Panduan Menjadi Generasi Muslim yang Mengaku Gaul

panduan menjadi muslim gaul

Arus kehidupan dunia berubah semakin cepat, dari zaman klasik menuju modern, dari generasi kolonial menuju generasi milenial. Arus perubahan tersebut melahirkan dua istilah yang sering dinilai berseberangan; “jadul” dan “gaul”.

Sesuai dengan makna jadul yakni diidentikkan orangtua ‘jaman dulu’, sedangkan gaul selalu diidentikkan bernuansa anak muda, modis dan kekinian. Kian kesini, sebagian generasi muslim yang masih dalam fase remaja dan dewasa awal terkadang tidak mau menjauhkan jarak antara “gaul” dan “Islami”.

Sehingga tidak jarang mereka menilai dirinya dengan sebutan generasi muslim-muslimah gaul, komunitas remaja islam nan gaul, biar gaul asal islami, pemuda islam gaul, dan sebutan lainnya. Pertanyaannya, bolehkah menjadi generasi muslim yang mengaku gaul?

Secara sederhana, gaul itu berarti ngikutin perkembangan zaman. Adapun generasi muslim, yakni generasi yang meneruskan perjuangan Rasulullah dan para ulama dengan berbekal ilmu pengetahuan dan ketaatan terhadap ajaran agama.

Jadi, bisa disebut sebagai generasi muslim gaul apabila sadar diri untuk meneruskan estafet perjuangan nabi dan ulama serta selalu meng-update ilmu yang semakin berkembang, sehingga dinamis dan visioner dalam beragama dan bersosial.

Ada hal-hal mendasarkan bagi generasi gaul islami, berikut panduan untuk menjadi generasi muslim yang mengaku gaul, sebagaimana dikuti dari Jahar Reza Elfarizi dalam Bukan Islam KTP (2005: 103).

Baca juga :  Perbedaan Generasi Milenial, Gen Z, dan Gen X
Pertama, Penampilan Muslim Gaul

Pakaian wajib menutup aurat

Pakaian itu nggak ngeliatin lekuk tubuh alias ketat

Pakaian itu bersih, suci dari najis

Pakaian yang dipake nggak disertai niat buat pamer (riya)

Jaga tubuh biar nggak bau badan dan hindari hal yang bikin bau badan

Aksesoris yang dipake nggak berlebihan, apalagi kalau niatnya juga pamer

Cowok nggak boleh pake emas, perak, dan sutra

Cewek nggak dandan kayak cowok, begitu juga sebaliknya

Baca juga :  Generasi Milenial Alami Gangguan Mental, Bagaimana Solusinya?
Kedua, Pergaulan Sosial Muslim Gaul

Muslim nggak saling menghina atau mencaci

Bicaranya yang nggak menyakitkan

Nggak bicara kasar, jorok, dan nggak disukai orang lain

Nggak bicara yang nggak ada manfaat

Nggak ketawa berlebihan

Nggak gibah apalagi fitnah

Selalu bergaul untuk hal-hal yang postif

Baca juga :  Generasi Milenial, Biar Gaul Asal Sholeh
Ketiga, Tempat Tongkrongan Muslim Gaul

Nggak menghabiskan waktu buat nongkrong yang nggak bermanfaat

Nggak berdiam diri di tempat yang banyak maksiatnya, kayak bar, pub, prostitusi, dan di mana pun yang berpotensi adanya maksiat

Nggak nongkrong di pinggir jalan yang bikin pejalan kaki yang lewat terhalangi

Lebih baik habiskan waktu kumpul bareng temen di tempat yang bermanfaat dengan kegiatan yang bermanfaat

Selalu menjaga diri dari perbuatan dosa di mana pun

Selalu ingat Allah di mana pun

Dari sederet panduan di atas, sekarang sudah tahu kan bagaimana menjadi muslim yang gaul, gaes? So, jangan ngaku-ngaku sebagai muslim gaul kalau belum mempraktikkan dasar-dasar panduan di atas. Tentu, tidak lupa untuk senantiasa mengasah diri, perluas jaringan, peka kondisi sosial, dan pahami ajaran secara matang. Selamat bergaul…

Baca juga :  Kamu Termasuk Jomblo Happy Jika Memiliki 5 Poin Ini
be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *