dia bertanya, “Dengan apa Kuampuni dosa-dosamu, wahai Syibli?”

“Dengan sebab amal salehku,” jawab Syibli.

“Bukan,” tegas Allah.

“Dengan sebab ikhlasku dalam beribadah.”

“Juga bukan.”

“Dengan sebab haji, puasa, serta salatku.”

“Aku tidak mengampuni dengan sebab semua itu,” jawab Allah.

“Kalau begitu, dengan sebab hijrahku ke golongan orang saleh.”

“Juga bukan.”

“Dengan doaku atau zikirku.”

“Bukan,” jawab Allah.

Karena semua jawaban itu bukan, maka Syibli bertanya kepada Allah. Lalu Allah menjawab, lantaran aku pernah menolong anak kucing yang sedang menggigil kedinginan pada musim salju di lorong kota Baghdad. “Memang saat itu anak kucing itu kupungut dengan penuh kasih sayang dan kumasukkan ke dalam tasku sehingga ia terhindar dari rasa dingin yang sangat,” tutur al-Syibli.

Itulah mengapa kita dianjurkan mengucapkan “bismillahirrahmanirrahim” setiap kali memulai kegiatan dan kerja. Salah satunya agar kita mewujudkan nilai-nilai kasih sayang itu bagi sesama makhluk Tuhan. “Inti moralitas,” kata Ibnu Arabi, “adalah kasih sayang.”

Baca juga :  Kisah Dakwah Penuh Kasih Sayang
be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.